Lifestyle

Cosmo Honest Review: To All The Boys: P.S. I Still Love You

  by: Shamira Priyanka Natanagara       12/2/2020
  • Setelah film To All The Boys I've Loved Before sukses membuat banyak orang jatuh hati, sekuelnya, To All The Boys: P.S. I Still Love You, siap membuat para penonton kembali terkesima dengan kisah cinta Lara Jean Covey dan Peter Kavinsky. Dalam film kedua ini, Lana Condor kembali berperan sebagai Lara Jean, murid SMA imut yang romantis, dan Noah Centineo pun kembali menjadi si charming Peter Kavinsky—tapi kali ini ada tokoh laki-laki baru, John Ambrose McClaren, yang hadir di kisah cinta mereka. 

    Ketika Netflix Indonesia mengumumkan bahwa film ini sudah mulai tayang, Cosmo tentu saja langsung menghentikan semua aktivitas dan menyaksikan film ini secara saksama. Ingin tahu pendapat Cosmo tentang film ini? Hmm... apakah film ini lebih bagus daripada film pendahulunya, ya? Nah, berikut adalah honest review tentang To All The Boys: P.S. I Still Love You, spesial untuk kamu yang penasaran dengan kelanjutan kisah asmara Lara Jean dan Peter. 

    PERINGATAN: Ulasan ini mengandung sedikit spoiler!





    Sinopsis

    Film ini dimulai persis di mana film pertama To All The Boys I’ve Loved Before berakhir: ketika Lara Jean Covey (Lana Condor) dan Peter Kavinsky (Noah Centineo) resmi berkencan. Ini adalah kali pertama Lara Jean menjalin hubungan asmara, dan ia pun mengalami semua momen pertamanya, termasuk kencan pertama dan ciuman pertama. Meskipun bahagia, Lara Jean mulai berpikir berlebihan dan merasa insecure karena, walaupun saat ini Peter jatuh cinta padanya, ia telah melakukan semua momen pertama tersebut dengan Gen (Emilija Baranac), mantan kekasihnya sekaligus mantan sahabat Lara Jean. 

    Perasaan Lara Jean semakin goyah ketika ia mendapat surat dari John Ambrose McClaren (Jordan Fisher), membalas surat cinta Lara Jean yang dikirim adiknya, Kitty (Anna Cathcart), pada film pertama. Dan seakan-akan hal tersebut tidak cukup, John Ambrose secara kebetulan menjadi sukarelawan di tempat yang sama dengan Lara Jean, dan mereka pun mulai menghabiskan banyak waktu bersama. What a great timing, huh? 

    Selain itu, film ini juga menunjukkan kisah asmara ayah Lara Jean (John Corbett), yang mulai naksir pada tetangganya, secara singkat.



    Drama Percintaan SMA yang Membawa Nostalgia

    Sejujurnya, saya bukanlah penggemar berat film romantic comedy (shocking!), tapi saya mengaku bahwa To All The Boys I’ve Loved Before adalah film yang menggemaskan—membuat hati ingin meledak saking imutnya—dan meskipun ceritanya terbilang simpel, film tersebut menghibur. It’s wholesome.

    Pada 10 menit pertama sekuel To All The Boys ini, saya merasa, “Hmm… mungkin film ini bisa mengalahkan film yang pertama,” karena dari awal sudah cukup jelas bahwa ceritanya lebih, err, berbobot—lebih banyak drama yang membuat para penonton ikut berpikir dan ikut kesal, hehe… 

    And I was right! Sepanjang film ini, kita mengikuti kisah cinta Lara Jean yang bisa dibilang ‘SMA banget’. Hatinya mudah goyah, ia kerap mengungkit-ungkit hubungan Peter dan Gen, masih menganggap bahwa Peter adalah the love of her life dan sulit menerima kemungkinan bahwa hubungan mereka bisa berakhir. 

    Mungkin beberapa orang menganggap hal-hal tersebut agak cliché, tapi saya rasa drama percintaan SMA dalam film ini cukup menghadirkan nostalgia. Jika kamu pernah merasa 'galau' karena menyukai dua pria pada waktu yang bersamaan, atau mungkin merasa insecure karena mantan sang kekasih (menurut pikiranmu) lebih baik darimu, saya rasa film ini bisa membawamu sedikit flashback ke masa-masa tersebut. Dan jika kamu tidak pernah mengalaminya, pasti kamu mengenal seseorang yang masa SMA-nya dipenuhi drama asmara. We all know that person. 






    What’s Missing?

    Dengan deretan masalah percintaan yang terjadi di sepanjang film ini, serta mengingat betapa menggemaskannya film To All The Boys yang pertama, saya berharap untuk dibuat emosional—hingga ingin meremas bantal yang menjadi teman nonton, mungkin sampai mata berkaca-kaca. Namun sayangnya, film ini belum berhasil mewujudkan hal tersebut. 

    Di film pertama karakter Peter sukses mencuri hati para penonton dengan tingkahnya yang agak genit tapi charming, tapi di film kedua ini kita tidak banyak melihatnya, dan ketika ia muncul, dia tak memancarkan karisma—setidaknya tidak seperti di film pertama. Dan John Ambrose pun tidak jauh berbeda. Yes, ia tampak baik dan pintar, serta memiliki beberapa kesamaan dengan Lara Jean, but charming? Hmm… Mungkin saya bisa jatuh cinta padanya jika diberi waktu lebih untuk mengenalnya.

    Dan sejujurnya, saya mengharapkan momen manis di antara Lara Jean dan Trina (Sarayu Blue), tetangga yang ditaksir ayahnya. I mean, Lara Jean merasa insecure karena Peter sebelumnya sudah melakukan hal-hal romantis bersama Gen, so saya kira ia akan meminta saran pada Trina, mengingat ia berada di posisi yang sama (apakah Trina merasa insecure mengetahui ayah Lara Jean sudah pernah menikah sebelumnya?). 




    So… kesimpulannya?

    To All The Boys: P.S. I Still Love You adalah film komedi romantis yang menghadirkan drama percintaan remaja yang cukup nostalgic. Film ini memang sedikit berbeda dengan film pendahulunya yang dipenuhi momen-momen menggemaskan, tapi bukan berarti film ini buruk—hanya saja saya rasa agak kurang, hmm… ‘nendang’. 

    So, mana yang lebih bagus: film yang pertama atau yang kedua? Well, saya rasa masing-masing orang memiliki pendapat yang berbeda, dan film ini layak ditonton agar kamu bisa menentukan pilihanmu sendiri.

    Kamu bisa menyaksikan To All The Boys: P.S. I Still Love You di Netflix mulai dari tanggal 12 Februari, 2020 ini. Selamat menonton!


    (Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Dyah Puspasari / Images: Dok. Netflix Indonesia)