Love & Sex

Hasil Penelitian: Kencan Pertama Seharusnya di Bawah 1 Jam!

  by: Alvin Yoga       13/2/2020
  • "Jadi, kita mau pindah ke tempat lain?" Jo (nama samaran) bertanya setelah isi gelas kopi kami habis. FYI, ini adalah gelas kedua kami. Saya ingiiin sekali menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur dan memberitahu si dia bahwa saya ingin menghentikan segala hal soal "kita" hari ini karena yang "saya" inginkan sebenarnya pulang ke rumah dan menyelesaikan serial Crash Landing on You sebelum teman-teman saya mulai memberikan spoiler.

    Namun, yang saya katakan justru, "Mau cari tempat lain untuk minum-minum?" karena saya tak ingin dianggap kasar dan tidak "menyenangkan", padahal sebenarnya saya tak terlalu tertarik dengan si dia. Ugh. 

    The good news: Ini adalah saya yang dulu. Saya baru saja menjomlo, dan belakangan ini saya berusaha untuk kembali berkencan meskipun sebenarnya saya membenci percakapan-percakapan kecil dan memaksa diri untuk tersenyum. Setiap malam, saya mencoba bertemu dengan orang baru dan berkencan. Sampai-sampai saya mulai jarang bertemu dengan teman-teman sayakarena waktu saya habis untuk berkencan dan menghibur diri dengan serial drama Korea setelahnya.



    Tapi kemudian saya menemukan sesuatu yang sangat, sangat krusial: Ternyata selama ini saya melakukan kesalahan di kencan pertama. Kencan-kencan tersebut sangat, sangat, saaangaaatt panjang. Terlalu panjang malah. Di kehidupan nyata, kencan pertama seharusnya tidak lebih panjang dari satu jam. Lebih spesifiknya, menurut Gabi Conti, seorang dating expert asal Inggris, kencan pertama seharusnya hanya berlangsung selama 57 menit, tak lebih dan tak kurang.

    57 menit adalah waktu yang sempurna untuk menghabiskan satu-dua gelas kopi, lalu mencari tahu apakah si dia cocok denganmu atau tidak. Waktu tersebut setara dengan kelas workout di gym, meeting yang membosankan di kantor, atau sesi curhat-mu dengan the girls di telepon.

    Lagi, apakah match-mu di Tinder pantas mendapatkan waktu mengobrol yang lebih lama dibandingkan sesi obrolanmu dengan ibumu? (Jawabannya jelas tidak—ibumu adalah orang yang melahirkan kamu!) Jadi biarkan saya jelaskan alasannya:


    1. Kencan pertama—terutama yang berasal dari swiping—seharusnya cukup membicarakan hobi dan kesukaan satu sama lain.

    That's it. Dan, menurut penelitian, tiga detik pertama pertemuan kalian akan menjadi waktu terbaik untuk mencari tahu apakah kamu tertarik dengan si dia atau tidak. Kamu tak perlu menghabiskan seluruh soremu dengan orang yang baru saja kamu temui, apalagi jika di tiga detik pertama saja kamu sudah tidak tertarik dengan si dia.


    2. 57 menit membuatmu bisa "kabur" dengan mudah kalau kamu tak merasa tertarik dengan si dia.

    Sure, bisa dikatakan kamu kehilangan 57 menit dari kehidupanmu yang berharga kalau ternyata kamu tidak tertarik dengan si dia, tapi setidaknya kamu hanya menghabiskan satu jam dan bukan tiga jam di mana kamu terpaksa harus tertawa dan tersenyum "palsu". Sebelum kalian bertemu, katakan pada si dia bahwa kamu hanya bisa menghabiskan waktu satu jam saja, dan ketika waktunya habis, kamu punya kesempatan untuk pulang tanpa harus membuat suasana menjadi awkward atau membuatmu merasa tidak enak karena harus meninggalkan seseorang.


    3. Kamu menghargai waktumu DAN waktu pasangan kencanmu.

    People are busy! Berkencan bisa terasa seperti pekerjaan penuh-waktu kalau kamu sedang single. Jujur, kalau memang berkencan bisa menjadi pekerjaan utama saya, ha!, saya pasti sudah kaya raya karena tak bisa dihitung lagi seberapa banyak saya berkencan. Trust me: 57 menit adalah waktu yang tepat bagi seseorang untuk bercerita dengan nyaman mengenai dirinya, kesukaan dan hobinya, goals-nya, dan apakah si dia lebih suka memelihara kucing atau anjing tanpa harus sering-sering mengecek handphone-nya atau mencari-cari cara untuk bisa pergi dari tempat tersebut.




    4. Kamu jadi punya alasan untuk kencan berikutnya.

    Pertanyaan selanjutnya: Lalu, bagaimana kalau ternyata saya menyukai si dia saat kencan pertama? Pertanyaan yang bagus. Kalau ternyata si dia adalah pasangan yang (menurutmu) tepat untukmu, dan 57 menit rasanya tidak cukup untuk mengenal si dia yang menurutmu adalah pasangan hidupmu yang sebenarnya, good for you. Kamu bisa menunggu beberapa hari sebelum bertemu dengannya lagi. It’s a total power move! Sekarang, kalian jadi punya alasan untuk bertemu lagi, kan?


    5. Lebih lama dari 57 menit itu...terlalu lama!

    Kencan pertama di restoran Michelin lengkap dengan heels dan makeup terbaik, ditambah mengobrol bersama si dia selama berjam-jam, sambil melakukan kontak mata (sekali, dua kali, sampai tiga kali) adalah alasan mengapa orang-orang malas melakukan kencan pertama. Kencan-kencan seperti ini terasa seperti "mimpi buruk" bagi orang-orang yang single.


    Personally, saya mengikuti aturan 57 menit ini di setiap kencan pertama yang saya jalani selama beberapa minggu terakhir. Dan banyak pasangan kencan yang menghargai saya dan aturan tersebut. Menurut saya, tak cuma efisien, hal ini juga bisa menjadi parameter yang baik ketika bertemu dengan orang baru. Saya jadi tidak takut untuk berkencan lagi, dan menurut saya ini merupakan hal yang baik.

    Lalu, suatu malam, saya bertemu dengan seseorang dari Tinder di salah satu restoran favorit saya. Awalnya, saya merasa yakin bahwa kencan ini tidak akan berjalan baik karena saya tidak suka angle yang ia pakai untuk foto selfie, dan selera lagu EDM-nya tidak sesuai dengan selera musik saya. Jadi, saya membuat janji untuk bertemu dengan teman-teman saya di kafe yang berbeda setelah jadwal kencan tersebut. Ternyata, hey, kencan tersebut adalah salah satu kencan favorit saya. Saya bahkan tak sadar bahwa satu jam telah berlaludan sampai sekarang kami masih berkencan. And yes, tentu saja saya tetap bertemu teman-teman saya tepat setelah satu jam berlalu.

    Jadi, kalau kamu berpikir bahwa meninggalkan kamarmu yang nyaman untuk kencan pertama merupakan suatu mimpi buruk (been there, done that), cobalah aturan 57 menit tersebut. Worst-case scenario, kamu akan kehilangan 57 menitmu yang berharga. Best case, kamu bertemu dengan seseorang yang membuatmu (akhirnya) menghapus aplikasi kencan dari handphone-mu dan *fingers crossed* kamu tak perlu melakukan kencan pertama lagi. Get those timers set, ya'll... you've got less than an hour.


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Mirko Vitali©123RF.com)