Better You

Ini Cara Terbaik Meredakan Demam dalam Waktu 24 Jam!

  by: Giovani Untari       14/12/2021
  • Ada kalanya kita telah mengatur sedemikian rupa seluruh jadwal harian (hello, busy babes!), namun tiba-tiba saja satu hal yang tak diinginkan muncul di mana kamu mendadak terserang demam dan tidak bertenaga bahkan hanya untuk sekadar bangun dari tempat tidur dan ke toilet.

    Situasi emergency seperti ini memang cukup menyebalkan. Tetapi sering kali, kita sendiri pun tidak peka apabila tubuh memberi sinyal bahwa sedang mengalami infeksi dan harus beristirahat.




    So babes, sebelum kamu panik... ini dia sejumlah cara terbaik untuk meredakan demam dalam waktu 24 jam. Good luck and get well soon!



    8 pagi: diagnosa pribadi

    Tidak yakin apakah kamu sebenarnya kelelahan karena terlalu over bekerja atau sungguh sakit? Dr Jason Jones, seorang dokter di Leeds Nuffield Health Hospital mengatakan, “Apabila Anda mengalami demam (di atas 37,5° Celcius), diare, batuk berat, hidung tersumbat, dan sakit kepala, jangan pergi bekerja / beraktivitas seperti biasanya. Itu adalah sejumlah tanda tubuh Anda sedang melawan infeksi yang ada. Memaksakan diri hanya akan membuat kondisi tubuh Anda semakin memburuk. Akhirnya Anda justru sakit lebih lama dari seharusnya.”


    9 pagi: minum air lebih banyak

    Menjaga agar tubuh tetap terhidrasi adalah cara terbaik untuk meredakan demam secara lebih cepat. “Mulailah dengan minum segelas jus jeruk atau vitamin C untuk meningkatkan sistem imun tubuh,” saran Dr Jones.

    “Setelahnya, minum segelas air dan konsumsi air putih paling tidak delapan gelas pada hari tersebut. Air putih dapat membuang racun dalam tubuh. Dan saat demam, Anda jelas tetap harus mengganti asupan air yang hilang karena berkeringat.”  Kalau demammu disertai hidung tersumbat dan migrain, mengalami dehidrasi jelas bisa membuat kondisinya semakin parah.




    10 pagi: konsumsi pereda nyeri

    Jangan berpikir bahwa kamu bisa mengatasi masalah ini seorang diri, dear! Dr Jones mengatakan, “Paracetamol dan ibuprofen membantu meredakan demam dengan menurunkan suhu tubuh dan memastikan bahwa tubuh tidak kekurangan lebih banyak cairan sehingga kita tidak terlalu merasakan sakit. Konsumsi pereda nyeri di pagi hari dan lanjutkan empat jam setelahnya.” 


    12.30 siang: isi tenaga saat makan siang

    “Anda butuh untuk mengisi kembali asupan vitamin untuk sistem imun tubuh,” saran Dr Jones. Coba konsumsi sup ayam hangat yang sejak dahulu dipercaya untuk membuat kondisi tubuh lebih baik saat sakit.

    “Protein di daging ayam membantu mengembalikan imun tubuh, sedangkan bawang berkhasiat melawan infeksi dan kaldu di sup juga dapat membuang racun tubuh.” Pilih buah pisang sebagai snack, karena mengandung potasium yang baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh.






    3 siang: tidur siang

    Kamu butuh beristirahat, tetapi jika kamu tidur sepanjang hari maka nantinya kamu akan terbangun sepanjang malam dan itu akan membuat kondisinya semakin buruk. 

    “Sebaiknya Anda tidur siang tidak lebih dari 40 menit. Karena apabila tidur siang dengan durasi terlalu lama, Anda akan terbangun dengan kepala pusing,” tukas Angela Chalmers, seorang apoteker Boots. 


    5 sore: bergeraklah sedikit

    Jika kamu sudah merasa membaik, cobalah untuk berjalan 10 menit di sekitaran rumah / kamar saat menjelang malam. “Pergerakan kecil seperti berjalan akan membantu tubuh berfungsi dengan lebih efektif dan mempercepat penyembuhan,” saran Dr Jones. Apabila kamu memang merasa kuat tidak ada salahnya berjalan sebentar ke minimarket terdekat di sekitarmu – siapa tahu kamu juga bisa merasa lebih baik dengan shopping.


    9 malam: tidur malam lebih cepat

    “Tidurlah lebih cepat dari biasanya, sebaiknya satu jam lebih cepat dari jam tidur Anda biasanya agar rutinitas Anda tetap terjaga dan bisa lebih pulas,” tutur Dr Jones. Tidur paling tidak selama delapan jam supaya tubuh Anda bisa memiliki waktu yang cukup untuk memproduksi hormon penting untuk masa pemulihan.






    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh penulis / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok.  Polina Tankilevitch from Pexels, JESHOOTS.com from Pexels, Karolina Grabowska from Pexels, EKATERINA BOLOVTSOVA from Pexels).