Better You

Menurut WHO, Ini Cara Memakai Masker yang Tepat

  by: Shamira Priyanka Natanagara       5/2/2020
  • Seorang pria berusia 44 tahun yang dikonfirmasi terjangkit virus corona meninggal dunia di Filipina pada 1 Februari—kematian pertama yang dilaporkan dari luar Cina. Bepergian ke dan dari Cina, Hong Kong, dan Makau kini dilarang, dan tampaknya orang-orang melakukan upaya apa pun untuk melawan infeksi tersebut. Jika kamu tidak tahu cara memakai masker yang benar—terutama di tengah-tengah seluruh berita dan nasihat yang sedang beredar—World Health Organization (WHO) telah merilis tata cara penggunaan masker yang tepat.

    Informasi yang dirilis WHO meliputi cara dan kapan seharusnya kita menggunakan "masker medis di komunitas, rumah, dan fasilitas kesehatan" di area yang telah dikonfirmasi terjangkit virus corona.




    Bagaimana cara memakai masker yang tepat?

    Pertama-tama: hanya ada satu tepat untuk menggunakan masker medis. "Sisi yang biru [atau hijau] seharusnya di luar. Itu seharusnya adalah sisi yang anti air. Sisi yang berwarna putih adalah sisi yang mampu menyerap sehigga ketika kamu bersin, cairannya diserap sisi tersebut," kata Sekretaris Departemen Kesehatan Filipina Francisco Duque, menurut laporan GMA News Online. Ingat pula untuk menekan kawat pada bagian atas masker dengan lembut ke hidung agar masker tidak jatuh!

    Menurut saran WHO, masker harus menutupi area hidung dan mulut, serta terikat agar tak ada celah besar di antara wajah dan masker. Hindari sering-sering menyentuh masker, dan setelah dilepas, anggap masker sebagai benda kotor. Lepas masker dengan hanya memegang talinya dan cuci tanganmu setelah membuang masker. Ingat: jangan gunakan kembali masker sekali pakai!


    Kapan seharusnya kita memakai masker?

    Meskipun masker semakin sering digunakan, WHO mengatakan bahwa orang-orang yang tidak memiliki gangguan pernapasan (seperti batuk dan bersin) tidak perlu memakai masker, "karena tidak ada bukti bahwa masker ampuh untuk melindungi orang yang tidak sakit." Penggunaan masker dimaksudkan untuk menahan kemungkinan infeksi dan pastinya diperlukan bagi orang-orang yang menunjukkan gejala penyakit.




    Apakah memakai masker saja cukup?

    Pada dasarnya, masker sendiri tidak bisa mencegah infeksi. Penggunaan masker hanya upaya perlindungan dan seharusnya menjadi salah satu kebiasaan untuk menjaga kesehatan, menurut saran WHO. Langkah perlindungan lainnya yang bisa kamu lakukan adalah mencuci tangan dan menjaga jarak (setidaknya sejauh satu meter) dari orang yang menunjukkan gejala gangguan pernapasan.

    WHO pun memperingatkan bahwa Masker bisa menciptakan "rasa aman yang salah yang bisa [membuat seseorang] mengabaikan langkah perlindungan selanjutnya". So pastikan kamu memakai masker dengan benar dan melakukan langkah-langkah perlindungan lainnya yang dibutuhkan.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Philippines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Image: tam wai on Unsplash)