Better You

8 Tips Menghadapi Holiday Blues alias Depresi Masa Liburan

  by: Alexander Kusumapradja       22/12/2021
  • Menjelang akhir tahun, hawa-hawa liburan jelas sudah terasa nih Cosmo babes. Ada yang sudah tak sabar untuk merayakan akhir tahun dengan kondisi yang lebih kondusif dibanding tahun sebelumnya, namun ada pula orang-orang yang justru merasakan kesedihan menjelang musim liburan.

    Alasannya bermacam-macam. Ada yang karena mungkin belum bisa berkumpul dengan orang tercinta karena masalah kesehatan dan keamanan, ada yang sedang pusing memikirkan kondisi finansial, hingga masalah-masalah lain yang memberatkan psikologis kita sehingga rasanya memasuki musim liburan atau melihat orang lain excited justru membuat kita merasa sedih atau sebal.



    via GIPHY


    Perasaan depresi yang berhubungan dengan musim liburan atau biasa disebut juga holiday blues ternyata bukan hal yang terbilang aneh lho babes. Perasaan ini terutama muncul di masa-masa pergantian seperti Natal dan Tahun Baru atau Lebaran yang terkadang justru membuat kita merasa punya beban. Kita seolah merasa harus punya target baru atau menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya, belum lagi saat menghadapi rentetan pertanyaan dari keluarga dan sanak saudara tentang diri kita dan ekspektasi mereka. Hal-hal ini yang dapat memicu stres yang cukup tinggi saat musim liburan.

    Gejala paling umum dari holiday blues adalah depresi yang meningkat dan bisa terjadi pada siapa saja. Salah satu yang terlihat adalah kita jadi malas untuk beraktivitas sehari-hari seperti bangun dari tempat tidur, memasak, atau jalan-jalan keluar rumah. Gejala lain dari holiday blues meliputi: perasaan jadi lebih mudah lelah dari biasanya, kehilangan minat pada hal atau aktivitas yang biasanya membuatmu senang, hingga sulit berkonsentrasi.

    Untuk menghadapi stres atau depresi di musim liburan, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu coba:


    via GIPHY

    1. Tidur dengan cukup dan teratur

    Usahakan untuk tidur di waktu spesifik setiap malam. Tidur dengan waktu cukup dan pola yang teratur bisa bantu memperbaiki mood dan membuat kita merasa lebih siap untuk beraktivitas.


    2. Menghabiskan waktu dengan orang terkasih

    Dibanding melewatkan suasana liburan seorang diri di rumah dan kamu memang tak keberatan untuk berkumpul dengan orang lain, ini waktu yang tepat untuk berkumpul dengan orang terkasih yang artinya bisa bermacam-macam, dari mulai kekasih, keluarga, atau geng teman-teman terdekatmu. Intinya, habiskan waktu dengan orang yang membuat kita nyaman.


    3. Berolahraga secara rutin

    Dalam tubuh yang bugar, terdapat jiwa yang sehat. Jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kemalasan yang justru membuatmu makin depresi. Cukup dengan jalan kaki 10 menit sambil mendengarkan musik favorit lewat earphone bisa meningkatkan detak jantung dan memproduksi endorfin yang bisa memperbaiki mood.


    via GIPHY

    4. Belajar bilang “tidak”

    Kamu mungkin merasa tidak enak kalau menolak undangan pesta atau berkumpul, tapi memaksakan diri dan menyibukkan diri sendiri dengan komitmen yang sebetulnya tidak harus diiyakan hanya bisa membuatmu tambah stres dan mengarah ke emotional breakdown. Ini saatnya belajar bilang “tidak” dan teguh pada pendirianmu, serta sisihkan waktu berkualitas untuk dirimu sendiri.


    5. Terbuka pada tradisi baru

    Selama ini kita mungkin punya pakem tersendiri saat memikirkan apa yang harus dilakukan saat liburan. Namun, dengan adanya pandemi yang memengaruhi semua aspek kehidupan, mungkin ini saatnya bagi kita untuk meredefinisikan kembali arti liburan dan kegiatannya. Bila kamu merasa belum yakin untuk berkumpul-kumpul kembali, tak ada salahnya untuk memilih tetap berada di rumah dan merayakan pesta Natal atau Tahun Baru dengan cara lain, termasuk zoom party.




    6. Mendapatkan support bila sedang berduka

    Salah satu hal terberat yang menyebabkan holiday blues adalah ketika kita baru ditinggal oleh orang tercinta dan menyadari kalau kita tak bisa merayakan liburan bersama mereka lagi. Mungkin kita merasa akan lebih mudah kalau kita menyendiri dan bersedih dalam diam, namun tak ada salahnya untuk mengakui kalau kita butuh dukungan dan ditemani oleh orang terdekat seperti keluarga dan teman untuk memproses rasa kehilangan tersebut.


    7. Hindari makan terlalu banyak

    Namanya pesta liburan, kita akan dihadapkan dengan godaan makanan enak-enak yang dihidangkan atau memesan menu-menu favorit ke rumah. Padahal makan terlalu banyak juga tidak bagus untuk mood dan kesehatan kita secara umum. Usahakan makan secukupnya saja dengan menu yang seimbang agar tetap sehat.


    via GIPHY

    8. Membatasi asupan alkohol

    Pesta-pesta akhir tahun mungkin identik dengan pilihan minuman beralkohol, namun jangan sampai terbawa suasana atau sengaja minum banyak untuk melupakan kesedihanmu karena asupan alkohol yang terlalu banyak justru bisa memengaruhi mood dan memperkuat perasaan negatif yang sedang kita rasakan. Bila datang ke pesta yang menyajikan alkohol, batasi dirimu untuk minum satu atau dua gelas saja. Kalau kamu merasa tak akan sanggup menahan godaan, hindari menyimpan stok minuman alkohol di dalam rumahmu.


    (Alexander Kusumapradja/Image: Roberto Nickson via Unsplash)