Lifestyle

Ini 9 Tradisi Unik Saat Perayaan Imlek

  by: Alvin Yoga       15/2/2018
  • Imlek, atau tahun baru Cina, merupakan salah satu perayaan terbesar yang dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa tiap tahunnya. Bagi Anda yang belum tahu, kata Imlek sendiri berasal dari dialek Hokkian, yaitu Im dan Lek. Im berarti bulan, sedangkan Lek berarti penanggalan. Dengan kata lain, Imlek sendiri berarti kalender bulan atau Lunar New Year. Menurut sejarah, Imlek merupakan sebuah perayaan yang biasanya jatuh pada tanggal satu saat bulan pertama muncul di awal tahun baru. Tahun ini, Imlek jatuh pada 16 Februari 2018. Nah, bagi Anda yang penasaran apa saja tradisi unik yang biasa dilakukan saat Imlek, baca di sini.


    Sembahyang Imlek



    Sembahyang Imlek sendiri sebenarnya merupakan suatu bentuk syukur, sekaligus doa dan harapan agar di tahun yang baru keluarga mendapatkan rezeki dan kesehatan. Selain itu, sembahyang Imlek juga ditujukan untuk mengingat para leluhur bersama dengan keluarga besar. Makanan yang biasa disajikan adalah ikan bandeng, babi, jeruk, serta kue keranjang.


    Membersihkan Rumah

    Bagi masyarakat Tionghoa, menyapu rumah sehari sebelum hari raya Imlek berarti menyingkirkan atau membersihkan rumah dari kesialan, agar keberuntungan bisa masuk esoknya. Setelah rumah sudah selesai dibersihkan, biasanya sapu akan disimpan di tempat tersembunyi, dan rumah akan dibiarkan apa adanya hingga hari Imlek selesai. Psst, bagi masyarakat Tionghoa, menyapu rumah dan halaman saat hari raya justru berarti membuang keberuntungan yang datang.



    (Image: Dok [email protected])

    Wajib Memakai Warna Merah

    Menurut kepercayaan orang Tionghoa, Nian - sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut - akan keluar saat awal musim semi atau tahun baru Imlek. Kedatangan Nian sangat mengganggu manusia, terutama anak kecil. Namun Nian sangat takut dengan warna merah. That's why, semua orang akan menghias rumah, serta memakai pakaian cheongsam dan aksesoris berwarna merah untuk mengusir Nian jauh-jauh. Selain itu, warna merah juga melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.



    (Image: Dok. [email protected])

    Membagikan Angpao

    Ini dia hal yang paling ditunggu-tunggu bagi anak-anak dan mereka yang masih lajang saat Imlek: angpao! Anak-anak biasanya akan kaya seketika karena orang tua atau mereka yang sudah menikah diwajibkan memberi angpao saat Imlek. Angpao sendiri berasal dari kata Hong Pao yang berarti kantung merah, dan biasanya diisi dengan sejumlah uang di dalamnya. Tidak ada aturan soal jumlah uangnya, dan nominalnya tidak harus besar, yang penting berupa uang kertas baru dan tidak berbentuk uang logam. Hal ini dilakukan karena dipercaya bahwa membagikan uang kertas nantinya akan mendapatkan uang kertas pula, sedangkan memberi uang logam atau receh nantinya akan mendapatkan uang receh pula. Membagikan angpao juga dipercaya akan memperlancar rezeki di kemudian hari.



    (Image: Dok. [email protected])

    Mempersiapkan Makanan

    Kue keranjang dan jeruk merupakan makanan yang wajib disediakan saat hari raya Imlek. Saat sembahyang, makanan ini biasanya disajikan dengan jumlah antara lima, delapan atau sembilan, dan tidak boleh disajikan dalam jumlah tiga atau empat. Hal ini dilakukan karena angka 3 dianggap terlalu sedikit, sedangkan penyebutan angka 4 (si) dalam bahasa Mandarin mirip dengan pelafalan mati (si), sehingga kedua angka ini biasanya dihindari. Di sisi lain, angka 5 menggambarkan lengkapnya lima elemen penting menurut kepercayaan Tionghoa (api, air, tanah, kayu, logam), angka 8 menggambarkan infinite atau kemakmuran yang tiada habis, sedangkan angka 9 atau angka tertinggi melambangkan kesempurnaan.



    Tak hanya itu, beberapa orang juga menyiapkan makanan keberuntungan seperti mi dengan cara tidak dipotong karena dianggap melambangkan umur panjang, sedangkan telur pitan melambangkan panjang umur. Di sisi lain, makanan seperti bubur biasanya dihindari karena bagi masyarakat Tionghoa bubur melambangkan kemiskinan.


    Kembang Api

    Kembang api merupakan salah satu pertunjukan yang sangat populer untuk memeriahkan Imlek. Hal ini terjadi karena suara gaduh dari kembang api dipercaya membuat Nian ketakutan.



    (Image: Dok. Rattanasiri [email protected])

    Mengunjungi Keluarga Besar

    Seperti hari raya Lebaran, Imlek juga menjadi salah satu momen yang tepat untuk mengunjungi saudara agar tali persaudaraan tidak terputus. Momen ini juga biasa dimanfaatkan untuk saling mengenal, membagikan angpao, makan besar bersama, serta menjaga silaturahmi. Seru!


    Makan Bersama Keluarga

    Makan malam bersama saat perayaan tahun baru Imlek adalah hal yang penting. Hal ini biasa dilakukan sehari sebelum Imlek, atau jika tidak sempat, maka makan malam boleh dilakukan saat Imlek.

    Biasanya, acara makan bersama akan dilakukan di sebuah meja bundar dengan piringan berputar di tengahnya. Anggota keluarga tertua seperti kakek dan nenek akan dipersilahkan mengambil makanan terlebih dahulu.



    (Image: Wong Yu [email protected])

    Tradisi Yu Shang

    Tradisi makan ini dibawa langsung dari Tiongkok dan dilakukan dengan cara khusus. Ketika makan malam, biasanya di atas meja tersedia satu piring Yu Shang, dengan beberapa makanan di atasnya: ikan salmon, wortel, buah plum, mi, dan lainnya. Pada saat makan malam dimulai, para anggota keluarga yang berdiri di sekeliling meja bundar akan mengaduk makanan tersebut bersama-sama dan mengangkatnya dengan sumpit setinggi-tingginya. Hal ini dilakukan dengan harapan, bahwa semakin tinggi makanan tersebut diangkat, maka semakin tinggi keberuntungan yang didapat.

    (Alvin Yoga / SW / Image: Dok. Chattrawutt [email protected])