Career

5 Cara Kembalikan Semangat Kerja

  by: Redaksi       28/2/2017
  • A job is a lot like a relationship; menarik dan menyenangkan di awal, lama-lama menjadi bosan. Bagaimana cara untuk kembali menghidupkan semangat itu? Simak 5 tips dari Cosmo.

     

    Go Back in Time



    Pikirkan kembali betapa bahagianya Anda ketika bos menawarkan pekerjaan ini. Apabila hal tersebut merupakan sebuah tanggung jawab baru bagi Anda, pastinya Anda banyak bertanya seputar pekerjaan tersebut. Dan jika Anda tertarik untuk mempelajari sesuatu dari seorang atasan, ajak dia minum kopi bersama dan bentuklah sebuah hubungan layaknya mentor.  

     

    Fake It Till You Make It

    Hal ini mungkin terdengar cheesy, namun cobalah untuk tersenyum. Menurut penelitian di Jepang, senyum dapat membuat Anda bahagia. Di samping itu, kendalikan bahasa tubuh karena apa yang Anda tunjukkan melalui gesture akan memberi perbedaan besar pada interaksi rekan kerja Anda. Tidak ada yang memberikan proyek menarik kepada seseorang yang terus mengerutkan dahi. Namun mereka akan berkolaborasi dengan seseorang yang terlihat bersemangat dan antusias bekerja.

     

     

    Use Your Vacay Days

    Tidak seperti orang-orang Eropa yang memperoleh liburan sekitar 30 hari, rata-rata orang Indonesia hanya mendapatkan 12 hari libur per tahun. Sayang kan, bila Anda hanya memanfaatkan sepuluh hari dari jatah liburan yang Anda miliki? Don't let them expire! Berlibur akan membuat Anda termotivasi dan merasa bahagia. Terlebih lagi, menghabiskan waktu di luar kantor dapat membantu Anda untuk recharge.



     

    Work on Yourself Outside Work

    Tak peduli sebesar apapun tekanan yang Anda terima di kantor, ingatlah: You are not your job! Kembangkan minat Anda di luar pekerjaan, seperti membuat karya seni, mengajar anak-anak, mempelajari bahasa asing, atau melakukan hal lain yang Anda sukai. Hal itu tidak hanya membuat Anda merasa puas, namun juga memberikan pengalaman-pengalaman baru — misal sensasi ketika melewati garis finish — yang akan membuat Anda merasa lebih percaya diri saat bekerja.

     

     

    Know When to Jump Ship

    Di masa krisis, memperoleh gaji sebatas upah minimum saja belum cukup. Namun Anda juga tidak perlu keluar dari pekerjaan dan membuat diri Anda kian sengsara. Apabila Anda telah mengikuti beberapa saran di atas namun hasilnya sia-sia, maka sekarang saatnya memikirkan strategi untuk mengundurkan diri. Berikan tenggat waktu pada diri sendiri— misalnya, “Saya menginginkan pekerjaan baru dalam waktu satu tahun,” dan mulailah bekerja berdasarkan tujuan tersebut. Sebagai contoh, perbaharui profil LinkedIn Anda minggu ini, lalu kirimkan email pada jaringan Anda di minggu berikutnya. Dengan mengendalikan jalan karier, Anda dapat menghalau perasaan “tidak berdaya” dalam pekerjaan sehari-hari.

     

    (Kezia Calesta / Keken Frita / FT / Image: Nick Onken)