Better You

Menurut Ahli, Bergadang Juga Buruk untuk Kesehatan Mental

  by: Alvin Yoga       27/2/2019
  • Akui saja, bergadang semalaman biasanya akan membuat mood kamu berantakan keesokan harinya. Hal ini terjadi karena tubuh kurang beristirahat sehingga kamu mudah lelah di siang hari. Kebiasaan ini tentu tidak baik - terutama ketika kamu berada di tengah-tengah weekday. Tak cuma berakibat buruk pada kondisi emosional, menurut para ahli, bergadang juga tidak baik untuk kesehatan - termasuk di antaranya adalah kesehatan mental.

    Menurut studi terbaru yang dikeluarkan oleh jurnal Nature Communications, mereka yang biasa bangun pagi biasanya minim risiko terkena masalah mental dibandingkan mereka yang sering tidur larut malam - apalagi bergadang sampai menjelang subuh.

    Studi genetik berskala besar yang dilakukan oleh University of Exeter, berhasil mengumpulkan data dari 250.000 partisipan yang mendaftarkan diri ke sebuah perusahaan genetik bernama 23andMe, dan 450.000 orang partisipan lainnya mendaftarkan diri ke UK Biobank. Para partisipan kemudian ditanya mengenai kebiasaan mereka, apakah mereka termasuk sebagai "morning person" atau seorang "evening person". Setelah menjawab beberapa pertanyaan, genom mereka kemudian dianalisa, dan hasilnya menunjukkan gen-gen tertentu dari orang-orang tersebut yang diduga memengaruhi pola tidur mereka.



    Samuel Jones, pemimpin penelitian dari University of Exeter tersebut mengatakan, "Ada beberapa alasan mengapa beberapa orang menjadi night owls, salah satunya adalah karena adanya perbedaan dalam cara otak bereaksi terhadap sinyal cahaya dari luar. Alasan lainnya karena fungsi normal dari jam internal (internal clocks) tubuh."

    "Jumlah partisipan yang banyak dalam studi kami menunjukkan bahwa mereka yang terbangun hingga larut malam berisiko tinggi mengalami gangguan mental seperti schizoprenia dan kondisi mental yang lemah, meski penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan sepenuhnya hubungan antara keduanya."

    Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa mereka yang bergadang hingga larut memiliki kemungkinan 10% lebih besar untuk mengalami rasa cemas di kemudian hari. Meski begitu, penelitian ini tidak menunjukkan adanya risiko obesitas dan diabetes bagi mereka yang bergadang hingga larut, meski beberapa studi sebelumnya mengatakan demikian.

    Samuel memberi kesimpulan: bahwa mereka yang bergadang hingga larut tubuhnya terus bekerja melawan waktu natural tubuh untuk berisitirahat, yang kemudian berpengaruh negatif pada cara berpikir mereka.



    Ingin tahu bagaimana cara menyesuaikan jadwal tidur yang baik? Hope Bastine, seorang sleep psychologist, mengatakan bahwa kita perlu mencari tahu kebutuhan tidur masing-masing terlebih dahulu. "Bereksperimenlah dengan melihat seberapa produktivitas kamu di kantor, dan bagaimana performamu sehari-hari, kemudian aturlah jadwalmu sesuai dengan hasil tersebut," ujarnya pada Cosmopolitan. "Cari ritme yang sesuai, siapkan jadwal, dan atur gaya hidup yang sesuai denganmu, hal ini akan membuatmu merasa lebih baik. Dan yang terpenting, pastikan jadwal tidurmu tidak bisa dinegosiasi - seperti, ah, saya perlu melihat Instagram sebentar."

    Putting sleep first? Done.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com/uk. Perubahan telah dilakukan oleh editor. Alih bahasa: Alvin Yoga / FT. Image: Dok. Kinga Cichewicz on Unsplash)