Beauty / ADVERTORIAL

7 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

  by: Kezia Calesta       20/2/2019
  • Peraturan pertama, jangan panik! Kerontokan rambut merupakan kejadian yang sangat wajar. Apakah kamu tahu bahwa 80 helai rambut rontok dari kulit kepalamu setiap harinya? Bila kamu merasa bahwa jumlah rambutmu yang rontok melebihi 100 helai setiap hari, then that’s a small problem.






    Faktanya adalah, ada banyak penyebab di balik kerontokan rambut. Menurut spesialis rambut Anabel Kingsley yang bekerja di Philip Kingsley Clinic di London, “Riset membuktikan bahwa 1 dari 3 wanita mengalami kerontokan rambut atau hilangnya volume rambut. Bila rambutmu sedang rontok, jangan panik, karena stres dapat memperburuk kondisi tersebut.” So, simak penjelasan Cosmo untuk cari tahu cara mengatasinya!


    Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh keturunan genetik ataupun dampak reaktif.


    Genetik:

    Bila kerontokan rambut berlangsung secara bertahap atau progresif saat kamu bertambah umur, inilah indikasi bahwa kerontokan rambut kamu bersifat genetik. “Dalam hal ini, ada sejenis folikel rambut yang sensitif terhadap hormon pria – dan sensitivitas ini mengakibatkan folikel rambut menyusut dan memproduksi rambut yang lebih tipis dan halus,” jelas Anabel.


    Reaktif:

    Ini artinya kerontokan rambutmu disebabkan oleh sebuah pemicu. “Kerontokan rambut yang berlebihan (alias telogen effluvium) tidak selalu dikarenakan oleh gen, tetapi juga bisa diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon, stres, kekurangan gizi, perubahan diet yang drastis, atau penyakit,” ungkap Anabel.



    Ini 7 pemicu umum yang menyebabkan kerontokan rambut:


    1. Ketidakseimbangan Hormon

    Jangan menganggap sepele kondisi ini, karena ketidakseimbangan hormon bisa menimbulkan masalah kesehatan dan kecantikan kulit, mulai dari jerawat, kenaikan berat badan, hingga kerontokan rambut. 


    Did you know? Hormon memegang peran yang sangat penting dalam melancarkan pertumbuhan rambut. Estrogen (hormon wanita) dapat menjaga rambut agar terus bertumbuh, sedangkan androgen (hormon pria) dapat mempersingkat hair growth cycle. Saat tubuhmu mengandung kelebihan androgen, rambut pun akan rontok – apalagi jika kamu memiliki folikel rambut yang sensitif.


    2. Stres

    Stres berlebihan dapat meningkatkan hormon androgen yang mengakibatkan kerontokan rambut. Stres juga dapat memicu masalah kulit kepala seperti ketombe, merusak nafsu makan, dan menghambat sistem pencernaan – semua bisa berdampak buruk terhadap rambutmu.


    3. Kekurangan Zat Besi / Anemia

    Salah satu penyebab kerontokan rambut yang paling umum adalah kekurangan zat besi atau sel darah merah. Zat besi diperlukan tubuh untuk memproduksi sel protein rambut, maka tanpanya, rambutmu akan menderita. Oh, no!


    4. Hipotiroid / Hipertiroid

    Kelenjar tiroid membantu mengatur metabolisme tubuh dengan mengontrol produksi protein dan lain-lain. Ketidakseimbangan yang dialami tiroid dapat memberikan dampak buruk terhadap folikel rambut. Ditambah lagi, hipotiroid yang tidak diobati dapat mengakibatkan anemia atau kekurangan sel darah merah yang membuat rambut rontok atau sulit tumbuh.




    5. Kekurangan Vitamin B12

    Kerontokan rambut seringkali menjadi indikasi pertama bahwa tubuhmu sedang kekurangan nutrisi. Contohnya, saat tubuh mengalami kekurangan vitamin B12 yang hanya didapat dari protein binatang, kamu akan sering merasa tidak berenergi dan mudah lelah. Selain itu, rambut juga bisa rontok karena kekurangan B12 dapat mempengaruhi kesehatan sel darah merah.


    6. Penurunan Berat Badan

    Penurunan berat badan drastis yang diakibatkan oleh diet yang tidak sehat atau sakit dapat mempengaruhi kesehatan rambut juga, lho. 6-12 minggu setelah penurunan berat badan drastis, rambut kamu juga akan rontok. 


    7. Usia

    Bila kamu sudah mendekati usia menopause atau mati haid, perubahan yang dialami tubuhmu dapat mempengaruhi rambut juga. Lagipula, semakin tua usiamu, rambut juga akan menipis secara alami. It’s normal!


    Kerontokan rambut tidak terjadi begitu saja. Pertumbuhan rambutmu mengikuti sebuah siklus, maka kerontokan rambut bisa berlangsung selama 3 bulan bila ada pemicunya. Jika rambutmu sudah rontok selama lebih dari 3 bulan, kunjungi spesialis di klinik trikologi untuk menemukan pemicu di balik kondisi ini. Try not to panic, karena rambutmu akan kembali bertumbuh dengan normal dengan sendirinya saat tubuh sudah sehat.



    Untuk mengurangi rambut rontok, kamu bisa:


    1. Menggunakan Sampo yang Tepat

    Apakah selama ini kamu sudah benar dalam memilih sampo? Pemakaian produk sampo yang tidak cocok juga bisa memicu kerontokan rambut lho! Agar rambut lebih kuat dan tidak mudah patah, kamu perlu sampo yang menutrisi untuk membantu mengatasi rambut rontok dan merawat rambut. What to buy? PANTENE Shampo Perawatan Rambut Rontok yang mengandung teknologi Keratin Damage Blockers bisa menjadi pilihan karena dapat memperkuat rambut dari akar hingga ke ujung dan mencegah kerusakan yang menyebabkan rambut patah. Kalau dipakai secara rutin, rambut rontok berkurang hingga 98%!



    2. Memperbaiki Diet

    Rambut terbuat oleh protein, maka perbanyak konsumsi makanan yang kaya protein seperti dada ayam, kacang almond, susu, yogurt, dan lain-lain. Karbohidrat kompleks juga penting, karena komponen ini memberikan rambutmu energi untuk tumbuh. Bila ingin mengemil, hindari makanan dengan MSG dan pilihlah buah segar atau biskuit gandum.


    3. Makan Suplemen

    Nutrisi yang dibutuhkan rambutmu cukup unik, dan suplemen dapat membantu menaiki level vitamin dan mineral untuk folikel rambut. Suplemen yang mengandung zat besi, vitamin C, B12, D3, copper, zinc, selenium, dan amino acid dapat mengembalikan kesehatan rambutmu jika dikonsumsi dengan rutin sambil menjalankan diet sehat. Nah, sebaiknya konsultasi dengan dokter terpercaya sebelum menentukan suplemen yang pas untukmu!


    4. Perhatikan Styling Rambut

    Apakah kamu sering mengikat rambut dengan kencang? Ternyata, kebiasaan ini bisa membuat rambutmu stres, lho. “Hindari gaya yang ‘menarik’ folikel rambutmu, dan hindari juga kebiasaan memakai styling cream atau serum yang memberatkan rambut secara berlebihan,” jelas Anabel.


    5. Jangan Panik

    Cosmo mengerti rasa khawatir yang kamu alami saat rambut sedang rontok secara berlebihan. Namun ingat, kamu harus sadar bahwa kerontokan rambut sangat wajar – you are not alone. Satu produk saja belum tentu bisa menyembuhkan kerontokan rambut. Kamu harus memperhatikan kesehatan, diet, dan memaksimalkan kesehatan kulit kepala dan rambut yang bertumbuh. Meskipun sulit, cobalah untuk tidak panik agar tubuhmu tidak merasakan stres berlebih. Siklus pertumbuhan rambut biasanya memakan waktu sedikitnya 6 minggu, so be patient!


    (Image: doc. Freepik.com / Source: Cosmopolitan US)