Career

Ingin Menabung Tapi Takut FOMO? Ini Cara Mengakalinya

  by: Alvin Yoga       6/2/2019
  • Mari lihat kembali daftar rencanamu di akhir pekan. Jadwal pertama: berpesta bersama the girls di Sabtu malam. Kedua, menonton film bersama sang pacar di Minggu siang. Ketiga, (bahkan kamu sudah punya janji untuk) pesta kuliner bersama keluarga besar di luar kota pekan depan. Well, berkumpul bersama orang-orang terdekat memang seru, but the bad thing is, lagi-lagi dompetmu harus “terkuras” karenanya – terkadang bahkan sampai ke lembaran uang yang paling terakhir. Uh-oh! Sedang tak punya banyak uang namun takut FOMO? Mungkin kamu harus mengakalinya. Ingin tahu caranya? Baca sampai habis!

    The fear of missing out, atau dengan kata lain “tidak mau ketinggalan”, tak hanya membuat jadwalmu sama ketatnya seperti agenda royal family. Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Credit Karma, kebiasaan baru ini juga sedikitnya membuat 1 dari 5 orang milenial menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya mereka keluarkan dalam satu bulan. “Kini generasi muda menghadapi sebuah kecemasan sosial yang diperparah dengan adanya media sosial,” jelas Alison Norris, perencana keuangan dari perusahaan keuangan SoFi. Semisal, semalam kamu tidak sempat datang ke pesta ulang tahun teman karena lembur, ketika kamu melihat video-video keseruan pesta tersebut di Instagram, kamu jadi berpikir “Ah, sayang sekali, seharusnya aku datang semalam!”

    Keinginan untuk selalu ikut dalam setiap hal (serta mengunggahnya dengan tagar #LivingMyBestLife di media sosial) ternyata bisa merugikan. Studi terakhir yang dilakukan oleh Allianz Life menemukan bahwa 57% generasi muda sering menghabiskan uang tanpa mereka sadari – dan tentunya tanpa mereka rencanakan – all thanks to social media. Mulai dari keinginan membeli buku baru karena buku tersebut sedang viral di Instagram, menonton film karena tidak ingin ketinggalan tagar #SaturdayNight, membeli sepatu baru demi tampil fresh di feed, atau bahkan berpesta - semua dilakukan demi kebutuhan konten sosial media.



    Reality check: It’s not always worth it. Menghambur-hamburkan uang seperti ini memang membuat tampilan media sosialmu menarik, namun belum tentu membuat tabunganmu “menggendut”. “Kamu mungkin belum menyadarinya, namun suatu saat nanti kamu akan mengerti bahwa ternyata kamu membutuhkan sesuatu yang lebih baik dibanding sekadar senyum palsu di sosial media,” ujar Katie Ryan O’Connor, mantan content director Credit Karma.

    Berikut adalah lima cara untuk membatasi kebiasaan FOMO tanpa kehilangan masa mudamu (baca: tetap bisa menikmati hidup tanpa takut FOMO):

    "Tinggalkan" Sementara Media Sosialmu


    Ketika feed-mu mulai bertebaran dengan foto-foto temanmu yang sedang berlibur di Korea Selatan, sulit rasanya untuk tidak segera menggerakan jari dan mengetik “tiket pesawat ke Korea”. Foto-foto di media sosial memang bisa begitu menggiurkan, dan cara termudah untuk menjauhi godaan seperti ini adalah dengan menghindari media sosial selama seminggu atau dua minggu. Hapus salah satu dari aplikasi ini: Instagram, Facebook, Twitter, Snapchat, atau apapun yang paling sering membuat kamu jatuh dalam “lubang” FOMO.

    “Catat bagaimana kondisi pengeluaranmu ketika tidak sedang bermain media sosial, kemudian bandingkan dengan pengeluaranmu sebelum-sebelumnya,” ujar Alison Norris, perencana keuangan dari SoFi. Jika kamu berhasil menabung sebanyak satu juta karena tidak bermain media sosial, pertimbangkan untuk mengulang hal tersebut di bulan berikutnya, atau justru tantang dirimu untuk melakukannya selama sebulan penuh untuk mengatur pengeluaran.

    Tak ingin menghapus aplikasi tersebut? Okay, we get it. Coba dulu dengan unfollow akun-akun yang paling sering membuatmu tergiur. Are you brave enough to do that?


    Cari Alternatif Lain yang Lebih Murah


    “Hemat tak selamanya berarti membosankan – kamu masih bisa mencoba melakukan kegiatan lain yang membutuhkan biaya lebih murah,” ujar Katie O'Connor, mantan content director Credit Karma. Semisal, the girls mengajak glamping (yang tentu saja akan merogoh kantong cukup besar), beri saran untuk mencoba alternatif kamping. Percayalah, menghabiskan malam dengan mengobrol sambil menikmati marshmallow dan cokelat hangat juga tak kalah seru, kok.

    Dan lagi, bisa jadi kamu bukan satu-satunya orang dalam squad yang sedang ingin menabung, lho. Jika belakangan ini kalian terlalu sering hangout di tempat yang kekinian, bisa jadi idemu ini akan dianggap jenius oleh teman-teman yang lain. One thing, if anyone gives you crap about the idea, they’re likely not worth your FOMO anyway.


    Biasakan Dengan Menyiapkan Uang


    Kenyataannya, kamu tak harus melewatkan setiap kesempatan untuk berpesta bersama the girls. Kamu masih bisa kok, berkumpul dengan mereka, namun ada baiknya kamu mulai dengan mengatur keuangan untuk FOMO. Pisahkan dulu 50% dari total gajimu untuk kebutuhan hidup sebulan, 20% untuk tabungan (ingat, ini juga penting!), dan 30% sisanya untuk bersenang-senang. Atau opsi lainnya, penuhi dulu kebutuhan hidup standarmu (seperti biaya internet, listrik, air, biaya laundry, dan sebagainya), lalu pisahkan uang untuk transportasi dan makan. Sisanya, baru kamu bagi sama rata antara tabungan dan uang untuk bersenang-senang.




    Buat Bujet Khusus


    Lalu bagaimana jika FOMO-mu membutuhkan uang dalam jumlah yang besar - seperti traveling atau gadget baru? Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan membuat bujet khusus. Sekarang ambil pena, dan tuliskan semua kategori yang biasa menguras dompetmu. Semuanya, ya! Tulis saja: traveling, makan di restoran baru, menonton konser, menonton film, membeli pakaian baru, membeli gadget, pergi ke gym, dan sebagainya. Dari daftar tersebut, lihat mana yang seharusnya menjadi prioritasmu - dimulai dari hal yang paling kamu butuhkan.

    Semisal, kamu lebih memilih untuk membeli iPhone XR, dan merasa tak masalah jika harus melewatkan acara yoga bersama teman-teman kantor untuk beberapa waktu, maka alokasikan 50% dari dana FOMO-mu untuk membeli smartphone idaman, dan sisanya baru disisihkan untuk hal-hal lainnya selama sebulan. “Dengan kata lain, cari tahu ke mana habisnya uangmu, dan mulai hari ini, prioritaskan hal yang paling mampu membuat dirimu bahagia,” ujar Alison.


    Saatnya "Pelit"


    Semisal, hampir sebagian gajimu “melayang” untuk keperluan makan siang di luar kantor ketika hari kerja, maka jangan lakukan hal yang sama di akhir pekan! Cobalah untuk memasak saat weekend, atau kalau memang kamu harus memesan makanan, cari yang harganya tidak semahal itu. Selain itu, biasakan untuk meninggalkan kartu kreditmu ketika makan siang. Bawa uang cash (selalu!), dengan begitu kamu bisa menghindari pengeluaran “tidak terduga” ketika makan di luar – seperti dessert yang sebenarnya (mungkin) tidak benar-benar kamu butuhkan.

    Melihat papan diskon? Jangan langsung beli! Pikir kembali, apakah kamu memang benar-benar membutuhkan barang tersebut, atau kamu hanya tergoda dengan harganya? Jika kamu membutuhkan barang tersebut dalam waktu dekat, maka gunakan dana FOMO untuk membeli barang tersebut. Dana FOMO-mu mulai habis? Well, mungkin ini bukan saat yang tepat untuk berbelanja. Ingat, kamu punya tujuan yang lebih besar (seperti traveling ke New Zealand) nantinya.



    Bonus Tips: To Spend or Not to Spend?

    Bingung membuat keputusan soal beberapa hal? Simak baik-baik tips berikut!


    1. Dress terbaru yang kamu lihat di Instagram

    Nope. Big NO-NO. Hanya karena orang yang kamu follow berhasil membuat suatu dress jadi terlihat menarik, bukan berarti kamu harus memilikinya. Namun jika kamu terus terpikir soal dress tersebut hingga dua minggu setelahnya, maka masukkan dalam bujet khusus.


    2. Tiket konser BTS

    Yas, girl! Apalagi jika kamu die-hard fan. Tapi buat batasan soal seberapa banyak uang yang harus kamu keluarkan. Kamu mungkin tak harus berada di barisan paling depan, tapi setidaknya kamu tetap bisa InstaStory mengenai pengalaman tersebut. Hey, at least you’ll be there.


    3. Pesta ulang tahun temanmu

    Jika ia bukan sahabat dekatmu, maka tak jadi masalah untuk melewatkan pesta tersebut – seseru apapun acaranya. Kamu mungkin akan sedikit menyesal ketika melihat keseruan pesta ulang tahun tersebut di InstaStory, tapi hey, kamu jadi bisa menyimpan uang kado dan ongkos transportasinya untuk makan siang selama beberapa hari ke depan. Selamat menabung!

    (Alvin Yoga / FT/ Image: Dok. Outnow.ch / GIPHY.com)