Better You

Anda Perokok Sosial? Ini Efeknya Terhadap Tubuh Anda

  by: Kezia Calesta       12/2/2018
  • Apakah Anda berpikir bahwa menghisap satu batang rokok saat menikmati segelas wine tidak akan berdampak buruk terhadap tubuh? Ladies, coba pikir-pikir lagi.

     



    “Saya bukan perokok aktif, kok. Saya hanya sekali-kali merokok.”

    Menurut Dr. Richard Russell, seorang penasihat medis untuk British Lung Foundation, social smoking adalah istilah yang keliru. “Perokok sosial atau aktif, keduanya tetap merokok. Masalahnya adalah kimia berbahaya yang Anda hirup ke dalam tubuh. Meski Anda hanya sekali-kali merokok, aksi tersebut dapat membahayakan kesehatan Anda – the only safe level of smoking is nothing at all,” tegasnya.

     

    “Riset dari University of Bristol mengestimasi bahwa setiap batang rokok dapat memotong 11 menit dari hidup Anda. Sebuah riset jangka panjang juga menemukan bahwa orang yang merokok 1-4 batang per hari memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok sama sekali.”

     

    [ BACA JUGA: Tips Menjaga Payudara Agar Tetap Kencang ]

     

    Ini tiga dampak buruk social smoking terhadap tubuh:

     

    1. Risiko Anda terkena infeksi paru-paru akan bertambah.

    “Orang-orang yang jarang merokok pun akan meningkatkan risiko infeksi paru-paru, dan gejala tersebut akan bertahan lebih lama ketimbang orang yang tidak merokok. Itu dikarenakan oleh paru-paru yang mengalami kesulitan untuk membersihkan kotoran,” jelas Dr. Russell.

     

    Kemampuan bernafas Anda pun akan terpengaruh. “Asap rokok akan merusak dinding tisu paru-paru dan memperbesar ruang udara. Hal tersebut akan mengakibatkan luas permukaan yang lebih rendah untuk perpindahan oksigen, maka Anda pun akan lebih mudah terengah-engah, khususnya saat berolahraga.”



     

    2. Kulit Anda akan menua dengan lebih cepat.

    Bila Anda peduli akan kecantikan kulit, mungkin fakta ini dapat membantu Anda berhenti: saat Anda mengisap satu batang rokok, Anda menghirup lebih dari 5,000 bahan kimia termasuk tar dan nikotin. Nah, toksin yang masuk ke dalam tubuh Anda dapat meyebabkan selulit dan menurunkan kadar oksigen yang masuk ke kulit. Karena itu, kulit Anda pun akan terlihat kusam dan menua dengan lebih cepat! Menurut Dr. Russell, “Merokok dapat membuat kulit menua sebanyak 10-20 tahun, dan kecenderungan wajah keriput akan bertambah sebanyak tiga kali lipat.” Ummm.. no, thank you!

     

    Satu hal positif: saat Anda berhenti merokok, Anda akan menghentikan deteriorasi dan kulit pun dapat pulih dengan perlahan. Yay!

     

    3. Anda beresiko terkena kanker.

    “Meski kadar merokok cukup rendah, DNA Anda tetap akan terkena dampaknya. Riset di Wellcome Trust's Sanger Institute telah menganalisa lebih dari 5000 macam kanker untuk melihat dampak asap rokok terhadapnya: mereka menemukan bahwa meski Anda hanya merokok 4-5 bungkus seumur hidup, aksi tersebut dapat mengakibatkan beberapa mutasi permanen dalam sel tubuh dan meningkatkan risiko kanker.”

     

    Maka dari itu, sebaiknya Anda berpikir lagi sebelum menghisap satu batang rokok!

     

     

    (Kezia Calesta / SW / Image: doc. Oleg Gekman @123RF / Artikel ini disadurkan dari cosmo.ph. Perubahan minor telah dilakukan oleh editor.)