Better You

Penting! 8 Mitos Virus Flu yang Harus Anda Ketahui

  by: Hana A. Devarianti       26/2/2018
  • Dengan lebih dari 2 juta kasus per tahun di Indonesia, kemungkinan besar Anda pernah sakit flu. Bahkan, bisa jadi virus yang satu ini selalu jadi "langganan" tiap kali musim hujan tiba. Ada banyak kabar burung soal cara agar terbebas dari virus ini. Hmmm, apakah semuanya benar? Tidak juga, ladies. Ternyata ada juga yang hanya mitos belaka! Di sini Cosmo sudah merangkum 8 mitos tentang virus flu yang harus Anda ketahui.




    Mitos #1: Anda bisa tertular flu dari vaksin flu

    Vaksin flu dibuat dari virus flu yang sudah tidak aktif dan tidak menular lagi. Sering kali seseorang baru melakukan vaksin saat dia sudah tertular virus flu dan mengalami beberapa gejala. Lalu, tak berapa lama (seperti yang sudah bisa ditebak) dia jatuh sakit. Inilah yang menimbulkan anggapan kalau vaksin flu dapat menularkan virus flu. Padahal, sebenarnya virus tersebut dia dapatkan dari tempat lain. Yikes!

    Perlu diingat kalau vaksin flu baru dapat bekerja efektif setelah satu atau dua minggu. Jadi, kalau memang ingin vaksin lakukanlah sebelum virus tersebut menyerang Anda. Mencegah lebih baik daripada mengobati, ya kan?


    Mitos #2: Tak perlu vaksin kalau masih sehat

    Meskipun vaksin flu sangat penting bagi penderita penyakit kronis, bukan berarti Anda yang masih sehat-sehat saja tidak boleh menerima vaksin. Justru vaksin ini sangat dianjurkan, terlebih karena di Indonesia virus flu tidak hanya menyebar saat musim hujan saja tetapi sepanjang tahun. Namun, pastikan untuk konsultasi dulu ke dokter ya sebelum melakukan vaksin. Terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki alergi tertentu.


    Mitos #3: Vaksin sudah cukup mencegah Anda dari flu

    Vaksin memang dapat memberikan perlindungan yang dibutuhkan tubuh. Akan tetapi, agar hasilnya lebih maksimal sebaiknya Anda juga menghindari kontak dengan orang-orang yang sudah terkena flu dan jangan lupa untuk sering mencuci tangan. Oh yes, dear cuci tangan adalah bentuk pencegahan yang efektif!


    Mitos #4: Suplemen flu dapat menggantikan vaksin flu

    Sebenarnya, vaksin adalah satu-satunya hal yang memperkuat sistem imun tubuh untuk dapat "menangkis" virus flu. Suplemen seperti zinc dan Vitamin C tidak terbukti dapat menjaga tubuh dari virus flu, walaupun Vitamin C terkadang dapat mengurangi gejala pilek. Kalau ingin memakai suplemen, Cosmo sarankan Anda kumur-kumur dengan teh. Menurut BMC Public Health, kumur-kumur dengan teh dapat mengurangi risiko terkena infeksi flu. Yup, time for afternoon tea!




    Mitos #5: Anda tidak akan menularkan virus flu kalau Anda sehat

    Well, faktanya 20% sampai 30% orang yang tertular virus ini tidak mengalami gejala sama sekali. So, mungkin saja virus flu telah hinggap di tubuh Anda tetapi Anda tidak menyadarinya. Hiii... Itu berarti Anda bisa menularkannya ke orang lain!


    Mitos #6: Anda tidak perlu divaksin tiap tahun

    Virus flu bermutasi setiap tahun, sehingga penting untuk rutin melakukan vaksin flu setiap setahun sekali.


    Mitos #7: Sup ayam dapat menyembuhkan flu

    Cairan hangat yang ada pada sup ayam bisa meredakan gejala tenggorokan sakit dan mencegah dehidrasi. Sup ayam juga dapat memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan agar tubuh cepat pulih. Akan tetapi, belum ada yang bisa membuktikan kalau sup ayam dapat melawan virus flu.


    Mitos #8: Kalau flu sudh lebih dari sehari, Anda butuh obat antibiotik

    Hear hear ladies, antibiotik adalah obat yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi bakteri bukan infeksi virus. Jadi, minum antibiotik saat flu sebenarnya tidak memiliki manfaat apa-apa. Kecuali, Anda mengalami komplikasi dan terfeksi pula dengan bakteri saat sedang flu, Cosmo sarankan untuk tidak mengonsumsi antibiotik. (Hana Devarianti / SW / Image: Jozef Polc©123RF.com)