Career

Cara Memanfaatkan Media Sosial untuk Menunjang Karier

  by: Givania Diwiya Citta       18/2/2020
  • Tak bisa dipungkiri, kehadiran media sosial memiliki pengaruh terhadap cara kita membandingkan progres karier serta pencapaian hidup personal dengan warga net lain. Atau bahkan… kebalikannya. Tapi sebenarnya, siapa sih yang menggelar kompetisi ini? Alih-alih mengonsumsi energi yang cenderung negatif ini, mari fokus pada diri sendiri dan apa yang bisa kita kerahkan untuk meraih versi terbaik dari pekerjaan masing-masing. Berikut adalah cara untuk menavigasi penggunaan media sosial di dunia cyber ini untuk meningkatkan laju karier kamu.


    Use it to surround yourself with like-minded people. 





    Adalah hal yang alami jika kita merasa tertekan terhadap pencapaian orang lain, apalagi jika terpikir bahwa progres kita tidak sepesat unggahan rekan yang kita lihat di akun media sosialnya. Linda Lee selaku Director Corporate Communications of LinkedIn Asia Pacific yang Cosmo wawancarai, punya satu kiat. “Kami mendorong pengguna LinkedIn untuk menemukan orang-orang yang berpikiran sama seperti pengguna masing-masing. Contohnya adalah yang sama-sama merasa tertantang dalam meningkatkan karier, dengan begitu mereka bisa saling berbagi dan bertukar gagasan,” jawabnya. Lewat mengelilingi diri dengan orang-orang yang berpikiran mirip dengan kita di media sosial, kita pun bisa lebih berfokus pada potensi diri yang mampu dikerahkan, alih-alih berfokus pada membandingkan kinerja dengan persona lain.


    Use it to connect with inspiring people. 



    Setelah menyaring diri dalam lingkaran like-minded people, sekarang siapkan diri untuk mengambil satu langkah lebih lanjut. “Terkadang, upaya mengantisipasi adalah tentang terhubung dengan orang-orang yang menginspirasi, agar bisa mendapat arahan dan mentorship,” tambah Linda. Dengan menghubungkan diri seperti mengikuti figur-figur bernama besar yang punya konten dan wawasan unik, tak hanya akan membuat kamu melangkah maju untuk mendorong motivasi diri, tapi juga secara tak langsung membantu pengikut atau lingkaran kamu untuk tertular inspirasi yang sama. Dalam LinkedIn Spotlight 2019 pun, terdapat 11 tokoh profesional Indonesia yang dilansir mampu menginspirasi jaringan mereka, bahkan berkontribusi pada industri serta komunitasnya masing-masing. Salah satunya adalah Sri Mulyani Indrawati yang berperan sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ananda Nadya dengan profesi Senior UX Researcher, dan Edward Tirtanata selaku CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan. Won’t hurt to follow these personas, bb!


    Use it to land on a dream job. 





    Seperti yang kita tahu, media sosial pun kerap menjadi wadah untuk proses pencarian kerja, mulai dari fitur LinkedIn Jobs sampai halaman Jobs on Facebook yang menawarkan segudang daftar lowongan pekerjaan. Caranya pun beragam, mulai dari mengaktifkan “Open to Opportunities” pada profil di LinkedIn, ataupun mengikuti inisiasi LinkedIn Dream Jobs yang diluncurkan per 2018 lalu. Yakni program yang menampung berbagai perusahaan besar, dan mempertemukannya dengan para profesional muda di Indonesia yang mencari kesempatan berkarier. Setelah digelar selama dua season, media sosial ini telah memfasilitasi career launch pad bagi penggunanya dalam mendaratkan pekerjaan impian di perusahaan lintas industri, mulai dari bidang teknologi, kreatif, sampai organisasi non-profit. Browse the open door!


    Use it to learn and advancing skills. 



    Media sosial seperti LinkedIn maupun Facebook, juga menyediakan platform untuk meningkatkan wawasan terhadap penguasaan hard skill serta soft skill. Kamu bisa mengunjungi halaman Learn with Facebook, juga LinkedIn Learning, yang menyajikan ribuan courses lintas topik. Mulai dari yang berbentuk studi kasus, kiat, sampai yang sumbernya dari para ahli dalam berbagai industri, seluruh artikel maupun video yang disediakan akan bermanfaat untuk menambah pengetahuan dalam mengembangkan karier. Tak hanya topik-topik tentang cara mensukseskan proses wawancara kerja, namun topik seperti “Manage Your Content Marketing” yang disediakan Facebook, lalu “HTML Essential Training” yang disajikan di LinkedIn, bisa jadi alternatif dalam mengasah karier via media sosial.


    Use it to build mentorship. 



    Media sosial seperti LinkedIn dan Facebook juga berfungsi sebagai alat untuk membangun mentorship. Contohnya program Mentorship yang digagas Facebook, yang membantu menghubungkan para Groups (berisi anggota tim kantor kamu ataupun kelompok yang bisa diciptakan sendiri berdasarkan pengguna lain yang like-minded) untuk menjalani sesi mentorship bersama expertise yang relevan. Program Mentorship pun bisa berlangsung selama beberapa periode waktu dengan tujuan mengasah kemampuan tim. Sementara dalam LinkedIn, terdapat fitur LinkedIn Events yang membantu para anggota media sosial ini terhubung dengan anggota lain, dan mendapat kemudahan untuk menciptakan atau menghadiri acara profesional sesuai minat masing-masing. Meski force datang dari dunia digital, namun nyatanya media sosial seperti ini mampu memfasilitasi pertumbuhan karier dan jaringan profesional. Now you know what to do to rocketing your career happiness-index in digital world and IRL!


    (Givania Diwiya / FT / Image: Oleg Magni on Pexels.com)