COSMOPOLITAN PLAYLIST00:00 - 06:00    
NOW PLAYING

9 Tips Bertemu Keluarga Kekasih untuk Pertama Kali

BY ALEXANDER KUSUMAPRADJA 23 Dec 2021
9 Tips Bertemu Keluarga Kekasih untuk Pertama Kali

Tidak hanya berhasil survive dari pandemi dua tahun terakhir ini, tapi kamu juga berhasil mendapatkan pacar baru dan sedang seru-serunya menjalin hubungan. Akhir tahun ini pun relatif lebih kondusif dibanding tahun sebelumnya sehingga memungkinkan untuk diadakannya pesta kecil atau sekadar berkumpul di malam Natal dan Tahun Baru walau tentu masih harus memerhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Dalam survei yang melibatkan 5.000 partisipan, perusahaan data dan teknologi Numerator mengungkap bahwa 80% orang berharap dapat merayakan kembali hari libur besar seperti Natal dan Tahun Baru bersama orang-orang terdekat mereka. Akhir tahun ini mungkin menjadi kesempatan bagimu untuk diperkenalkan ke keluarga kekasih untuk pertama kalinya yang jelas merupakan salah satu pengalaman yang bikin nervous tapi mau tak mau memang sebaiknya dilakukan demi memperlancar hubunganmu, terutama kalau memang berniat ke arah yang lebih serius.

Interaksi pertama antara kamu dan keluarga pacar bisa mengungkap banyak hal tentang hubungan kalian karena hal ini jadi level selanjutnya dalam keseriusan hubungan kalian, jadi sebaiknya memang jangan dianggap remeh dan siapkan diri kita sebelum hari H. Merupakan hal yang wajar bila kamu pun jadi overthinking seperti bagaimana ya caranya bikin first impression yang bagus? Perlu tidak kita bawa sesuatu? Bagaimana kalau kita tidak suka makanan yang mereka sajikan? Tenang Cosmo babes, berikut adalah beberapa tips bertemu keluarga kekasih untuk pertama kalinya di musim liburan kali ini.


via GIPHY

1. Kumpulkan informasi sebelumnya

Sama seperti saat kamu bersiap wawancara kerja atau excited untuk kencan pertama, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah fully prepared diri kita dengan segala persiapan dan informasi penting yang perlu kita tahu. Sebaiknya sempatkan waktu untuk duduk dan ngobrol serius dengan pasanganmu untuk membahas keluarganya dengan lebih mendalam seperti latar belakang mereka, seberapa dekat hubungan pasangan dengan keluarganya, sampai topik apa yang menarik atau justru sebaiknya dihindari saat bertemu mereka.


2. Berdiskusi dengan pasangan

Bertemu dengan orang baru untuk pertama kalinya, siapa pun itu, memang bisa membuat kita nervous, terlebih lagi bertemu keluarga pacar. Untuk menghadapi semua kecemasan dan ketakutan yang mungkin akan kamu hadapi, sebaiknya memang diskusikan semua yang mungkin membuatmu tak nyaman dengan pasanganmu. Sepakati juga gestur atau keyword yang jadi sandi kalian untuk berkomunikasi dengan pasangan saat mengalami situasi tertentu, termasuk signal saat kalian ingin minta pulang atau pamit dari acara.


via GIPHY

3. Jangan datang dengan tangan kosong

Walaupun pasangan bilang kita tidak usah membawa apa-apa, tapi memang sebaiknya kita tetap membawa sesuatu sebagai tanda apresiasi untuk undangan tersebut. Menurut pakar relationship, buah tangan yang aman kita bawa adalah buket bunga, bingkai foto, dessert (poin plus kalau buatan kita sendiri), atau sebotol wine kalau mereka termasuk yang minum wine. Kita pun bisa bertanya pada pasangan kita tentang apa hobi atau minat keluarganya atau restoran favorit keluarganya. Membawa buah tangan menjadi gestur kalau kita memikirkan dan menghargai mereka dan berterima kasih karena sudah diundang untuk menghabiskan waktu bersama.


4. Selalu siap menawarkan bantuan

Tamu adalah raja, dan mungkin banyak tuan rumah yang menolak basa-basi saat kita menawarkan bantuan. Namun selalu siap menawarkan bantuan tetap harus kita lakukan, sesederhana bantu menyiapkan meja atau membawa piring ke belakang, kontribusi apapun bisa jadi nilai plus kita di mata keluarga pasangan.


5. Bersikap netral dalam diskusi yang memanas

Dalam obrolan meja makan keluarga, apapun bisa terjadi, termasuk perdebatan yang tiba-tiba jadi serius seperti politik atau topik kontroversial lainnya. Sebagai tamu yang baru pertama kali datang, mungkin sebaiknya memang paling aman mengamati saja atau bersikap netral. Kita tak harus menghindari atau bersikap fake, kuncinya adalah memberikan statement secara padat dan singkat untuk memberi impresi yang jelas dan bukannya membela mati-matian pada pendapat pribadi kita.


6. Menghargai tradisi keluarga atau hari raya yang berbeda

Bila keluarga pasanganmu berasal dari latar belakang budaya atau agama yang berbeda denganmu, coba lah bersikap respek pada hal tersebut. Kita tak perlu mengorbankan kepercayaan kita sendiri tapi bagaimana caranya bisa melihat tradisi mereka dengan respek. Bila ada isu yang bertentangan dengan tradisi atau kepercayaan kita, sampaikan dengan sopan soal pandangan kita untuk bisa saling respek dan menghargai.


7. Siapkan rencana untuk pantangan makanan

Pantangan makanan seperti apakah kamu tidak mengonsumsi makanan tertentu karena alasan kesehatan atau kepercayaan termasuk hal yang jangan lupa didiskusikan dengan pasangan sebelum acara sehingga dia bisa memberi tahu keluarganya. Kita pun bisa menyiapkan diri dengan membawa menu makanan sendiri yang sekaligus bisa menambah pilihan menu di meja makan nanti.


via GIPHY

8. It’s OK kalau kalian memang tidak langsung akrab

Salah satu ketakutan terbesar adalah apakah keluarga mereka akan menyukai dan menerimamu atau tidak. Mencemaskan hal ini adalah hal yang valid, tapi pada akhirnya kita tidak bisa mengontrol apa yang akan orang pikirkan tentang kita. Bila kamu akhirnya merasa kurang nyambung atau nyaman dengan keluarga pasangan, terlepas dari usaha kerasmu, sebaiknya komunikasikan hal ini setelah kalian pulang dari acara tersebut. Tak semua orang bisa langsung bersikap hangat pada orang yang baru pertama mereka kenal, terlepas dari siapa atau bagaimana orang tersebut, jadi jangan hanya fokus memikirkan kalau itu adalah salah kita secara personal.


9. Yang paling penting, jadi diri sendiri

Kita mungkin merasa harus jadi versi diri kita yang paling baik bahkan cenderung fake saat bertemu dengan orang baru untuk pertama kalinya, tapi sebaiknya memang jangan terlalu lebay dan usaha untuk membuat impresi yang bagus. Tetaplah menjadi diri sendiri sewajarnya.


 (Alexander Kusumapradja/Image: Valiant Made via Unsplash)

0 REACTIONS

Comments

Leave A Comment

POST COMMENT
What are you looking for?
Content of the popup
CLOSE