Love & Sex

Berteman Dengan Mantan, Apakah Mungkin?

  by: Kezia Calesta       6/2/2019
  • Setelah hubungan yang semula hangat dan manis berakhir, tak berarti kamu dan mantan harus bermusuhan. Ada cara agar hubungan pertemanan dapat terus terjalin. Biasanya, apa yang terjadi setelah kamu putus cinta? Tak saling berbicara, berusaha untuk tak berada di tempat yang sama, bahkan saling cemooh bagaikan musuh. Ada jalan damai yang bisa kamu ambil, namun ada beberapa tips dan langkah yang perlu kamu terapkan untuk sampai di sana.


    Setelah putus, bukan berarti mantan tak bisa lagi dijadikan teman andalan, mentor, atau handyman. Yes, nilai-nilai positif yang menjadikan dirinya seorang pria yang baik masih bisa kamu "manfaatkan". Berikut tips dari Cosmo jika kamu ingin tetap berteman dengan mantan.





    1. Menjauhlah untuk sementara.

    Setelah keputusan berpisah diambil, biarkan semuanya mengendap lebih dulu. Ingat, putus secara baik-baik atau tidak, kamu perlu berpisah untuk sementara dan membiarkannya “menghilang” untuk beberapa saat dari kehidupan kamu. Menurut psikolog Heather Marriott, “Dalam setiap hubungan cinta, banyak perasaan dan harapan yang tercampur aduk. Setelah putus, kamu perlu waktu untuk menjadi pribadi utuh yag mandiri. Ini akan sulit dilakukan bila sang mantan masih berada di dekatmu.” Waktu me-time ini sebaiknya digunakan untuk membenahi perasaan kecewa, sesal, sakit hati, marah, bahkan kesedihan.

    Namun bila penyebab putusnya hubungan adalah masalah seperti penyiksaan, pengkhianatan, atau tindakan yang tak termaafkan, sah bagi kamu untuk menghapusnya dari daftar pertemananmu. Boy, bye!


    2. Pilih waktu dan suasana.

    Perjumpaan pertama dengan si mantan setelah putus memang merupakan saat yang berat. Tapi ingat, kamu bukan lagi kekasihnya, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan. Jangan terlalu berharap sambutannya akan langsung super ramah, karena kamu tidak sedang melanjutkan hubungan yang lalu melainkan membentuk hubungan baru. “Wajar saja bila kamu merasa kaku, karena kamu baru saja mengubah hubungan yang intim jadi biasa-biasa saja,” ujar Heather.


    Kamu akan merasa lebih percaya diri bila kamu yang memprakarsai awal hubungan pertemananmu. Ajaklah ia untuk makan siang atau sekadar ngopi. Bersikaplah tenang, lugas, manis serta pilihlah tempat msa berakan yang mendukung. Jangan ragu untuk tampil apa adanya sesuai kepribadian, karena kamu tak lagi terikat pada penilaiannya. Oh ya, ada baiknya kamu menentukan batas tentang topik-topik pembicaraan yang sebaiknya dihindari. Setidaknya untuk sementara, sampai kamu berdua telah merasa nyaman dengan hubungan baru ini.


    3. Jangan tergoda bermesraan lagi.

    Jangan biarkan satu momen mesra bersamanya dalam sekejap meruntuhkan keberhasilan mengatasi rasa sakit yang telah kamu rintis selama berbulan-bulan. Apapun alasan atau pikiran yang menjadi penyebab kamu melakukannya, baik rasa kesepian, kangen, atau butuh teman. Ingat, bermesraan untuk pemenuhan kedekatan emosional sangat risky. Bermesraan dengan mantan akan mengaburkan batas hubungan yang ada, dan hal ini akan menjerumuskan kamu pada hubungan yang salah yang pada akhirnya akan merugikan kamu juga.




    4. Terima kehadiran pasangan barunya.

    Tak peduli kamu atau kekasih yang memutuskan hubungan, saat bertemu mantan dengan gandengan barunya, pasti ada sedikit perasaan aneh atau cemburu yang mengalir di tubuh. Saat bertemu kembali dengan mantan, memang idealnya masing-masing sudah harus punya pasangan baru… tapi belum tentu halini terjadi. So, bersiaplah! Sebagai manusia biasa, perasaan tersingkir dan digantikan orang lain atau perasaan bahwa kamu bukan lagi orang penting dalam hidupnya tentu akan kembali membuka luka lama.


    Jika pertemuan ini betul-betul membuat kamu merasa sangat terpukul, mungkin kondisi kehidupan atau status kamu saat ini yang menjadi penyebabnya, dan bukan karena masih punya hati pada mantan. Bila kamu tak punya banyak teman atau kehidupan sosialmu sangat membosankan, alasan tersebut dapat menjadi faktor yang membuatmu “kangen” padanya.


    Untuk menghadapi pasangan baru sang mantan, berikut saran Cosmo.

    1. Jangan mengaku cemburu. Kamu sudah putus hubungan, dan kamu tidak memiliki hak apa-apa lagi. Biarkan dia mengurus hidup dan pilihannya sendiri.
    2. Berikan mereka kebebasan. Saat mantan mulai kencan lagi, jangan ganggu dia untuk sementara waktu. Mereka harus membangun sebuah hubungan dan kehadiran kamu tidak diperlukan, sebagai sahabat sekalipun.
    3. Bersabar. Bisa dimengerti kalau kadang pacar barunya bersikap memusuhi kamu. Pasti dirinya merasa tak nyaman, selama kamu masih berhubungan baik dengan mantan. Bersikaplah lapang dada dan coba untuk bersabar, karena pada akhirnya ia akan tahu bahwa kamu bukan ancaman baginya. Seiring waktu, jika pacarnya masih membencimu meskipun kamu tidak memiliki niat buruk apapun, this is time for you to step down. Jangan berusaha untuk merebut si dia kembali karena ia "temanmu", karena kamu tetap saja sang mantan di matanya. Hargai hubungan mereka dan mundurlah.


    Bila kamu yang lebih dulu mendapatkan pasangan baru, bersikaplah sensitif. Kamu mungkin saja berharap pacar baru dan sang mantan bisa berhubungan dengan baik, tapi jika tidak, jangan memaksa. Bila kamu bisa berdiplomasi, keduanya akan tahu untuk megetahui posisi masing-masing dan tidak menjadi ancaman bagi yang lain. Good luck!


    (Image: doc. outnow.ch)