Better You

10 Buku Tentang “Relationship” yang Wajib Masuk Daftar Bacaan Kamu!

  by: Redaksi       11/12/2021
  • Relationship bisa membuat kita merasakan banyak hal. Berantakan, terkadang membuat kita overwhelming, di banyak waktu terasa luar biasa, membingungkan, dan berbagai hal lainnya. (Sayangnya, inilah yang terjadi, tak peduli seberapa banyak pengalaman yang kamu miliki.) Tapi bukan berarti kamu harus memproses itu sendirian.

    Cosmo punya solusi untuk menavigasi semua perasaan ini: tumpukan buku klasik!

    Yup, sebagai pihak yang sering menggunakan buku untuk memperbaiki hampir semua hal dalam kehidupan, izinkan Cosmo untuk memberikan daftar bacaan bagus dari para penulis yang bisa membuat perasaan kamu 100 persen lebih baik.



    Karena dengan membaca, kamu tidak hanya diberi alat untuk memproses hubungan kamu sendiri, tetapi buku juga akan berfungsi sebagai pengalih perhatian dari Dunia Nyata. Dan jujur saja, dengan membaca kisah cinta antara dua karakter fiksi saja dapat membantu memproses masalah kamu sendiri dengan lebih baik. (Seriously, cobalah!)

    Di bawah ini merupakan beberapa novel klasik, beberapa mungkin lebih baru, ada yang sepenuhnya fiksi, dan beberapa menggunakan pendekatan yang lebih teknis, tapi percayalah, semuanya pasti worth it untuk ditambahkan ke dalam daftar bacaan kamu!


    1. “Americanah” oleh Chimamanda Ngozi Adichie


    Jika memang bisa, Cosmo akan memasukkan “Americanah” ke semua daftar karena ini adalah bacaan yang luar biasa. Bercerita tentang kisah Ifemelu dan Obinze, yang meninggalkan Nigeria menuju Barat - Ifemelu berada di Amerika Serikat dan Obinze di Inggris. 15 tahun kemudian mereka bertemu, dan semua gairah dan emosi yang mereka rasakan sebelumnya kembali. (Cuma dengan memikirkannya saja, Cosmo sudah terisak, hiks hiks.)


    2. “To All the Boys I’ve Loved Before” oleh Jenny Han


    Kamu mungkin sudah menonton versi Netflix-nya dan jatuh cinta dengan Noah Centineo pada musim panas yang membingungkan, tapi jika kamu belum membaca “To All The Boys I’ve Loved Before” yang ditulis oleh Jenny Han, kamu melewatkan banyak hal. Kamu akan mendapatkan semua pemikiran di balik karakter Lara Jean saat ia harus berurusan dengan kenyataan di mana semua lelaki yang ia kagumi mengetahui perasaannya secara bersamaan. Yikes.


    3. “Why We Love The Way We Do” oleh Preeti Shenoy


    Preeti Shenoy adalah salah satu dari lima penulis terlaris di India. Dalam bukunya “Why We Love the Way We Love”, ia menggabungkan koleksi esainya yang membahas mengenai hubungan cinta dengan topik seperti, “Bagaimana kamu harus mengirim pesan pertama” dan “Mengapa putus cinta begitu menyakitkan?” Ia lucu, berwawasan luas, dan semuanya. Plus, jika kita bisa mendapatkan saran hubungan dari penulis wanita paling sukses di India, kenapa tidak?


    4. “Heart Berries” oleh Terese Marie Mailhot


    Di buku “Heart Berries” ini, Terese Marie Mailhot menulis tentang pengalaman rawat inapnya setelah didiagnosis PTSD (Post-traumatic Stress Disorder) dan gangguan bipolar. Buku ini juga bercerita tentang hubungan Mailhot dengan orang tuanya, dan sebagian besar tentang hubungan romansanya yang gagal. Kesimpulannya: Membaca cerita perjuangan Mailhot menemukan jalan kembali ke dirinya sendiri sudah cukup untuk menginspirasi setiap pembaca.


    5. “If Beale Street Could Talk” oleh James Baldwin


    Jika kamu belum pernah membaca setiap buku James Baldwin, kamu ke mana saja??? ”If Beale Street Could Talk” adalah kisah cinta klasik yang juga bersinggungan dengan ras, kelas, dan menjadi dewasa. Kekasih Tish, Fonny, dipenjara setelah dituduh melakukan kejahatan yang tak ia lakukan—sementara Tish yang masih berumur 19 tahun harus memberi tahu orang tuanya bahwa ia mengandung anak Fonny. Kamu akan dibawa naik roller coaster emosi ketika melihat keduanya saling merindu saat mati-matian melawan institusi rasisme yang telah memisahkan mereka.




    6. “Like Water for Chocolate” oleh Laura Esquivel


    “Like Water for Chocolate” adalah kisah cinta yang berlatar Revolusi Meksiko. Seorang gadis muda bernama Tita jatuh cinta pada Pedro, tetapi mereka tidak bisa bersama karena sebuah tradisi di mana putri bungsu tidak dapat menikah dan harus merawat ibunya sampai ia meninggal. Buku ini bercerita tentang bagaimana Tita berjuang untuk menjaga perasaannya, terutama saat Pedro akhirnya menikah dengan kakak perempuannya.


    7. “If You Come Softly” oleh Jacqueline Woodson


    “If You Come Softly” merupakan kisah cinta yang indah antara seorang pemuda Kulit Hitam dan gadis Yahudi yang jatuh cinta, meskipun seluruh dunia memiliki rencana lain untuk mereka. Kisah ini tidak hanya menggambarkan perjuangan yang datang dari hubungan antar ras, tetapi juga merayakan perbedaan yang datang dalam keberagaman.


    8. “The Other Half of Happy” oleh Rebecca Balcárcel


    The Other Half of Happy” milik Rebecca Balcárcel merupakan kisah yang menghangatkan hati tentang seorang perempuan muda Quijana yang mencoba mencari tahu apa yang membuatnya merasa lengkap. Sepanjang perjalanan, ia menemukan dirinya jatuh cinta kepada Jayden, tetapi ia tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk memberitahu bagaimana perasaannya. Jika kamu tertarik untuk membaca kisah cinta monyet sekaligus pemberdayaan perempuan yang kuat, ini adalah buku yang tepat untukmu.


    9. “Their Eyes Were Watching God” oleh Zora Neale Hurston


    “Their Eyes Were Watching God” adalah salah satu buku bacaan yang akan membuat kamu merasakan segalanya. Kisah cinta yang diterbitkan pada tahun 1937 ini masih bisa membuat mata Cosmo sembap di tahun 2021. Dari mulai topik tentang ras, cinta hingga kehilangan, buku ini memiliki semuanya.


    10. “ The Forty Rules of Love” karya Elif Shafak


    Jika kamu menyukai puisi-puisi yang ditulis oleh Rumi, kamu juga akan jatuh cinta pada buku berdasarkan ajarannya ini. “The Forty Rules of Love” mengangkat dua cerita: Yang pertama tentang Rumi dan mentor spiritualnya dan yang kedua tentang Ella Rubenstein. Buku ini tidak selalu melulu tentang cinta, tetapi juga membahas mengenai hubungan kamu dengan orang lain.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Tri Yuliati / VA / Image: Dok. Goodreads)