Love & Sex

Love and Hate Relationship Do Last, Why?

  by: Redaksi       1/2/2013
  • Anda pasti setuju kalau perasaan benci dan cinta itu merupakan dua hal yang berlawanan. Tapi, bukan tidak mungkin juga seseorang merasakan dua hal tersebut terhadap satu orang yang sama. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Dan, kenapa hubungan love and hate antar pasangan tersebut (seperti mungkin juga hubungan Anda) justru diyakini sebagai hubungan yang awet?

    Tipis Perbedaan Antara Benci dan Cinta
    Well, it seems to be true. Profesor Semir Zeki dari University College London dalam penelitian yang dirilis jurnal PloS ONE menyatakan bahwa perasaan benci dan cinta direspon oleh jaringan syaraf yang sama di dalam otak. Secara logika, kalau masih merasakan benci terhadap si dia, artinya Anda masih peduli padanya, dan rasa peduli juga masih bagian dari rasa cinta Anda padanya. Mungkin sulit bagi Anda untuk mengakuinya, tapi itu ada benarnya ladies.

    Lebih Objektif
    Meskipun dalam hubungan hate and love ini Anda sering mengalami pasang surut emosi, tapi sisi baiknya adalah Anda jadi lebih bisa meninjau secara objektif hubungan ini dari sisi positif dan negatifnya. Selain itu, Anda juga jadi mengenal pasangan dalam dua sisinya yang berlawanan.



    Belajar Kompromi
    Seiring dengan pertengkaran demi pertengkaran yang muncul ke permukaan, Anda akan belajar berkompromi dan menemukan cara terbaik menyelesaikan masalah dengannya. Dan jangan kaget kalau Anda pun berubah menjadi orang yang lebih fleksibel dan pandai berkompromi dari waktu ke waktu.



    Tidak Membosankan
    Kabar baiknya, hubungan yang bergerak fluktuatif ini jadi tidak terasa membosankan, bukan? Meskipun terkadang diwarnai dengan pertengkaran, tapi segala dendam akan langsung terhapus (we hope so!) dengan great makeup sex dengannya! (Amanda Utari/SW/Image: Wavebreak Media/ThinkStock)