Better You

Wujud Self-Love yang Bisa Dilakukan pada Diri saat Valentine

  by: Givania Diwiya Citta       14/2/2020
  • Valentine? It’s self-love time! Saatnya memberi diri sendiri sebuah well-being lewat sesi detox, girls. Karena kadang kita tak menyadari gejolak emosi atau mental yang terjadi dalam diri. Seperti sesederhana tak bisa memutuskan jawaban dari apakah seperlu itu untuk ambil proyek tambahan, meski tubuh sudah meronta untuk istirahat. Angkat tangan jika kamu merasa relate! Well, mengambil jeda – dari apapun itu – sesungguhnya baik untuk level kesehatan, kebahagiaan, dan efisiensi dalam produktivitas, lho. Detox bisa menciptakan shifting dalam pola pikir, menciptakan ruang berpikir yang lebih jernih, dan membantu kita dalam menyegarkan kembali kontrol diri akan hidup. Let’s start rejuvenating now!


    Detox at Home

    Seklise apapun ini terdengar, tapi rumah merupakan cerminan diri kamu, mulai dari isi lemari, perabotan, sampai deretan buku yang terjajar di rak (atau berserakan di side table). Here’s the starter kit to detox at home:



    1. Bersihkan seluruh isi lemari



    Saatnya menjelma menjadi Marie Kondo dalam buku The Life-Changing Magic of Tidying Up. Konsepnya adalah menyortir pakaian, aksesori, kosmetik, alat mandi, utensil, atau berbagai barang yang kamu jejali di lemari, ke dalam daftar yang membuat kamu merasa bahagia. Baik itu lemari pakaian, kabinet kamar mandi, meja cermin rias, sampai lemari di dapur. Tentunya ada beberapa barang yang kamu simpan selama ini berkat nilai emosi yang dimilikinya, tapi cobalah lihat dari perspektif bahwa barang tersebut sudah mendorong kamu menuju berbagai posisi dalam hidup, dan setelah kamu mensyukurinya, relakanlah. Terakhir, koordinasikan masing-masing kategori barang pada sistem tempatnya masing-masing. Kerapian membawa zen, you know it’s true.


    2. Hadirkan unsur alam ke dalam ruangan



    Tak pernah ada yang salah saat membawa alam ke dalam rumah, yes, cheers to indoor plant! Tak perlu menghadirkan tanaman berukuran besar yang akan makan tempat di rumah. Pilih saja yang jadi favorit kamu, baik itu peace lily, spider plant, garbera daisy, atau Chinese evergreen. Yang pasti, kehadiran unsur alam mampu memurnikan kembali physical space kamu. Selain membantu detoksifikasi sirkulasi udara, tanah dari tanaman pun akan menyerap berbagai chemical yang berpotensi menjadi racun. Lebih dari itu, beberapa dekorasi tanaman bisa menyegarkan atmosfer ruangan yang tadinya monoton, hingga mengharumkan rumah secara alami. Nothing beats nature!


    3. Aktifkan airplane mode dalam ponsel



    Jangan panik...hanya mode pesawat saat kamu tidur pada malam hari saja kok. Tujuannya? Untuk meraih waktu ideal tidur delapan jam yang klasik dielu-elukan, atau setidaknya, untuk mendapat tidur yang berkualitas. Ponsel tak pernah jauh dari meja kerja, meja makan, sampai kasur, dan ia punya kekuatan yang terkadang membuat kita merasa bergantung padanya. Kamu tidak sendirian, problema ini melanda hampir dari kita semua. Namun mari beraksi detox semi-digital terutama saat kita hendak mengistirahatkan tubuh dan pikiran dari aktivitas seharian, atau dari deru media sosial yang berpotensi menimbulkan anxiety terhadap hidup sendiri. Enjoy the tranquil rest, bb.


    Detox at Office

    Tanpa komputer, rasanya hanya sedikit dari kita yang bisa menyelesaikan semua pekerjaan di era kontemporer ini. Tapi bergantung secara non-stop pada perangkat elektronik tersebut juga bisa membawa kita pada produktivitas yang terhambat, atau bahkan bisa menjauhkan kita dari hubungan nyata, yang sebenarnya bisa berkontribusi pada kesuksesan dalam karier. Di era mesin ini, berikut cara sederhana untuk detox saat bekerja…

    1. Mulai menggerakkan diri di kantor



    Dalam arti: cobalah untuk brainstorming dengan rekan kerja secara bertatap langsung, ketimbang lewat email berantai. “Latihan untuk berjalan ke meja kerja sang rekan bisa meningkatkan neuroplasticity (kemampuan otak dalam memugar cara kerjanya sendiri), hingga membuat kamu bisa lebih memantik gagasan atau ide yang kuat,” ujar Jamie Krenn, asisten profesor psikologi dan pendidikan di Columbia University.


    2. Berdiskusi via telepon suara


    via GIPHY




    Tidak bisa ikut meeting dengan tim secara langsung? Angkat telepon dan buat panggilan suara yang sesungguhnya (ya, beranilah melakukan ini). Mendengar suara dari ujung telepon bisa menciptakan ikatan emosional, yang terkadang hilang jika kita hanya berbincang lewat email. Bahkan dengan dialing in, akan mendorong terciptanya koneksi hubungan antar personal yang lebih baik di tempat kerja.


    3. Ciptakan keheningan di ruangan



    Ping! Cek kotak pesan masuk. Ping! Cek ponsel. Ping! Semua peringatan notifikasi tadi bisa menghambat produktivitas karena membuat kamu terus menerus beralih fokus, seperti yang dikatakan Nancy Colier, penulis buku The Power of Off. Cobalah sesekali untuk mengganti notifikasi suara ke silent, bahkan log out dulu untuk sementara waktu dari akun email, jika hari itu kamu benar-benar butuh fokus tingkat tinggi. Coba gunakan Boomerang for Gmail yang bisa mengatur personalisasi penerimaan pesan-pesan yang masuk.


    Detox at Mind

    Kita kerap terpaku standar untuk terus mencari hal-hal yang lebih – semisal jumlah likes yang lebih, hiburan yang lebih menyenangkan dari sekarang – hingga kita mulai memercayai bahwa hal-hal ‘lebih’ tersebut adalah yang berperan menciptakan kebahagiaan kita, seperti dikutip dari Nancy Colier. Sekarang, alih-alih gelisah untuk terus mencari hal yang lebih, mari nikmati “me time”.

    1. Rancang satu hari untuk kencan



    ….dengan diri kamu sendiri. Kunjungi kedai kopi favorit dan pesan segelas kopi untuk dinikmati sambil berjalan-jalan, lalu tanyakan ke diri sendiri, “Apa yang berhasil mendorong motivasi saya? Apa yang bisa saya pelajari dari hari ini?” Jawaban-jawaban yang kamu temukan sendiri akan mengarahkan pada rasa fulfillment yang lebih memuaskan, dan membantu kamu untuk mengerti potensi dan perbaikan yang diri kamu butuhkan.


    2. Diamlah, dan tak lakukan apapun



    Berbaringlah atau duduk dengan nyaman, ambil napas perut dalam-dalam selama lima kali. Praktik seperti salah satu latihan yoga ini akan membangun rasa damai pada pikiran lebih mendalam, dan seperti yang disampaikan Nancy Colier, membantu kita menavigasi kesulitan-kesulitan dalam hidup pada solusi hasil dari pikiran yang jernih.


    3. Ucapkan terima kasih



    Bersyukur akan meningkatkan wellbeing, bukan hanya dengan mengunggah ke media sosial betapa kamu #diberkati, ya. Cobalah buat jurnal kecil untuk merekam apa saja yang kamu syukuri setiap harinya. Lalu jika rasa syukur itu hadir dari kontribusi seorang teman – yang mungkin telah stick dengan kamu sepanjang masa-masa sulit dilalui – katakan terima kasih padanya dalam sebuah pertemuan langsung. Happy days ahead!


    (Givania Diwiya / FT / Additional text is adapted from Cosmopolitan Middle East June 2019 / Image: Ray Rodriguez dari Pexels)