Lifestyle

Penonton: Si Pemacu Semangat Tuta untuk Terus Berkarya

  by: Redaksi       9/2/2019
  • Pada 24 Januari 2019 lalu, yang juga bertepatan dengan pembebasan Bapak Basuki Tjahja Purnama (BTP), tim pembuat film A Man Called Ahok mengadakan acara intimate media gathering untuk membedah film tersebut dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para awak media. Di dalam acara tersebut, Pratama Tuta atau akrab dipanggil Tuta, Sang Sutradara, bersama Produser Film Emir Hakim juga mengungkap sebuah rahasia yang memacu mereka untuk terus berkarya dan berinovasi di dunia perfilman. Menurutnya, hanya satu hal yang paling berarti dari proses panjang penciptaan sebuah karya, yakni respon dan antusiasme yang diterima akan karya itu sendiri.


    Tuta, Sutradara muda yang telah berkali-kali membuktikan keahliannya dengan membuat film-film yang menyorot tokoh-tokoh ikonik Indonesia, seperti Catatan (Harian) Si Boy dan dokumenter musik band kontroversial Noah di Noah Awal Semula, itu menyatakan bahwa ia sangat senang sekali menerima berbagai macam respon dari para penonton. Respon-respon dan antusiasme yang ia dapat merupakan sebuah dorongan tersendiri bagi dirinya untuk terus berkarya. ‘’Penonton selalu menjadi pemacu semangat untuk saya berkarya. Tiap daerah punya reaksi yang berbeda, tergantung dari perbedaan budaya di sana,’’ jelasnya.




    Ia juga menganggap bahwa setiap respon yang ia terima, negatif sekalipun, selalu akan ia jadikan kritik dan saran yang membangun dan bukan sesuatu yang membuatnya malah jatuh dan memilih mundur dari dunia perfilman. Tuta menjelaskan, ‘’Reaksi positif atau negatif akan mendorong saya agar bisa berkarya lebih baik lagi. Reaksi yang beragam ini istimewa, dan akan terus saya ingat.” Hal ini pun berkesinambungan dengan keinginan utama Sang Sutradara Visioner, Pratama Tuta, untuk membuat film yang bagus. Dengan melalui karya terbarunya Film A Man Called Ahok, ia berhasil untuk membuktikan bahwa berbagai bentuk kekreativitasan yang ia miliki mampu mewujudkan keinginannya untuk menyajikan karya yang out of the box yang dapat menginspirasi banyak orang. Tanpa sisi politis, dan lebih mengemukakan sisi kekeluargaan yang hangat, film ini membuat banyak orang merasa memiliki kaitan tersendiri akan film tersebut dengan kehidupan nyata. Film ini pun mendapatkan respon positif sehingga mendapatkan 1,5 juta penonton selama masa penayangannya di layar lebar, dan menjadi Top 5 Film Box Office Indonesia yang Banyak Dibicarakan. Bravo!






    (Thalita Cahyani / Ilustrasi: Maya Putri)