Better You

Apa itu Sindrom Putri Tidur? Ini Penjelasannya!

  by: Fariza Rahmadinna       27/2/2020
  • Setiap orang membutuhkan tidur untuk melepas rasa lelah dan mengembalikan energi, sehingga tubuh akan jauh lebih segar ketika bangun. Akan tetapi, tidur yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan karena hal ini dapat mengganggu aktivitas harian kamu. Dalam istilah kesehatan, tidur yang berlebihan disebut Sindrom Kleine-Levin (KLS). 


    Sindrom Kleine-Levin (KLS) merupakan suatu gangguan langka yang dapat menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan. Penderita yang mengalami gangguan langka ini dapat menghabiskan hingga 20 jam dalam sehari hanya untuk tidur. Oleh karena itu, gangguan ini juga sering disebut sleeping beauty syndrome atau sindrom putri tidur. Gangguan ini dapat dialami oleh siapapun, baik laki-laki maupun perempuan. 




    Berikut ini Cosmo akan menjelaskan lebih lanjut mengenai beberapa penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.


    Apa saja gejala sindrom putri tidur?


    Sindrom putri tidur merupakan suatu kondisi yang tidak dapat diprediksi gejalanya. Penderita gangguan ini mungkin tidak akan mengalami gejala-gejala yang pasti. Penderita sindrom putri tidur dapat mengalami periode penyakit selama beberapa hari, beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Biasanya penderita gangguan ini akan dilanda rasa kantuk yang ekstrem, sehingga timbul keinginan yang kuat untuk tidur dan mengalami kesulitan saat bangun di pagi hari. Saat periode penyakit berlangsung, penderita Sindrom Kleine-Levin (KLS) dapat tidur selama 20 jam sehari hingga periode penyakit sleeping beauty syndrome selesai. Mereka mungkin hanya akan bangun untuk makan dan ke kamar mandi, lalu kembali tidur. 


    Selain itu, penderita gangguan ini juga mungkin mengalami gejala lainnya seperti halusinasi, mudah marah, nafsu makan meningkat, muncul perilaku kekanak-kanakan, dan memiliki nafsu seks yang tinggi. Hal Ini dapat terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke bagian otak selama berlangsungnya periode penyakit. Setelah periode penyakit selesai, kebanyakan penderita akan beraktivitas secara normal tanpa mengalami disfungsi perilaku atau fisik. Namun, mereka mungkin akan kehilangan sedikit memori tentang apa yang terjadi selama periode penyakit berlangsung.


    Apa saja penyebab sindrom putri tidur?


    Tidak diketahui secara pasti apa penyebab sleeping beauty syndrome. Namun, beberapa dokter percaya ada faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut, seperti adanya cedera di hipotalamus, yaitu bagian otak yang mengontrol tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh.




    Di sisi lain, beberapa orang percaya bahwa sindrom putri tidur termasuk ke dalam jenis gangguan autoimun. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehatnya sendiri. Dalam beberapa kasus, sindrom putri tidur juga mungkin bersifat genetik karena dapat memengaruhi lebih dari satu orang dalam sebuah keluarga.


    Bagaimana cara mengatasinya?


    Sampai saat ini, masih belum ada jenis pengobatan yang mampu mengatasi gangguan ini. Namun, ada beberapa obat yang dapat menstimulus kerja saraf untuk mengurangi rasa kantuk yang ekstrem, sehingga dapat membantu mengurangi durasi periode penyakit dan mencegah periode penyakit yang akan datang. Konsultasikan penyakitmu kepada dokter supaya kamu bisa mendapat resep untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut. 


    Sindrom Kleine-Levin (KLS) adalah gangguan yang sulit untuk didiagnosis. Hal ini terjadi karena gejalanya hampir serupa dengan gangguan kejiwaan. Akibatnya, dibutuhkan rata-rata empat tahun bagi seseorang untuk menerima diagnosis yang akurat. Di dalam dunia medis pun belum ada tes khusus yang dapat membantu mendiagnosis gangguan ini. Sebagai alternatif, dokter akan melakukan beberapa tes dengan mengukur darah, meneliti waktu tidur, CT scan atau MRI pada bagian kepala. 


    Itu dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui dari Sindrom Kleine-Levin (KLS) atau sindrom putri tidur. Semoga bermanfaat, dear!


    (Fariza Rahmadinna / VA / Image: Dok. Freepik)