Beauty

Semua Hal yang Kamu Perlu Tahu Tentang Cat Kuku Breathable

  by: Redaksi       18/2/2019
  • Breathable nail polish sudah ada di pasaran cukup lama. Konsep ini pertama kali dimunculkan pada tahun 2013 ketika Inglot mengeluarkan lini nail polish O2M Breathable Nail Enamel (dalam finish glossy, dan kemudian matte). Produk ini menjadikan brand cat kuku asal Polandia ini menjadi produk teknologi pertama yang bisa membantu para Muslim yang ingin menggunakan cat kuku dengan halal dan bisa menyerap air wudhu. Begitulah awal ceritanya. Sekarang, pertanyaan selanjutnya : Apa sih sebenarnya breathable nail polish yang populer itu?

    Kamu pasti pernah mendengar saran dari para manicurists, teman, atau bahkan keluarga bahwa penggunaan nail polish lama kelamaan dapat membuat kuku kita menjadi rapuh dan rentan patah. Hal ini terjadi karena cat kuku memiliki lapisan tahan air sehingga mencegah masuknya air dan oksigen yang dibutuhkan untuk menjaga kuku agar tetap sehat. Sebaliknya, dengan teknologi breathable, cat kuku dirancang untuk memungkinkan molekul-molekul air dan oksigen untuk dapat menyelinap masuk ke kuku melalui lapisan cat, yang memungkinkan untuk tetap menjaga kesehatan kuku kamu.

    Cara kerjanya hanya menggunakan bahan kimia dasar. Menurut penjelasan ahli kimia kosmetik, Randy Schueller, cat kuku tradisional terbuat dari ikatan molekul yang sangat rapat, seperti garis-garis lurus ditumpuk di atas satu sama lain – sehingga tidak ada ruang yang tersisa di antaranya. Jadi, bagaimana cara breathable nail polish ini bekerja dengan trik tersebut? “Kemampuan untuk bernafas – atau breathability – bukan merupakan fungsi dari satu bahan tunggal; melainkan tergantung pada bagaimana seluruh formula disatukan,” kata Schueller.



    Tetapi, apakah penggunaan cat kuku secara teratur benar-benar bisa menurunkan kesehatan kuku? Mungkin kamu jarang mendengar bahwa kamu harus memberi kuku waktu untuk "bernapas" ketika ingin berganti cat kuku (mungkin kamu pernah mendengarnya dari manicurist kamu), dan tidak banyak ilmu yang mendukung teori tersebut. Dermatologist Dana Stern, spesialisasi kesehatan kuku, menjelaskan, “kuku mendapatkan oksigen dan nutrisi dari aliran darah dan bukan dari lingkungan. (Kuku) tidak perlu ‘bernapas’ dalam pengertian konvensional.” Lebih penting lagi, Stern menyarankan bahwa membiarkan molekul air melewati cat mungkin bukan sebuah ide yang baik untuk kesehatan kuku - atau dengan kata lain mungkin breathable nail polish tidak baik untuk digunakan terus menerus. “Secara umum, begitu molekul air masuk ke dalam lapisan kuku, hal ini menyebabkan keadaan kuku menjadi lembab, dan jika berlanjut terus menerus mungkin bisa menyebabkan infeksi,” jelasnya. “Contoh dari masalah ini adalah apa yang disebut sebagai ‘greenies’ - suatu bentuk infeksi kuku yang umum dialami akibat dari bakteri penghasil pigmen hijau pseudomonas yang memasuki kuku, seringkali di ruang yang lembab dan tidak kedap udara.”



    Kesehatan kuku bukanlah satu-satunya hal yang diperbincangkan bagi pengguna breathable nail polish. Dalam kepercayaan agama Islam misalnya, ada praktik wudhu yang biasa dilakukan sebelum sholat sebagai cara menyucikan diri. Mengenakan cat kuku selama sholat pun menjadi perdebatan di komunitas Muslim: beberapa orang percaya bahwa cat kuku menganggu proses penyucian diri pada waktu wudhu karena cat kuku menghalangi masuknya air ke dalam kuku – membuat para Muslim harus berusaha menghapus cat kuku sebelum sholat. Jelas, cat kuku breathable tidak akan mengakhiri perdebatan tersebut untuk selamanya. Tetapi yang jelas, fitur yang dikembangkan tersebut dapat membantu banyak orang menemukan keseimbangan antara keimanan dan kecantikan.

    (Thalita Cahyani / Image: devmarya©123RF.com)