THROWBACK HOUR14:00 - 15:00    
NOW PLAYING

Menemukan Romansa di Dunia Digital Lewat Aplikasi Kencan Bumble

BY GIVANIA DIWIYA CITTA 24 Dec 2021
Menemukan Romansa di Dunia Digital Lewat Aplikasi Kencan Bumble

Dengan hampir segala aspek hidup yang kini diakomodasi teknologi digital (ehm, termasuk budaya kencan hari ini), maka Cosmo bisa bilang bahwa metode online dating kian ramah, nyaman, dan accessible untuk dilakukan. Apalagi mengingat masa pandemi yang membuat kita mengkarantina diri, tak bisa dipungkiri bahwa kita mencari – dan menemukan – koneksi antar manusia, salah satunya adalah lewat aplikasi kencan. 


Yup, online dating sendiri bukanlah hal yang asing bagi budaya kencan modern di Indonesia. Bahkan tak sedikit dari kita yang memiliki bukti cerita nyata dari anggota lingkaran sosial yang sukses menjalin hubungan, pernikahan (hingga membesarkan anak!) lewat hasil online dating. Namun sejauh ini, dinamika kencan masihlah sama: Banyak wanita hebat di luar sana yang masih harus menunggu agar pria mengajak mereka kencan duluan, atau sesederhana untuk membuka obrolan di aplikasi kencan saat matched. Ugh, why though...




It’s Women Time to Make A Move

Lantas, bagaimana jadinya jika para wanita bisa mendefinisi ulang aturan gender kuno tersebut, dan bisa merayakan langkah pertama duluan? Inilah yang Cosmo temukan dari aplikasi kencan Bumble yang empowering, di mana hanya wanita yang bisa melakukan first move dalam memulai perbincangan dengan match yang ditemukan. Terlebih sejak kita hidup dalam gerakan #TimesUp dan #MeToo, diskriminasi gender telah jadi isu yang mengubah kesadaran sosial serta budaya. Itulah mengapa, dengan aksi sesederhana wanita melakukan first move dalam aplikasi kencan, menjadi salah satu perwujudan kesetaraan gender. 


Dengan memberi wanita kepercayaan diri dan ruang untuk berdaya dalam budaya kencan, hal ini bisa mengubah haluan dalam membangun hubungan yang bermakna, lho. Bagaimana tidak, perubahan ini akan membantu mengubah bahwa pria harus menanggung aksi pengejaran hingga penolakan, dan menyudahi posisi wanita dalam berdiam terus di pos ‘penantian’. Dengan sama-sama berdaya, sebuah pasangan justru bisa membangun hubungan yang jauh lebih sehat. Cosmo stands for this root!




Let’s Bumble Better

Sudah siap untuk bertemu banyak orang baru yang sama-sama berdaya? Get yourself a Bumble, bb. Aplikasi kencan ini menawarkan kesempatan untuk terhubung dengan orang lain secara mudah dan aman. Ya, yang Cosmo suka, Bumble memiliki fitur verifikasi foto yang akan melindungi kita dari pengguna palsu, hingga membuat proses kencan dan terhubung dengan orang lain secara online jadi lebih aman. Fitur ini akan memverifikasi profil kita serta orang lain, lewat berfoto selfie sesuai pose acak yang diminta oleh Bumble. Setelah diulas langsung oleh tim Bumble, pengguna akan mendapat konfirmasi dari verifikasi tersebut, dan jika ditolak, maka orang tersebut tak akan bisa melihat dan dilihat oleh siapa pun. Keamanan ini membuat proses swiping jadi lebih nyaman!


Belum lagi fitur keamanan Private Detector yang tak kalah penting – yaitu A.I. dari Bumble yang mampu secara otomatis mengaburkan foto tak senonoh yang dibagikan dalam chat. Kita akan diberi tahu bahwa kita dikirimi gambar yang bernilai tak pantas, dan kita bisa memutuskan apakah kita akan melihatnya atau block foto tersebut. Bahkan kita bisa melaporkan foto dan orang tersebut ke Bumble, lho!




Oke, kini saatnya merancang profil nan otentik untuk mulai terhubung dengan para potential matches. Psst, berekspresi diri di profil akan membuatmu atraktif sesuai dirimu yang sesungguhnya, lho! Pertama, isi profil dengan enam foto yang terdiri dari gambar dirimu dan gaya hidup yang kamu miliki. Semisal kamu adalah sang tipe artsy, mengapa tak coba unggah foto saat kamu berkunjung ke galeri seni yang hype itu? Atau jika kamu adalah pencinta anjing, take a fun selfie with your fur buddy!


Kemudian, isi Profile Badges untuk lebih memberi gambaran tentang bio kamu. Semisal cantumkan tinggi badan, zodiak, level pendidikan, apakah kamu ingin punya anak di masa depan, keyakinan dalam politik, apa yang kamu cari di Bumble, hingga kenyamanan kamu dalam berkencan selama COVID-19. Isilah dengan jujur, lalu beri detail gambaran kehidupan kamu pada section About Me. Tip Cosmo, tulislah secara positif hal-hal apa saja yang kamu sukai ketimbang memaparkan yang tak kamu sukai. Kamu bisa menuliskannya secara santai, serius, atau menggoda. Mungkin, “Saya penggila petualangan dan ingin bertemu seseorang untuk hiking bareng setelah pandemi usai,”?




Date Smarter in This Virtual World

Setelah mendapatkan match dan berkirim pesan satu sama lain, kamu mungkin bisa merasakan ~getaran~ koneksi itu. Namun untuk membuat hubungan ini lebih terpercaya – apalagi sebelum memutuskan untuk bertukar informasi kontak personal – kamu bisa mencoba fitur video chat dan voice call di dalam aplikasi Bumble. Yasss, kamu bisa melihat langsung antusiasme sang match ketika kalian berbincang tentang hobi masing-masing, hingga mendiskusikan rencana untuk bertemu ketika keadaan telah kondusif sepenuhnya. 


Menelepon atau membuat percakapan secara langsung bisa lebih memudahkan kamu mendapatkan teman-teman online yang bermakna, lho. Terutama di era digital yang serba dinamis, kembali melakukan aktivitas fisik seperti saling mendengarkan suara satu sama lain, itu amat membantu kita mendapatkan rasa terhubung yang sehat. Apalagi ketika masa pandemi yang membatasi kita bertemu dengan orang IRL, kencan virtual bisa jadi cara manis untuk memperkaya pengalaman menemukan romansa di era modern. Don’t you agree, girls?


Buat langkah pertamamu dengan Bumble sekarang! 


(Givania Diwiya / FT / Images: Lookstudio from Freepik; Gustavo Fring from Pexels; Cottonbro from Pexels)

Tags : Bumble
0 REACTIONS

Comments

Leave A Comment

POST COMMENT
What are you looking for?
Content of the popup
CLOSE