Career

Benci Pekerjaan Anda? Ini Alasan untuk Bertahan!

  by: Redaksi       8/2/2017
  • Jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga riset karyawan, Gallup, menemukan sebanyak 71% pekerja merasa disengaged (istilah halus HR untuk benci) pada pekerjaannya. Jadi jelas, Anda bukan satu-satunya. Merubah haluan karier adalah keputusan yang sangat berisiko - 4 alasan berikut ini bisa jadi pengingat sebelum Anda mengambil keputusan yang besar.

     

    1. Tough Job Market



    Bursa kerja dan iklim usaha di Indonesia saat ini begitu tak pasti. Jadi jika Anda berhenti bekerja, tak ada jaminan Anda bisa mendapat pekerjaan baru secepat yang diharapkan. Terlebih jika latar belakang yang dimiliki tidak terlalu kuat untuk bersaing dengan jutaan pencari kerja lainnya.

     

    2. Bills Must Be Paid

    Anda tentu sudah menyiapkan tabungan untuk berjaga-jaga. Tapi apakah jumlah tersebut dapat mengimbangi rentang waktu tak bekerja yang tidak pasti? Ingat, Anda tak hanya memerlukan dana untuk membayar tagihan tetap, seperti sewa tempat tinggal, cicilan mobil, kartu kredit, telepon, dan lain-lain. Tapi juga biaya tak terduga macam biaya internet, hangout untuk mengisi waktu yang super senggang, atau biaya pengobatan saat tiba-tiba jatuh sakit.

    3. Form of Revenge



    Kebanyakan orang berpikir bahwa dengan berhenti dari pekerjaan yang dibenci, mampu memberi kepuasan karena telah melakukan semacam pembalasan dendam pada atasan maupun perusahaan yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Awalnya atasan mungkin terkejut. Tapi percayalah, itu tak berlangsung lama. Pada akhirnya, atasan dan perusahaan, toh, akan melupakan Anda dan melanjutkan hidup mereka seperti biasa... sedangkan Anda yang ribet mencari pekerjaan lain. Seriously, how old are you?

     

    4. Commitment Issue

    Berapa lama Anda sudah bekerja di perusahaan yang sekarang? Jika masa kerja tergolong singkat (di bawah tiga tahun), jangan buru-buru keluar. Pasalnya, terlalu sering berganti pekerjaan akan menimbulkan pertanyaan mengenai loyalitas, pengalaman, dan komitmen Anda. Ujung-ujungnya, reputasi karier Anda yang jadi taruhannya.

     

    So, think and think again before you decide! (Edited by Kezia Calesta / Ruben William / FT / Image: iStock/Thinkstock)