Love & Sex

Pria yang Sering Berbohong Selalu Berbohong, Benarkah?

  by: Redaksi       6/2/2019

  • Pepatah yang biasa kamu keluarkan untuk membantu meyakinkan seseorang yang sedang mengalami pahitnya diselingkuhi, “sekali menipu, akan tetap menjadi penipu” atau yang lebih sering disebut sebagai “once a cheater, always a cheater” faktanya memang benar adanya. Sebesar apapun keinginan kamu atau teman kamu yang diselingkuhi untuk memaafkan pasangan yang berselingkuh, harus selalu hati-hati karena hal tersebut memang sulit untuk dihindari dari terulangnya kejadian yang sama. Entah dengan konteks yang sama atau berbeda.




    Sebuah penelitian di tahun 2017 yang dilakukan Dr Justin Lehmiller di Kinsey Institute menguji secara akademis rentetan kejadian perselingkuhan yang kemudian hasilnya diungkap untuk pertama kali di dalam jurnal Archives of Sexual Behaviour. Penelitian tersebut mengungkap apakah benar klise “once a cheater, always a cheater” benar adanya. Penelitian dilakukan dengan cara menyebar lembaran survey kepada 484 responden dewasa yang mengakui pernah menyelingkuhi pasangannya di hubungan sebelumnya dan menemukan setidaknya sedikit kebenaran di balik kalimat klise tersebut. Para peneliti menemukan bahwa orang yang berselingkuh dalam suatu hubungan memiliki kemungkinan 3,5 kali lebih besar untuk berselingkuh lagi. Walaupun demikian, klise tersebut tidak sepenuhnya benar, karena para peneliti menemukan bahwa banyak dari mereka yang disurvei berselingkuh sekali dan tidak pernah melakukannya lagi.  


    Satu hal yang pasti, tidak ada satu alasan khusus mengapa seseorang berselingkuh. Tetapi Dr. Lehmiller menyatakan bahwa salah satu koleganya di Kinsey Institute mungkin telah menemukan sebuah fakta akan adanya gen perselingkuhan. “Beberapa orang adalah pencari sensasi, dan mereka memiliki kebutuhan yang meningkat untuk pertemuan seksual yang mendebarkan dan berisiko,” dan hal tersebut berkaitan dengan kurangnya reseptor dopamin – atau bagian dari otak yang terlibat dalam merasakan kepuasan. Dalam kata lain, pencari sensasi membutuhkan sensasi yang lebih besar – dan dalam hal ini berselingkuh – untuk merasakan kepuasan. 


    Namun, jangan khawatir, terapis hubungan Rachel Sussman mengatakan ia memiliki banyak pasien yang pernah berselingkuh dan mereka melihat akibat yang mereka timbulkan kepada orang-orang yang tersakiti akan perbuatannya tersebut. Sussman menyatakan bahwa setelah merasakan penyesalan, orang-orang yang berselingkuh itupun tidak pernah berselingkuh lagi. Sussman pun melanjutkan pernyataannya bahwa klise “once a cheater, always a cheater” hanyalah cara lain bagi sebagian orang yang tidak mampu merasakan penyesalan dan tidak mau berubah menjadi seseorang lebih baik. Dan Dr Lehmiller pun setuju akan pernyataan Sussman tersebut.




    Jadi, pernyataan yang tepat bukanlah “once a cheater, always a cheater”, ya! Sekali selingkuh, tidak selalu akan selingkuh lagi kok, dan kebenarannya telah terbukti dari studi kasus. Mungkin waktunya untuk kamu menyarankan temanmu yang diselingkuhi untuk memaafkan pasangannya, karena mungkin dia akan jera setelahnya! Tapi, perlu hati-hati juga karena ada juga yang tidak akan pernah merasa jera.




    (Artikel disadur dari: Cosmopolitan US, Alih bahasa: Thalita Cahyani, Image: Outnow.ch)