Career

8 Tips Lebih Produktif Bekerja Tanpa Melupakan Self-Care

  by: Alexander Kusumapradja       5/2/2020
  • Banyak yang menganggap menjadi lebih produktif saat bekerja berarti harus lebih memforsir diri sendiri atau bekerja lebih lama, padahal tidak harus seperti itu. Menjadi lebih produktif justru bisa dimulai dengan memerhatikan diri sendiri terlebih dahulu dibanding fokus bekerja lebih lama atau keras. Menurut psikolog, orang yang memerhatikan kondisi dan kesehatan mental dirinya sendiri, memiliki daya kognitif yang lebih bagus serta lebih fokus dan konsentrasi saat bekerja dibanding mereka yang bekerja di bawah tekanan.

    Menjadi produktif di tempat kerja bukan berarti kita harus mengorbankan kebahagiaan dan kesehatan mental kita. Dengan mencari cara membuat waktu bekerja kita lebih nyaman lewat cara sederhana bisa menjadi penyemangat kita dalam bekerja lebih optimal. Berikut adalah delapan tips menambah produktivitas bekerja tanpa melupakan self-care.



    via GIPHY

    1. Memanfaatkan waktu istirahat untuk keluar area kantor.

    Di kultur kerja yang menuntut kita untuk sedisiplin mungkin memanfaatkan waktu istirahat kita, mulai dari jam makan siang atau cuti, beristirahat terlalu lama mungkin bisa membuat kita dicap sebagai pemalas. Padahal, sebuah survei tahun 2019 yang dilakukan oleh Tork mengungkap fakta bahwa beristirahat secara rutin di hari kerja secara dramatis meningkatkan produktivitas dengan sekitar 90 persen responden karyawan Amerika Serikat yang disurvei melaporkan bahwa mereka merasa lebih segar dan siap bekerja setelah break makan siang di luar meja kerja mereka. Bila kamu akan berhadapan dengan pekerjaan yang menguras energi, melangkah sejenak dari meja atau ruangan kantormu untuk menikmati makan atau minuman dapat membuatmu lebih relaks dan menyegarkan tubuh dan otak agar lebih fokus.


    2. Kerjakan pekerjaan yang paling kamu tidak terlebih dahulu… atau sebaliknya.

    Setiap orang punya ritme energi yang berbeda-beda dalam menjalani harinya. Kenali dulu ritme energi dirimu sendiri, apakah kamu termasuk yang produktif di pagi hari atau di jam lain. Kerjakan hal-hal yang menurutmu paling berat dan sulit di jam-jam paling produktif dirimu. Dengan menyelesaikan pekerjaan yang paling berat terlebih dahulu, kamu bisa memfokuskan perhatian dan ketika energimu mulai memudar, kamu tahu bahwa pekerjaan selanjutnya akan lebih mudah atau bisa beristirahat lebih dahulu. Di sisi lain, ada juga orang yang lebih suka mengerjakan pekerjaan favorit mereka terlebih dahulu atau lebih mudah karena adrenalin positif yang kamu dapat ketika selesai mengerjakan suatu hal dengan apik bisa membuatmu semangat bekerja sepanjang hari. Apapun ritme dan pilihanmu, mencari tahu mana yang lebih efektif bagimu adalah prioritas dan mungkin harus melewati proses coba-coba terlebih dahulu.


    3. Luangkan waktu untuk hobi.

    Bila kita terjebak dalam mindset harus produktif setiap saat untuk menjadi orang sukses, hal itu terkadang malah berbalik membuat kita lelah dan kehilangan motivasi. Bukan hal yang mudah untuk menentukan batas antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan personalmu, tapi itu adalah skill penting yang harus diasah. Meluangkan waktu untuk menekuni hobi atau kegiatan yang kita suka tidak hanya menjaga kesehatan mental tapi juga membantu kita lebih produktif saat bekerja setelah recharge energi mental dan kebahagiaan kita. Dengan fokus pada hal yang ingin kamu lakukan dan bukan yang harus kamu lakukan, kamu dapat menyimpan energi emosional untuk melakukan hal yang kurang kamu suka sekalipun.

    via GIPHY

    4. Membuat daftar hal yang harus dikerjakan dengan desain favoritmu.

    Semakin kamu menyukai area kerjamu, semakin kamu produktif dalam bekerja menurut artikel tahun 2015 yang dimuat di jurnal Nature. Lingkungan dan tempat kerja yang memanjakan secara visual dapat mendorong mood dan suasana emosi yang bagus ketika kamu bekerja sehingga hasilnya makin produktif. Bagaimana kalau kamu bekerja di kantor yang kaku dan tidak membolehkanmu menghias area kerjamu dengan ramai? Kamu masih bisa mengakalinya dengan cara membuat jurnal atau to-do-list sesuai desain yang kamu suka. Selain menginspirasi kreativitas, hal ini membuatmu lebih termotivasi mengerjakan daftar tugas tersebut dibanding bila daftar tersebut dibuat dengan desain yang monoton. Entah itu berupa post-it dengan warna favoritmu atau melalui aplikasi notes di smartphone yang makin banyak pilihan, hal ini bisa membantu mood ketika kamu melihatnya.




    5. Mencari udara di luar.

    Berdasarkan wawancara bersama peneliti Kate Lee dari University of Melbourne di Harvard Business Review, melihat hijaunya pemandangan di luar ruangan dapat membantu meningkatkan level konsentrasi dan produktivitas dalam bekerja. Menurut survei kerja L.L. Bean di tahun 2018, 74 persen orang yang bekerja di dalam ruangan merasakan mood yang lebih baik ketika mereka punya kesempatan untuk keluar ruangan, bahkan bila hanya punya waktu beberapa menit.


    6. Memelihara tanaman dalam ruangan.

    Bila kamu bekerja di ruangan tertutup, memiliki tanaman dalam ruangan bisa memberikan semangat bekerja dan membuatmu tambah fokus. Sebuah studi tahun 2015 yang dipublikasikan di Journal of Physiological Anthropology mengungkap kegiatan berinteraksi dengan tanaman dengan cara memandang mereka, memberi air, atau bahkan bicara dengan mereka mampu memberikan efek menenangkan pada sistem saraf kita. Orang yang berinteraksi dengan tanaman dilaporkan lebih mudah merasa tenang dan damai sepanjang hari dibanding yang tidak. Sebagai permulaan, mulai dengan tanaman-tanaman sukulen dalam pot mungil yang tidak mudah mati dan tidak perlu perawatan yang lebih. Bentuknya yang menarik juga menjadi nilai lebih untuk dekorasi dan meningkatkan mood saat bekerja.


    7. Stretching badan.

    Sesederhana merenggangkan lengan saat duduk di kursi kerja bisa membuat tubuhmu lebih relaks dan segar karena stretching membantu peredaran darah dan menyalurkan nutrisi ke seluruh tubuh. Semakin banyak nutrisi yang kita serap, semakin kita fokus dalam bekerja. Dan stretching tentu membuat tubuh kita terasa lebih segar dan tidak kaku.

    via GIPHY

    8. Bersosialisasi dengan kolega.

    Bergaul dengan teman kantor di jam kerja mungkin terdengar tidak produktif, namun ternyata hal ini bisa membantu kesehatan mental dan performa kerjamu di kantor. Sebuah riset yang dimuat jurnal Personnel Psychology tahun 2015 mengatakan bahwa teman kerja mungkin bisa mendistraksi atau membuat kehidupan kantor lebih rumit, namun hal ini bisa mendorong produktivitas dan membuatmu lebih mudah meminta bantuan saat kamu membutuhkannya.


    (Alex. K / Image: Brooke Cagle on Unsplash )