Love & Sex

Jangan Panik! Ini 7 Cara Move On Setelah Putus Hubungan

  by: Kezia Calesta       26/2/2019
  • Apakah kamu baru putus hubungan? Keep calm and read on. Untuk menghindari perkataan atau kejadian yang nantinya dapat kamu sesali, simak dulu 7 tips dari Cosmo agar kamu bisa move on dengan sehat setelah putus hubungan.


    1. Do what you have to.

    Apakah kamu segan memencet tombol unfollow atau menghapus foto-foto romantis kalian berdua dari Instagram feed? Cek dulu alasan di balik keputusan tersebut – apakah kamu takut akan opini orang terhadapmu, atau kamu hanya ingin tampak cool dan tidak peduli?





    Masalahnya, kamu sedang memprioritaskan opini orang lain di atas kesehatan mental kamu sendiri. “Saat baru putus hubungan, mendengar kabar atau melihat foto baru sang mantan dapat merusak perasaan tenang dan membuat luka hati semakin parah,” jelas Dr. Suzanne Degges-White, Ph.D.. Sebelum semua orang menggunakan media sosial, kamu memang harus mengerahkan usaha jika ingin berjumpa dengan mantan… namun sekarang, sebuah post baru yang muncul di timeline kamu dapat berujung ke sesi cyberstalking dengan pikiran yang ke mana-mana.



    Menghapus nomor dan memencet tombol unfollow memang tidak mudah, namun digital cleanse dapat membantu kamu melewati status patah hati dengan lebih mudah. “Jika mantan kamu sudah move on, ada baiknya kamu melakukan hal drastis dengan putus contact, karena tindakan tersebut lebih baik untukmu ketimbang penderitaan yang kamu alami jika melepaskannya secara perlahan,” tambah Suzanne. 


    2. Lakukan berbagai hal yang membangkitkan semangat kamu.

    Takut menganggur setelah putus? Remember that it’s YOUR life – hidupmu tidak akan menjadi hampa dan membosankan setelahnya bila kamu memiliki tujuan dan kesibukan yang seru. “Semua orang butuh pelarian agar mereka tidak selalu memikirkan mantannya. So, lakukan berbagai aktivitas yang membuatmu semangat! Ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘time heals all wounds’, namun faktanya adalah mengisi hati dan pikiran dengan berbagai pengalaman baru akan sangat membantu kamu move on,” jelas Suzanne.



    Yes, Cosmo mendukung kamu untuk melakukan trip spontan ala film Eat, Pray, Love bersama para sahabat! Bahkan perubahan kecil seperti mengikuti kelas olahraga baru dapat membangkitkan mood dan menantang kamu untuk keluar dari zona nyaman.


    3. Jangan bermalasan dan gerakkan tubuhmu!

    OK, Cosmo mengerti bila kamu mau menghabiskan beberapa malam di bawah selimut sambil mendengarkan lagu galau. Yang penting, jangan menjadikan ini sebuah kebiasaan. “Riset membuktikan bahwa kegiatan self-help yang terbaik untuk menghilangkan depresi adalah dengan berolahraga,” ungkap Suzanne. “Olahraga memproduksi hormon endorfin dan serotonin yang bisa membangkitkan suasana hati.”



    Cosmo tidak memaksa kamu untuk bergabung dalam maraton atau kelas Zumba sekarang juga, kok. Kamu bisa memulai dengan jalan-jalan selama 15 menit saja di taman atau mall – believe it or not, moving your body will help.


    4. Carilah teman baru untuk mengisi kekosongan.

    Bila mantan pasanganmu juga merupakan teman baikmu, Cosmo mengerti jika kamu merasa kesepian saat sudah putus hubungan dengannya. Memang sulit kehilangan seseorang yang sempat memegang berbagai peranan suportif dalam hidupmu, namun ingat bahwa hal-hal seperti ini terjadi... sooner or later, kamu akan melewatinya. Dengan ini, kamu pun mendapat tantangan untuk menjadi lebih independen.





    Selain memberikan relationship advice dan masukan yang lebih objektif, teman-temanmu juga bisa memberikan opini atau bantuan saat kamu sedang menghadapi masalah di tempat kerja. Remember, you can always have fun with friends – mereka juga bisa mengenalkan kamu ke orang-orang baru yang seru!


    5. Pikir-pikir lagi sebelum menjadikan orang lain sebagai pelarian.

    Cosmo paham jika kamu rindu physical touch berupa ciuman, cuddling, dan lain-lain. Meskipun kamu tidak kangen dengan sang mantan, keinginan kamu untuk merasakan kasih sayang dapat mendorongmu untuk balikan atau mencari keintiman dari orang baru.



    Primal instinct yang kamu miliki dapat membuatmu ingin mencari pelarian, namun ada baiknya kamu berpikir lagi sebelum asal memilih pasangan baru,” jelas Suzanne. “Riset telah membuktikan bahwa dalam rebound relationship, standar kamu dapat menjadi buyar.” Ditambah lagi, hubunganmu akan menjadi semakin rumit bila pasangan baru kamu sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan pelarian. 


    6. Ingat batas saat bersedih.

    Putus hubungan memang sulit dihadapi, dan kamu perlu menghadapi perasaanmu agar bisa move on dengan baik… but there is a limit. “Saatnya untuk kembali ke dunia nyata bila rutinitas self-care kamu malah membuat kondisimu semakin buruk,” ungkap Suzanne. “Bila kamu sudah bermalas-malasan di kamar selama tiga minggu dengan diet yang tidak sehat, kamu perlu beraksi dan mengubah rutinitas tersebut.” 



    Akhir-akhir ini, apakah kamu selalu menolak ajakan teman untuk hangout karena kamu lebih ingin menyendiri di rumah? Kebiasaan ini dapat mengakibatkan masa galau yang lebih lama, lho. “Otak manusia dirancang untuk memilih kenikmatan dibanding rasa sakit, namun saat kamu menghabiskan terlalu banyak waktu bersedih, otak kamu akan membiasakan diri dengan pola pikir negatif tersebut,” jelas Suzanne. “Lama-kelamaan, otak jadi bisa menafsirkan kesedihan sebagai pleasure, dan kamu pun akan semakin mudah depresi.” Maka dari itu, pergilah berpesta dan habiskan waktu bersama teman-teman untuk sejenak! 


    7. Nikmati status lajang terlebih dahulu sebelum mencari pasangan baru.

    Jangan terburu-buru mencari pasangan baru dulu. “Kamu akan siap menanggalkan status single lagi setelah memberikan diri sendiri me-time. Ambil dulu waktu rehat dari segala drama yang bisa terjadi dalam sebuah hubungan baru,” ucap Suzanne. Jangan takut berstatus lajang, apalagi merasa bahwa kamu harus langsung berpacaran lagi karena ingin menikah dalam beberapa tahun ke depan!



    Idealnya, dalam sebuah hubungan pun, you should have your own separate life. Bila kamu bisa menikmati waktu sendiri saat single, kamu pun tidak akan terlalu bergantung dengan pasanganmu nanti, dan ia pun akan mengapresiasi sifat independen kamu. Stay strong!


    (Image: outnow.ch / Artikel ini disadurkan dari cosmopolitan.com. Perubahan minor telah dilakukan oleh editor.)