Love & Sex

Mengenal Situationship, Hubungan Romantis Tanpa Komitmen

  by: Kissy Aprilia       13/12/2021
  • Ketika kamu menjalankan hubungan romantis dengan seseorang, dan momen ini diresmikan lewat ‘pernyataan cinta’ dari kedua belah pihak, kamu mengetahui secara jelas bahwa kamu dan si dia berada dalam status ‘relationship’. Lalu bagaimana statusnya jika kamu menjalankan hubungan romantis dengan seseorang dalam alur yang konsisten, namun tidak pernah ada pernyataan resmi—atau bahkan si dia tidak pernah memperkenalkanmu kepada publik?


    Apa Itu Situationship?

    It’s called ‘situationship’. Dalam hubungan ini kamu dan dia menjalankan peran yang sama layaknya status relationship. Akan tetapi, ada kalanya hubungan ini terasa ambigu, tidak ada penyebutan kata ‘pacar’ meskipun kalian sering menghabiskan waktu bersama. Nope, situationship tidak seperti hubungan friends-with-benefits, karena pada dasarnya ada keterikatan emosional yang lebih dalam situationship.



    “Situationship dapat didefinisikan sebagai hubungan romantis yang dijalankan tanpa komitmen, dan tidak terasosiasikan dengan norma ataupun ekspektasi di kemudian hari.”

    Menurut seorang sosiolog untuk aplikasi kencan online Tinder dan Bumble, Jess Carbino, PhD, situationship dapat didefinisikan sebagai hubungan romantis yang dijalankan tanpa komitmen. Misalnya: kamu dan si dia sudah melakukan kencan beberapa kali, namun masih terlalu cepat untuk membahas status secara resmi. Yup, sejujurnya tidak ada kepastian akan tujuannya. Alasannya pun berbeda secara personal. Dan karena didasari oleh perasaan nyaman satu sama lain, hubungan tanpa status ini pun menjadi hal yang umum.



    Tidak Ada Tuntutan Dalam Situationship 

    Maraknya tren aplikasi online dating menjadi awal mula terciptanya situasi ini. Seorang professional matchmaker asal Los Angeles, Christie Tcharkhoutian, PhD, LMFT, juga berpendapat hal yang sama. Menurutnya, banyak sekali pilihan pasangan di aplikasi online dating, dan hal ini membuat individu semakin sulit berkomitmen dengan satu orang saja. 

    Bagi sebagian orang, menjalankan hubungan tanpa status terasa menyenangkan, seksi, memberi kepuasan tersendiri, bahkan kebebasan. Selain itu, Tcharkhoutian mengungkapkan bahwa situationship memberikan waktu lebih banyak untuk mengenal seseorang tanpa ada tuntutan untuk menentukan pilihan.




    Muncul Perasaan Emosional

    Jika tujuannya adalah untuk mencari pasangan jangka panjang atau setidaknya melanjutkan hubungan ke status ‘relationship’, munculnya perasaan emosional adalah tanda yang baik. Namun pada kenyataannya, seringkali ada satu pihak yang kesulitan mengontrol emosi dan mulai mengharapkan hubungan yang lebih.

    Secara psikologis, ini adalah reaksi alami yang terjadi dalam tubuh jika sering menjalankan momen intimate dengan orang yang spesial. Kamu tidak dapat menahan pelepasan hormon pengikat oksitoksin saat melakukan hubungan seksual, cuddling, atau bahkan hanya sekadar berpelukan. Yup, ini bukan lagi karena zodiak kalian cocok! Setelah perasaan emosional itu terbentuk, status situationship menjadi complicated. Kamu mulai merasa terabaikan karena si dia tidak menginginkanmu secara utuh. 


    Apa Keuntungan Dari Situationship?

    • Ini adalah kesempatan untuk mempelajari pengembangan diri. Kamu dapat mengeksplorasi pengalaman kencan secara umum, mempelajari cara berinteraksi dengan romantis,.
    • Kamu memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan dan mencari apa keinginanmu yang sebenarnya. Dalam menjalankan situationship, kamu bisa memprioritaskan kehidupanmu tanpa perlu perizinan pasangan. The choices you make are yours alone. 
    • Situationship memungkinkan adanya momen intimate yang menguntungkan bagi kedua pihak, tanpa perlu komitmen yang lebih serius. 


    Apa Situationship Menimbulkan Kerugian?

    • Meskipun kamu memiliki seseorang yang sering menemanimu, tidak berarti ia memberikanmu dukungan yang stabil dan konsisten. Yup, dalam hubungan yang bahkan belum jelas arah dan tujuannya ini, sebaiknya kamu tidak bisa mengharapkan dukungan emosional secara lebih. 
    • Jika mulai terbawa perasaan, dan si dia tidak juga memperlihatkan lampu hijau, kamu mungkin akan mempertanyakan bahkan meragukan nilai diri sendiri.
    • Semuanya terasa ambigu dan membuat anxiety. Kamu juga tidak dapat membaca dengan jelas apa maksud dari segala sikap yang dia lakukan, karena semuanya tidak pasti.
    • Situationship dapat memicu konflik bila ada satu pihak yang merasa bahwa hubungannya tidak menunjukkan kemajuan. Saran Cosmo, katakan apa ekspektasi dan harapanmu sebelum terjebak dalam situationship!


    (Kissy Aprilia, images: Unsplash.com)