Beauty

Inilah Rahasia Cantik Anggun!

  by: Arinda Christy       3/2/2017
  •  

    Saat berkunjung ke Jakarta, pelantun lagu Snow on The Sahara ini menyempatkan waktu untuk bercerita tentang rahasia cantiknya!



    Jadi, di tengah-tengah kesibukannya bertandang ke Indonesia sebagai Brand Ambassador untuk menghadiri peluncuran produk Pantene yang terbaru, Anggun tetap berbaik hati memberikan waktunya untuk berbincang secara eksklusif dengan Cosmo. Penasaran seperti apa obrolan seru kami? Yuk, simak! (Arinda Christi/Image: Courtessy of Pantene)

    Cosmo: Apa sih ritual kecantikan Anggun sehari-hari?

    Anggun: Saya tipe wanita yang simpel sih, jadi kalau memang lagi tidak ada pemotretat atau pekerjaan lainnya, saya sebisa mungkin tidak akan mengaplikasikan makeup. Paling maksimal juga saya menggunakan pelentik bulu mata, maskara, dan tentunya menggambar alis biar wajah tetap terbingkai dengan baik. Tapi yang pasti sih, saya selalu cuci rambut setiap hari. Saya pikir, kalau memang kita setiap malam musti menghapus makeup, rasanya ritual tersebut juga berlaku dong buat rambut kita. Bayangkan saja setelah kita beraktivitas, pasti ada saja debu, polusi dan kotoran lainnya yang menempel pada rambut. Jadi tidak mungkin dong kalau kita membiarkan hal buruk menempel pada rambut dan membawanya saat tidur. Apalagi saya memiliki rambut yang panjang, jadi harus bisa menjaga kesehatan dan keremajaannya dengan lebih baik.

     

    Cosmo: Kalau begitu, produk rambut apa selalu jadi andalan Anggun?

    Anggun: Saya sudah menggunakan Pantene selama kjurang lebih 16 tahun, dan menjadi Brand Ambassador-nya selama 9 tahun. Jadi, produk rambut yang jadi andalan saya tentunya Pantene 3 Minute Miracle Conditioner Hair Fall Control! Sebenarnya dari dahulu aku sudah pakai produk ini, bahkan pada saat bentuknya masih dalam tube kecil (seperti ampul), bukan berukuran besar seperti sekarang, lho. Aduh, produk ini tuh selalu jadi penyelaman rambut saya. Jujurnya saya benar-benar tidak menyangka kalau rambut yang sering ditata menggunakan beragam hair tools selama tiga bulan itu bisa langsung kembali terasa halus, mengilat, dan terlihat muda kembali hanya dengan mengaplikasikan produk ini selama tiga menit saja. Tapi yang bikin saya kesal, produk ini tidak ada di Prancis! Jadi setiap kali saya datang ke Indonesia, saya pasti membeli banyak stok untuk dibawa ke Prancis. O iya, saking ngefans nya sama Pantene, saya juga sering coba-coba produk mereka dari berbagai macam negara. Pantene di setiap negara itu berbeda-beda, lho. Tapi karena semua mengandung Pro-V di dalamnya, jadi saya seneng banget mencobanya tanpa rasa takut rambut akan jadi rusak.

     

    Cosmo: Nah, karena sekarang Pantene mengeluarkan produk terbarunya, Pantene 2in1 Anti-Dandruff Baru, bagaimana pendapat Anggun soal produk ini?

     

    Anggun: Saya suka sekali! Selain wanginya yang segar, sampo Pantene paling baru ini bisa bantu saya untuk mengatasi masalah rambut yang paling bikin dilema, yaitu ketombe dan rambut rontok. Seringkali sampo untuk mengatasi kerontokkan malah bikin kulit kepala berketombe, dan begitu juga sebaliknya. Namun dengan formula terbaru yang dimiliki Pantene, wanita Indonesia--termasuk saya-- tidak perlu bingung lagi mau mengatasi problema yang mana terlebih dahulu. Buat apa kompromi untuk pilih salah satu, kalau kita bisa dapatkan kedua manfaatnya di dalam satu botol sampo!

     

    Cosmo: Karena Anggun sering traveling, adakah trik khusus merawat rambut agar tetap cantik dan sehat walau kerap kali berada di pesawat dalam waktu yang lama?

    Anggun: Kalau trik di dalam pesawatnya sih tidak ada. Tapi hal yang saya lakukan saat menyadari kalau rambut mulai terasa kasar karena terlalu sering ada di dalam pesawat ataupun cuaca yang berbeda-beda adalah creambath dengan menggunakan kondisioner Pantene atau 3 Minute Miracle Conditioner ke seluruh bagian rambut. Setelah produk merata, saya tutup menggunakan shower cap selama 1-2 jam, baru deh dibilas. Hal ini biasanya saya lakukan kalau rambut dalam keadaan “kritis”. Tapi jujurnya saya jarang sekali sih membiarkan rambut hingga menjadi kering dan butuh pertolongan seperti itu.



     

    Cosmo: Apa sih beauty lesson yang Anggun dapatkan dari ibu?

    Anggun: Ibu saya tidak pernah bosan mengingatkan untuk rajin mencuci wajah, cuci kaki sebelum tidur, dan perbanyak minum air mineral. Walau lagi capek sekalipun, hal tersebut tetap saya lakukan hingga saat ini.

     

    Cosmo: Menurut Anggun, kenapa sih wanita Indonesia harus merawat keindahan rambutnya?

    Anggun: Rambut itu kan mahkota miliki wanita. Karena saya orang Jawa, dulu Eyang selalu bilang. “Putri Jawa itu rambutnya harus panjang.” Tidak hanya melulu rambut yang panjang seperti saya lho, ya. Coba kita lihat saja, Tara Basro juga bisa terlihat feminin dengan rambut pixie cut nya itu. Tapi menjaga keindahan rambut itu menurut saya adalah hal yang sangat wajar, kok. Bagi kebanyakan orang, sisi feminin seorang wanita itu juga bisa terlihat di rambutnya. Nah, jika kita sudah memiliki mahkota yang indah, maka menurut saya kita juga harus melatih cara membawa mahkota kita dengan baik. Artinya, kita juga musti punya pembawaan diri yang baik.

     

    Cosmo: Apa yang Anggun lakukan saat mengalami bad hair day?

    Anggun: Terus terang, selama 16 tahun ini saya tidak pernah merasakan bad hair day, lho. Thanks to Pantene! Well, pernah sih terjadi pada saat saya berangkat ke Aceh untuk mengunjungi korban bencana tsunami. Karena kita memang tinggal di rumah penduduk, jadi ya tidak bisa pakai hair dryer dan mencuci rambut setiap hari. Paling cara mengatasinya adalah dengan menggelung rambut saja biar tetap rapi.

     

    Cosmo: Apa hal paling fearless yang pernah Anggun lakukan?

    Anggun: Saat saya berusia 20 tahun dan memutuskan untuk meninggalkan Indonesia. Saat itu saya berjanji tidak akan kembali ke Indonesia sebelum ada hasil dan saya menjadi orang yang sukses.

     

    Cosmo: Apa hal yang paling penting untuk dimiliki oleh seorang wanita?

    Anggun: Ketegaran, kesabaran, dan keyakinan bahwa kita bisa mampu melakukan banyak, dan jangan pernah mau didiamkan oleh lelaki. Apalagi di jaman sekarang, saya rasa seorang wanita harus feminis.