Career

Ini Masalah Keuangan yang Paling Sering Dialami Milenial

  by: Alvin Yoga       28/2/2019
  • Ada beberapa masalah soal keuangan yang sering dialami oleh milenial: mulai dari membuat anggaran (jujur, pernahkah kamu membuat anggaran uang?), hitungan soal berapa banyak yang kamu habiskan (hayo, berapa banyak yang kamu keluarkan untuk liburan kemarin?), berapa banyak yang sebenarnya kamu dapatkan tiap bulannya (sudah cukupkah gajimu saat ini?), serta berapa banyak yang kamu tabung (Maaf, siapa yang bisa menyimpan 20% dari uang gajinya tiap bulan? Boleh minta tolong ajari saya?). Cukup sudah! Saatnya kamu memegang kontrol terhadap keuanganmu sendiri. Berikut ada beberapa tips yang Cosmo siapkan sehubungan dengan beberapa masalah keuangan yang paling sering dialami oleh para milenial.


    Masalah keuangan pertama para milenial: “Saya bahkan tidak tahu berapa banyak uang yang saya punya.”




    Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat bujet yang kamu sendiri mampu ikuti. Mula-mula, cari tahu sebenarnya seberapa besar gaji kamu di kantor (gaji bersih ya, setelah dipotong dengan biaya lain seperti jaminan pensiun dan asuransi kesehatan). Kemudian, lihat kembali seberapa besar pengeluaran kamu untuk sebulan, mulai dari biaya sewa apartemen sampai hangout bersama the girls di akhir pekan.

    Pastikan kamu membaginya dalam jumlah yang “sehat”, yaitu 50/30/20: 50% untuk kebutuhan mendasar tiap bulan (biaya cicilan rumah, kartu kredit, cicilan mobil, tagihan listrik, uang pulsa, dan lainnya), 30% untuk bersenang-senang (nonton film bersama si dia, ikut donasi bersama the girls, hangout bersama teman kantor, membayar tagihan Netflix, daftar keanggotaan gym, dan sebagainya), dan 20% sisanya untuk ditabung (reksa dana, emergency fund, tabungan untuk berlibur, dan lainnya).

    Mengetahui bagaimana cara membagi uangmu dalam bujet serta mengikuti bujet tersebut adalah sebuah langkah besar. Dengan begitu, kamu bisa memegang kontrol pada keadaan keuangan kamu sendiri. Nah, selagi mengatur pengeluaran, intip juga berapa skor kredit kamu di BI checking. Pastikan skor kamu adalah 1 atau 2 – ini artinya kamu berada dalam kondisi kredit lancar. Jika skor kamu lebih dari 2, uh-oh, siapkan bujet untuk membayar cicilanmu dan hentikan penggunaan kartu kredit untuk sementara.

    Masalah keuangan kedua para milenial: “Asuransi kesehatan… ugh, menambah pengeluaran saja.”


    Yes, berada dalam lindungan asuransi memang berarti kamu perlu menyisihkan uang untuk pengeluaran tambahan tiap bulannya. Sah-sah saja jika kamu kemudian memilih untuk tak punya asuransi karena tak ingin menambah pengeluaran, namun jika (knock on the wood) sesuatu terjadi padamu, dan kamu tak punya asuransi, it could wreck your financial life for decades down the line.

    Here’s a crazy stat: dibandingkan dengan negara-negara tetangga, menurut data dari World Bank pada tahun 2007, pengeluaran masyarakat Indonesia untuk jaminan kesehatan dan asuransi kesehatan lainnya masih terhitung paling rendah. Bahkan, pengeluaran untuk membeli rokok masih jauh lebih besar, padahal pengeluaran tersebut adalah “penyumbang” terbesar untuk masalah kesehatan seperti strok, jantung koroner dan hipertensi. Ironis, bukan?

    Di sisi lain, asuransi kesehatan sebetulnya tidak semahal itu. Jika kamu terbebani dengan asuransi swasta yang harganya memang tidak murah, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terhubung langsung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hanya dengan membayar kurang dari Rp100.000,- per bulannya (harga iuran kelas 1 bahkan hanya Rp80.000,- per orang per bulan), kamu sudah mendapat keringanan jika sesuatu terjadi. Peace of mind? More priceless!


    Masalah keuangan ketiga para milenial: “Saya punya terlalu banyak utang! Yang kemarin belum lunas, saya sudah menambah hutang baru.”




    Angkat tangan jika kamu berada dalam posisi ini – ya, termasuk kamu yang terbiasa membayar biaya minimum kartu kredit tiap bulannya. Sama seperti menurunkan berat badan, kamu bisa mulai mengurangi hutang sedikit demi sedikit dengan cara “diet”.

    Pertama-tama, titipkan kartu kredit kesayangan pada ibumu, atau simpan dalam-dalam di lemari baju… mana pun selain di dompetmu. You’re officially on a debit-card-and-cash-only diet.

    Berikutnya, cari tahu seberapa banyak pengeluaran yang bisa kamu potong (keanggotaan gym kamu habis bulan depan? Hentikan dulu untuk sementara. Begitu juga dengan Netflix kamu), lalu sisihkan uangnya untuk membayar hutang kamu agar jumlah yang dibayarkan bisa lebih dari biaya minimum tiap bulannya. Selesaikan hutang yang jumlahnya paling sedikit, kemudian matikan kartu kredit tersebut hingga hanya tersisa satu. Membutuhkan waktu, tapi selama kamu tidak terus tergiur dengan menambah hutang baru, you will get there.


    Masalah keuangan keempat para milenial: “Apa yang akan terjadi jika saya dipecat?”


    Meski membutuhkan waktu untuk dikumpulkan, namun emergency fund itu penting, lho. Cari tahu seberapa besar pengeluaran kamu untuk sebulan (atau gunakan besaran take-home pay kamu), kemudian kalikan dengan enam. Tabung sebesar jumlah itu untuk dipakai di saat-saat emergency – seperti pemecatan secara tiba-tiba, atau jika kamu ingin keluar dari kantor yang sekarang namun belum memiliki pekerjaan baru.

    Alexa Von Tobel, penulis Financially Fearless: The Definitive Guide on Taking Control of Your Finances, memberi sebutan “Freedom Fund” untuk tabungan tersebut: it lets you do what you need to do without taking your credit cards back from your mother. Kamu termasuk pelupa? Buat akun khusus dengan sistem autopayment, dan biasakan untuk menyimpan sisa uangmu (seperti uang kembalian dengan pecahan kecil) untuk ditabung.


    Masalah keuangan kelima para milenial: “Apakah keadaan keuangan saya akan terus pas-pasan seperti ini?”


    No, you aren’t! Tapi untuk mengubah keadaan keuanganmu, jalan keluarnya adalah dengan menabung. Bahkan 2% dari gajimu tetap lebih baik dibanding tidak sama sekali. Proyeksikan diri kamu ke masa-masa pensiun nanti: Di mana kamu akan tinggal nanti? Apakah kamu ingin menikmati masa tua sambil berlibur di pantai? Atau menghabiskan waktu sambil traveling di New York? Untuk membuat mimpi itu terwujud, kamu harus memulai langkah awal dari sekarang.

    Lihat berbagai opsi yang ditawarkan di sekelilingmu. Perusahaan tempat bekerja menawarkan tabungan dana pensiun? Ambil kesempatan emas tersebut. Mulai bulan ini, Cosmo tantang kamu untuk menyimpan setidaknya 2% dari take-home pay. Can you?


    (Alexa Von Tobel / Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Outnow.ch)