Lifestyle

7 Perawatan Spa Terunik di Dunia, Berani Coba?

  by: Alexander Kusumapradja       6/12/2021
  • Dear Cosmo babes, who doesn’t love a spa session? Pergi perawatan ke spa tak hanya membuat tubuh kita yang lelah jadi segar kembali tapi juga membuat kesehatan mental kita jadi tetap terjaga terutama setelah momen-momen penuh stres. Ada banyak terapi spa yang mungkin sudah pernah kita coba dari mulai pijat biasa, berendam di jacuzzi, hingga yang lebih khusus seperti memakai hot stone yang semua pada intinya adalah gerakan memijat untuk mengurangi tekanan pada otot tubuh yang tegang. Tapi jika kamu ingin mencoba pengalaman baru yang unik, beberapa terapi spa berikut juga bisa menjadi pengalaman tak terlupakan. Mau tahu apa saja? Simak di bawah ya!


    1. Mandi Ramen

    Kita semua tahu sensasi menyantap kuah ramen yang hangat dan lezat bahkan saat baru menghirup aromanya saja. Namun, bagaimana bila kita berendam dengan kuah ramen? Yunessun Spa Resort di Hakone, Jepang menawarkan terapi mandi ramen. Di dalamnya kita tidak akan menemukan untaian mie ramen yang bisa dimakan karena jelas tidak diizinkan secara kesehatan, namun di dalamnya berisi kuah ramen yang terbuat dari kaldu babi sehingga aromanya benar-benar seperti kuah ramen. Kolagen yang terkandung pada kaldu ramen tersebut diyakini dapat membersihkan kulit sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh. Selain ramen, spa ini juga menawarkan pilihan terapi yang tak kalah unik seperti berendam dalam wine, cokelat, dan sake.


    2. Pijat Ular

    Untuk yang takut pada ular, sebaiknya langsung skip bagian ini ya. Bayangkan kamu sedang tengkurap dengan mata terpejam dan bersiap dipijat. Tapi bukannya telapak tangan, kamu malah merasakan sesuatu yang licin merayap di punggungmu yang ternyata adalah ular. Terapi ini jelas bukan untuk kita yang penakut. Walaupun ularnya tidak berbisa, namun adrenalin yang terpicu oleh rasa takut kita pada ular yang sedang merayap di kulit dipercaya dapat meningkatkan metabolisme dan sirkulasi darah di tubuh kita. Untungnya, ular-ular yang dipakai di terapi ini sudah diberi makan dan dimandikan sebelum menyentuh kulit kita. Salah satu spa yang menawarkan terapi ular ini adalah The Bali Heritage Reflexology and Spa di Jakarta yang menggunakan ular piton untuk terapi ini. Spa lain di Kairo, Mesir menggunakan kombinasi ular piton dan 28 jenis ular tak berbisa lainnya dalam satu sesi pijat. Dalam sebuah video Reuters yang viral Desember 2020 lalu, seorang klien mengaku bahwa meskipun awalnya ia takut, namun terapi ini ternyata bisa membantunya rileks sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya. Terapi pijat ular ini juga tersedia di berbagai negara seperti Filipina, Brasil, Amerika Serikat, hingga Rusia.


    3. Pijat Kaktus

    Apa? Dipijat dengan kaktus? Apa tidak sakit? Well, meskipun pijat kaktus terdengar seperti versi menyakitkan dari terapi akupuntur, namun pada praktiknya tidak seseram itu kok. Untuk terapi ini, patahan kaktus dihangatkan terlebih dahulu dan bagiannya yang lembek ditempelkan pada kulit kita setelah duri-durinya dicabut semua. Terapi ini juga dikenal dengan nama pijat “Hakali” yang dipercaya ampuh untuk detoks, mendinginkan kulit, serta mengobati luka sengatan matahari. Kita bisa menemukan pijat kaktus ini salah satunya di Four Seasons Resort di Punta Mita, Meksiko yang eksotis.


    4. Mandi Jerami

    Jerami yang biasanya identik dengan bau kandang ternak ternyata juga bisa dijadikan salah satu terapi spa. Di terapi ini, kulit kita akan ditutupi oleh tumpukan jerami segar yang hangat dan lembap selama 15 sampai 20 menit, lalu bersantai di kasur air selama 30 menit. Sudah dianggap tradisi selama lebih dari 100 tahun, terapi ini dipercaya memiliki khasiat detoksifikasi untuk tubuh, memperkuat sistem imun, dan memperlancar metabolisme. Hotel Heubad di Völs am Schlern, Italia menawarkan terapi ini dengan memakai jerami dari padang rumput Alpine yang alami.


    5. Terapi Sauna Dingin

    Mendengar sauna, kita langsung terbayang ruangan kecil penuh uap yang panas. Namun ternyata ada juga sauna yang justru kebalikannya, memakai uap dingin dengan temperatur minus 120 derajat Celcius. Terapi dengan unsur beku untuk mengobati sakit sudah dilakukan orang dari beratus tahun lalu, namun seorang dokter Jepang bernama Toshima Yamauchi mengembangkan sauna dingin di akhir 1970-an untuk membantu orang-orang yang menderita rematik. Dalam versi spa, kita akan memasuki ruangan cryogenic dengant temperatur super dingin selama satu sampai tiga menit. Sebelum masuk, kita harus memakai perlengkapan lengkap termasuk sarung tangan, masker wajah, kaus kaki, sepatu, dan headband untuk menutup bagian telinga kita. Reaksi kejut ketika tubuh kita tiba-tiba dihadapkan pada kondisi super dingin diyakini mampu menghilangkan racun dan mengurangi peradangan tubuh. Selain itu terapi ini juga bermanfaat untuk orang yang mengalami gangguan tidur, stres, dan beberapa kondisi kulit seperti psoriasis. Salah satu tempat yang menawarkan terapi ini adalah Hotel Haikko Manor and Spa di Finlandia yang dilakukan dengan pengawasan staf-staf yang sudah terlatih.


    6. Halotherapy

    Halotherapy atau yang disebut juga terapi garam dipercaya baik untuk mereka yang menderita asma, masalah sinus, dan bahkan pencernaan. Dalam terapi ini, kita akan memasuki gua garam yang sengaja dibuat khusus dan di dalamnya kita hanya perlu duduk di kursi yang nyaman, mendengarkan musik yang menenangkan, dan mungkin membaca buku atau tidur sebentar sambil menghirup partikel garam yang terdapat di udara. Selenium yang ditemukan pada garam juga dipercaya bisa memperlambat proses penuaan alami kulit. Polandia menjadi destinasi utama untuk mencoba terapi unik ini, namun terapi garam juga bisa ditemukan di Australia dan Amerika Serikat.


    7. Pijat Venik

    Pijat Venik merupakan perawatan tradisional Rusia di mana rangkaian daun pohon ek atau birch akan dipukulkan ke punggung kita berulang kali. Hal tersebut dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme serta mengurangi penuaan alami pada kulit. Biasanya terapi ini bisa kita temukan di pemandian khas Rusia yang disebut “banya” yang panas seperti sauna. Prosesnya meliputi dipijat dengan lembut lalu kulit kita yang sudah dibaluri minyak akan dipukul dengan rangkaian daun yang sudah direndam dengan air hangat sebelumnya. Selesai pijat, kita pun akan diminta untuk berendam di kolam air dingin.

    Bagaimana Cosmo babes? Kamu paling penasaran ingin mencoba terapi yang mana nih?

    (Alexander Kusumapradja/Image: Engin Akyurt via Unsplash)