Better You

Semua yang Perlu Kamu Tahu Soal Shadow Self

  by: Alexander Kusumapradja       20/12/2021
  • Cosmo babes, pernah tidak sih kamu melihat kembali postingan medsos terdahulumu dan merasa cringe sendiri dengan salah satu sikap atau kepribadianmu yang mungkin baru kamu sadari sekarang saat melihat foto atau videonya lagi? Ketika kamu menyadarinya, kamu pun merasa malu dan ingin takedown atau set as private postingan tersebut.

    Dalam astrologi dan psikologi, sisi yang ingin kamu sembunyikan itu disebut dengan istilah “shadow self”. Ibarat “dark side” yang ada di diri semua orang, kita mungkin tak bisa mengalahkannya tapi kita bisa belajar berdamai dengan sisi gelap ini untuk mengenal diri kita seutuhnya.

    Shadow self sendiri sebetulnya bukan musuh dalam diri kita sendiri tapi lebih seperti versi lain kita yang terluka, takut, atau marah. Bila kita bisa memahami dan berdamai dengan semua emosi tersebut, kita akan sadar kalau mereka tetap bagian dalam pribadi kita.



    Berikut ini adalah semua yang perlu kamu tahu tentang “shadow self” dan bagaimana hidup dalam harmoni dengan sisi kepribadianmu yang satu ini.



    Apa yang Dimaksud “Shadow Self”?

    Konsep tentang “shadow self” sendiri berasal dari ilmu psikologi. Psikolog terkenal Carl Jung yang studinya berfokus pada psikis bawah sadar manusia menulis ide soal shadow self di tahun 1960-an. Ia percaya kalau alam bawah sadar kita terdiri dari beberapa lapisan atau tingkat dari kepribadian kita yang disebut sebagai arketipe yang meliputi: persona, self, anima atau animus, dan shadow self. Jung percaya kalau setiap orang punya shadow self masing-masing yang kontras dengan “sisi terang” mereka, atau sisi yang mereka tampilkan di depan orang lain. Shadow self merepresentasikan sikap atau sifat diri kita yang kita rasa kurang pantas untuk ditunjukkan ke orang lain atau bagian dari kepribadian kita yang tidak kita sadari.

    Shadow self biasanya menyimpan sifat-sifat seperti egois, dorongan impulsif, rasa dengki, serakah, tidak percaya, dan sifat-sifat serupa lainnya. Merupakan hal yang umum bagi orang untuk meredam shadow self ini atau bahkan berusaha tidak mengakuinya sama sekali (misalnya saat kamu berusaha meyakini diri sendiri bahwa kamu tidak merasa cemburu kalau si mantan sudah jadian dengan orang lain).

    Sesuai namanya, shadow self ibarat bayangan yang mengikuti diri kita mungkin tanpa pernah kita pikirkan secara serius. Seperti halnya bayangan yang bisa dibilang merupakan perpanjangan dari tubuh kita, begitu juga shadow self yang merupakan ekstensi dari kepribadian dan mental kita. Mereka adalah bayangan dari luka yang kita bawa ke mana-mana, meskipun seringkali tak kita sadari.


    via GIPHY

    Apa Peran Shadow Self dalam Astrologi?

    Kalau kamu termasuk orang yang suka mengulik astrologi, kamu mungkin menyadari ada persamaan antara arketipe dalam teori Jung dengan zodiak dalam astrologi yang bisa di-breakdown jadi beberapa tipe seperti cardinal, mutable, dan fixed serta elemen (tanah, udara, api, air), selain tentunya kepribadian dan motivasi yang melekat pada setiap zodiak atau arketipe mereka.

    Contohnya, Libra dikenal sebagai diplomat di antara zodiak lainnya, Sagittarius si petualang, atau Pisces yang kreatif, dan sebagainya. Setiap zodiak punya karakteristik unik masing-masing, namun sama seperti konsep sisi gelap dalam psikis kita yang dicetuskan Jung, setiap zodiak juga punya shadow self masing-masing yang merepresentasikan kebiasaan, sifat, atau sikap mereka yang kurang disenangi. Aries mungkin dikenal sebagai pribadi yang ambisius dan berani, namun mereka juga cenderung impulsif dan tergesa-gesa saat mengambil keputusan. Itulah yang disebut shadow self dalam zodiak.


    View this post on Instagram

    A post shared by evolve2love (@evolve2love)



    Apa Peran Shadow Work Dalam Astrologi?

    Untuk berdamai dengan shadow self, ada yang disebut dengan “shadow work” yang merujuk pada kesadaran kita akan shadow self yang kita punya berdasarkan refleksi ke diri kita pribadi yang personal dan mendalam. Shadow work berarti menyadari kalau ada sifat kurang menyenangkan pada zodiak kita, mengakuinya sebagai bagian dalam diri kita, dan berusaha secara sadar untuk lebih berempati pada mereka.

    Shadow work dalam astrologi bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti membaca kartu tarot, meditasi, refleksi diri, hingga membaca chart kelahiran kita. Dengan mengetahui chart kelahiran, kita bisa tahu zodiak kita, transitnya, dan posisi planetnya sehingga kita bisa mendapat insight lebih dalam tentang apa yang menjadi motivasi dari zodiak kita, baik yang positif maupun negatif. Tujuan dari shadow work sendiri bukan untuk menghilangkan shadow self, tapi menyeimbangkan sisi gelap dan terang dalam diri kita seperti yin dan yang agar tercipta harmoni.

    Dalam shadow work, kita menekankan pada self-awareness untuk memahami bagian mana dalam diri kita yang benar-benar autentik, dan mana yang kita kembangkan sebagai bentuk self-defense pada hal-hal yang melukai diri kita. Pada intinya, shadow work mengarahkan kita agar lebih menaruh perhatian pada apa yang kita lakukan, bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain, bagaimana kita bicara dengan diri sendiri, dan bagaimana tubuh kita merespons pada situasi dan orang-orang yang berbeda.


    Shadow self tersembunyi pada bagian yang gelap dan karena itu mungkin sulit untuk dipahami. Ego kita pun berusaha meyakinkan diri kita kalau kita 100% orang baik sehingga wajar kalau rasanya lumayan sulit untuk mengakui kalau kita punya bagian yang ingin disembunyikan dari orang lain maupun diri sendiri. Namun yang perlu diingat adalah kalau kita tak harus menghilangkan sisi tersebut, tapi justru merengkuhnya untuk menjadi diri yang lebih baik dan utuh.


    (Alexander Kusumapradja / Image: Allef Vinicius via Unsplash)