Lifestyle

10 Rahasia di Balik Layar dari “The Witcher Season 2”

  by: Givania Diwiya Citta       22/12/2021
  • Jika kamu sudah amat bersabar menunggu kehadiran musim kedua The Witcher, maka kamu layak bersuka cita sekarang karena serial ini telah tayang di Netflix pada 17 Desember!


    Namun sebelum kehadiran musim kedua ini, Cosmo sudah berbincang terlebih dahulu dengan para aktor utama Freya Allan, Joey Batey, Anya Chalotra dan sang produser eksekutif Lauren Schmidt Hissrich untuk membocorkan beberapa rahasia dari balik layar The Witcher. Kalau kamu merasa benar memahami apa yang terjadi di serial ini, coba pikirkanlah lagi setelah membaca 10 rahasia berikut ini…




    1. Para pemeran sangat antusias dengan latar medieval

    Ya, latar medieval di acara ini mengartikan bahwa kenyataan di balik layarnya tak semewah yang kamu harapkan. “Kami selalu berlumpur dan kedinginan,” jelas Joey Batey, yang memerankan Jaskier, sambil menambahkan, “Itu cukup medieval, ‘kan?”



    “Saya juga meminta wine medieval sungguhan untuk diminum,” lanjutnya. “Namun mereka tak memberikannya. Saya patah hati… Musim selanjutnya, saya akan mabuk terus saja,” candanya.


    Sementara itu, Freya Allan yang memerankan Princess Ciri berbagi caranya untuk melebur dengan latar ini, “Saya mendengarkan soundtracks dari film atau acara TV fantasi lainnya, terkadang, itu bisa membuat saya menyatu dengan vibe yang ada, dan membuat saya bersemangat.”




    2. Joey Batey bisa memainkan lute sebelum mendapat peran Jaskier

    Pernah penasaran apakah Jaskier alias aktor Joey Batey sungguh bisa memainkan lute seperti di acara? Ternyata jawabannya adalah iya.


    “Saya sebenarnya sudah belajar memainkan lute bahkan sebelum acara ini digagas,” jelas Joey. “Dulu saya punya pekerjaan untuk memainkannya. Dan saya memelajari lute untuk keperluan lain, namun ketika proses audisi berlangsung, mereka menanyakan, ‘Bisakah kita menemukan seseorang yang bisa memainkan lute?’ Saya cukup yakin saya adalah satu-satunya orang di London yang bisa memainkannya.”


    “Saya memang bukanlah pemain lute profesional, tapi saya bisa menyamar menjadi salah satunya,” lanjutnya sambil tertawa, “Saya banyak mendapat permintaan “mainkan Wonderwall!” di lokasi.”


    3. Para produser membaca teori penggemar tentang acara ini

    Ada banyak sekali teori penggemar tentang The Witcher, dan para produser mengaku bahwa mereka pun sungguh membacanya.


    Produser eksekutif Lauren Schmidt Hissrich menjelaskan, “Saya senang berinteraksi dengan penggemar secara daring, terutama di Twitter atau Instagram. Saya sangat aktif. Terkadang saya akan membaca teori mereka tentang bagaimana titik dalam cerita akan terhubung. Saya bahkan membaca artikel seperti ‘ini yang kami rasa akan terjadi’. Saya pun jadi terpikir ‘sungguh akan begitu? Itu gila.’”


    “Namun kami tak membiarkan ini masuk ke jalan cerita,” lanjutnya. “Menyenangkan saja melihat betapa bergairahnya para penggemar tentang dunia serial ini, dan bahwa mereka bisa mengombinasikan cerita karangan mereka dengan teori mereka. Itu sungguh hebat.”





    4. Para pemeran selalu membuat satu sama lain tertawa di lokasi

    Para pemeran yang akhirnya kembali bersama di lokasi setelah masa lockdown, memiliki banyak keseruan yang didapatkan.


    “Kami selalu tertawa dan bercanda,” ujar Freya.


    Sementara itu, Joey menjelaskan bagaimana ia dan sang aktor utama Henry Cavill mencoba saling membuat satu sama lain tertawa selama syuting, ia menyebutkan, “Henry mencoba bercanda dengan saya… Dan saya selalu membuatnya tertawa, biasanya saat syuting suatu adegan besar.”


    “Saya bahkan bisa percaya bahwa di salah satu adegan pada musim kedua ini, Anda bisa melihat saya tertawa akan sesuatu yang Henry lakukan, karena ia bisa memalingkan muka dari kamera lalu memasang wajah jenaka, dan untuk beberapa alasan, para editor menyimpannya. Saya hanya bisa bilang, ‘cukup adil, oke bagus’.”


    5. Para aktor harus membayangkan monster CGI selama syuting

    The Witcher menampilkan cukup banyak monster, dengan CGI yang berarti para aktornya harus berimajinasi sendiri tentang makhluk yang mereka hadapi ketika syuting.


    “Anda harus membiarkan imajinasi jadi liar,” jelas Anya Chalotra yang memerankan Yennefer.



    “Rasanya seperti kanak-kanak kembali. Semua punya monster versi mereka sendiri di kepala, dan lucu ketika akhirnya bisa melihat monster yang sudah dianimasikan di acara, kami bilang ‘oh, saya tak tahu saat itu lari dari monster apa, tapi di pikiran saya bukan jenis monster itu,’” ia pun tertawa. “Ya, itu selalu seru.”


    6. Ada banyak luka selama syuting dan saat tak syuting

    Dengan banyaknya pemain pengganti di acara ini, artinya ada banyak luka juga yang terjadi saat syuting atau selama tak syuting.


    “Henry [Cavill] pernah terluka di hamstring,” ungkap Anya, Joey pun menambahkan, “Kakinya saat itu kesakitan.”




    Ditambah, ada banyak juga luka ketika sedang tak syuting, Joey mengungkapkan, “Kim [Bodnia] pernah mengiris tangannya tepat sebelum ia harus beradegan kelahi… Ia padahal hanya sedang memasak, dan saat ia datang ke lokasi syuting, ia tak bilang tentang itu pada siapapun.


    “Kami menyadari bahwa ia terluka karena ia berdarah ketika beradegan memegang pedangnya. Lalu semua orang bilang, “Jangan memaksakan ini, Kim.’ Namun ia tetap bertekad dan bersemangat untuk melakukan adegan kelahi.”


    Ouch.


    7. Para pemeran berkolaborasi dengan desainer kostum, Lucinda Wright, untuk penampilan mereka

    Selain para pemeran pengganti serta CGI yang hebat, kostum The Witcher juga mengagumkan, lho.


    Para pemeran pun mengungkapkan kekagumannya terhadap desainer kostum Lucinda Wright, Joey menjelaskan, “Ia sangat terbuka terhadap banyak ide dan masukan… Kami pun ikut bersemangat setelah syuting musim pertama untuk memberi ide pada kostum. Kami ingin terlibat.


    “Jadi saya bilang, ‘Bolehkah saya mengenakan coat panjang yang swishy?’ dan ‘Saya membawa kalung saya sendiri, mungkin akan cocok’. Dan ia pun bilang, ‘Ya!” lalu ia membuat ide saya jadi semakin bagus. Saya membayangkan ia pun melakukannya dengan semua orang, pasti amat melelahkan.”


    8. Freya Allan awalnya hanya akan memerankan peran kecil

    Meski Freya Allan sempurna memerankan Ciri, namun ternyata awalnya ia hanya mendapat peran kecil.


    “Kami kesulitan menemukan pemeran untuk Ciri,” ujar produser Lauren Schmidt Hissrich. “Ia awalnya ditulis sebagai perempuan usia 11 tahun, dan kami pun terus mencari pemerannya, sampai akhirnya kami terpikir tentang larangan produksi untuk syuting dengan anak-anak, karena pasti akan ada pembatasan waktu untuk syuting.



    “Kami pun mulai mencari pemeran yang lebih tua dan saya belum menemukan seseorang yang cocok. Sophie Holland, casting director kami, bilang ‘Coba tinjau lagi seseorang yang sudah kita cast’. Dan ternyata kami sudah cast Freya Allan untuk satu episode di mana ia memerankan Marilka. Ia sungguh… ia bisa berinteraksi dengan Geralt, hanya di satu adegan itu dan perannya pun selesai.”


    Lauren melanjutkan, “Freya pun dipanggil kembali dan ia bingung, ‘Saya tak mengerti, apakah saya kehilangan peran itu? Apakah saya dipanggil hanya untuk itu?’ Ia pun datang hari itu dengan mengenakan kaus belang dan jeans baggy, dan ia memang masih anak-anak. Namun punya jiwa yang hebat. Kami memintanya untuk membacakan satu adegan, dan kami bersyukur telah menemukannya. Saya yakin ia saat itu berpikir bahwa ia telah mengacaukan pekerjaannya. Padahal kami menentukan peran besarnya pada hari itu.”


    9. Para pemeran melakukan sedikiiit kesalahan saat syuting

    Tentu saja, kesalahan pasti terjadi di lokasi, tak terkecuali untuk The Witcher.


    Sambil mendeskripsikan kesalahan kecil dari lawan pemain, Kim Bodnia, Freya menyebutkan, “Saya sedang syuting adegan yang sulit, dan ada momen besar di mana Geralt, Vesemir, dan Coen akan masuk. Mereka pun melihat bahwa Ciri sedang dalam kesulitan, dan itu adalah momen besar untuk mereka.”


    “Kim belum tahu bahwa mereka seharusnya melihat ke tanda hijau, bukan melihat ke arah saya,” lanjutnya. “Jadi ketika syuting adegan itu dimulai, Kim benar-benar melihat ke arah yang salah dibandingkan yang dilakukan Henry dan Yas. Jadi itu lucu sekali.



    “Tapi itu artinya saya harus mengulang adegan kembali… Saya berusaha untuk memberi mereka reaksi terhadap momen itu, jadi saya harus melakukan adegan beberapa loncatan. Dan itu semua harus diulang karena Kim salah melihat arah… ia tak mendengarkan, sungguh tak profesional,” candanya.


    10. Musim ketiga sudah dikonfirmasi, dan kita bisa mengharapkan hal yang besar

    Ya, jika segala kegirangan terhadap musim kedua belum cukup, maka cerialah, karena The Witcher musim ketiga sudah dikonfirmasi!


    “Yang saya tahu, saya sangat bersemangat untuk melakukannya, sungguh,” ujar Joey, sementara Anya bilang, “Kami tahu akan ke mana arah ceritanya.”


    “Ya, kami tahu beberapa,” lanjut Joey, “Dan Lauren [Schmidt Hissrich] memandu kapal ini dengan kebaikan hati… dan semangat kolaborasi. Ya, jadi kami bersemangat untuk hal ini.”


    Sang produser pun turut buka suara tentang apa yang bisa kita harapkan dari musim ketiga, Lauren menjelaskan, “Proses penggarapannya sudah dimulai, para penulis sudah hampir menyelesaikan naskahnya.”


    Ia melanjutkan, “Musim ketiga akan sangat seru karena ia berbasis dari buku favorit saya di serial ini, yaitu Time of Contempt. Nyatanya, banyak hal yang kami lakukan di musim kedua adalah untuk mendasari musim lanjutannya. Akan ada banyak hal yang terjadi. Banyak yang akan tiada. Ini adalah turning point yang besar, baik untuk serial ini ataupun jalan ceritanya, begitu pula untuk benua The Witcher ini.”


    Cosmo jadi tak sabar!


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Images: Instagram.com/witchernetflix / Emily Gulla)