Lifestyle

10 Novel Indonesia dan Internasional Romantis Sepanjang Masa

  by: Givania Diwiya Citta       28/2/2020
  • Calling out the inner book-worm slash hopeless-romantic soul in you, bb! Meski ini bukan momen Valentine, tapi siapa yang bisa menolak bacaan yang (akui saja!) membuat kamu terenyuh dan tersipu sekaligus? Genre romansa dalam literatur memanglah versatile, dan Cosmo pun tak pernah bosan membacanya. Berikut adalah daftar 10 novel dari tanah air serta panggung internasional, yang punya label romantis sepanjang masa. Happy lovey-dovey with these books!


    The Notebook – Nicholas Sparks




    Ah… salah satu raja dalam genre romantis ini memang telah menelurkan sederet cerita cinta yang tak jarang diadaptasi hingga ke layar lebar. Tapi Cosmo tak bisa bohong, The Notebook adalah karyanya yang paling ro-man-tis. Hanya untuk mengingatkan kamu, ini adalah kisah tentang Noah Calhoun yang membacakan sebuah buku catatan pada seorang wanita, yang akhirnya mengungkap tentang makna kesetiaan, dan kekuatan cinta sejati antara dua individu, melewati berbagai dinamika cinta masa muda hingga masa usia senja mereka. Spoiler: Siapkan banyak tisu!


    Emma – Jane Austen


    Penggemar Jane Austen, angkat tangan! Selain dikenal oleh karya Pride and Prejudice yang intens penuh emosi, Jane juga merupakan penulis genre romantis yang legendaris. Kali ini, karyanya yang berjudul Emma juga tak kalah unik. Alih-alih menceritakan tentang cerita cinta personal, Emma justru mengandung berbagai macam cerita cinta yang terjadi dalam dunia karakter Emma Woodhouse. Ya, sang mak comblang ini mengeksplorasi berbagai situasi serta hubungan yang terjadi dalam lingkungan desanya melintasi kelas sosial dan skenario sosial secara witty, menggugah, dan relatable, meski novel berlatar abad ke-19.


    Looking for Alaska – John Green


    Jika kamu sudah familier dengan The Fault in Our Stars, coba juga baca novel perdana dari penulis ini. Ya, Looking for Alaska juga merupakan novel romantis yang berkutat pada generasi young-adult. Tak hanya menceritakan percintaan masa muda yang menantang dan kompleks, tapi novel ini juga membahas cakupan tentang tema tujuan hidup, rasa kehilangan, hingga harapan. Meski terdengar lebih ‘dark’ dibanding karya heart-wrecking The Fault in Our Stars, tapi bagi kamu yang menggemari genre coming-of-age dan gaya penulisan John yang tak terduga, here is some romance you will unlikely forget.


    Tender Is the Night – F. Scott Fitzgerald


    Meski kepopuleran karyanya yang satu ini belum bisa mengalahkan karyanya sebelumnya, The Great Gatsby, tapi Tender Is the Night diklaim sang penulis sebagai masterpiece miliknya. Dan Cosmo tak bisa tak setuju. Sebagai salah satu penulis dalam era Jazz yang mengelukan riuhnya the roaring twenties, Tender Is the Night mengekspos intimacy dan vibe romantis yang ditawarkan oleh kehidupan French Riviera, alias destinasi eksotis favorit para warga kelas atas Amerika era ’20an. Tapi lebih dari itu, cerita cinta (yang tentu complicated, khas Fitzgerald) antar karakter pasangan Diver ini sesungguhnya tak sedikit merefleksikan kehidupan cinta Fitzgerald bersama istrinya yang juga cukup tersohor di dunia literatur, Zelda. Bersiap menaiki emosi roller coaster bersama novel ini…


    Can You Keep A Secret? – Sophie Kinsella


    Pencinta rom-com, bersorak! Karya Sophie yang satu ini tak kalah witty dari serial The Shopaholic. Malah rasanya kamu bisa ikut berdebar, tertawa, sampai ingin menangis di setiap lembarnya. Bagaimana tidak, coba saja bayangkan menjadi seorang karakter Emma yang membocorkan setiap detail rahasia paling memalukan dalam hidupnya pada orang asing yang ternyata merupakan bos besarnya di kantor. Yikes! Ikuti perjalanan komedi romantis keduanya yang membuat kamu sulit untuk tak menamatkannya.


    Critical Eleven – Ika Natassa




    Masih dalam kategori latar urban, dari dunia literatur tanah air juga terdapat penulis metropop Ika Natassa dengan karyanya, Critical Eleven. Ini adalah cerita love-hate-relationship romantis antara karakter Anya dan Ale yang awalnya berlangsung lovey-dovey sampai dihadapkan pada berbagai pilihan hidup sebagai pasangan.


    Tidak Ada New York Hari Ini – M. Aan Mansyur


    Kumpulan berisi 31 puisi tentang cinta, patah hati, kerinduan ini bisa membuat pembacanya terhanyut, baik itu berkat rangkaian kata puitis atau perasaan yang muncul karena emosi relatable yang juga bisa dialami oleh tiap individu. Puisi-puisi ini pun diadaptasi ke dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 sebagai koleksi puisi ciptaan Rangga. Aww


    Kereta Api Terakhir dari Paris – Mira W.


    Sebagai salah satu penulis perempuan tanah air yang kuat berkecimpung dalam genre romansa, Kereta Api Terakhir dari Paris juga amat berpotensi membuat emosi campur aduk. Khas Mira W., drama percintaan masa SMA sampai pernikahan jadi fokusnya. Namun kali ini adalah tentang cinta segitiga yang dimulai sejak masa remaja, penjebakan, kecelakaan, pernikahan, dan jatuh cinta yang terjadi lagi-dan-selamanya meski berulang kali dipisahkan. 


    Rindu – Tere Liye


    Dengan lima cerita yang terkandung dalam Rindu, Tere Liye mengeksplorasi tema-tema romantis seperti arti memiliki, mencintai, bahkan cara untuk melupakan. Dengan tutur kata romantis khas Tere, setiap kalimatnya bisa membuat kamu berpikir ulang dalam memaknai romansa hidup. 


    Norwegian Wood – Haruki Murakami


    Dari scene literatur Asia, penulis yang dikenal dengan genre magical-realism ini juga punya satu karya yang paling romantis. Inilah Norwegian Wood yang berkisah tentang kilas balik seorang karakter bernama Toru ke masa usia 20an yang wild, intimate, dan romantis bersama Naoko, perempuan yang membuatnya merasa sangat hidup. Happy reading and feel alive!


    (Givania Diwiya / Images: Goodreads.com / Layout: Dyah Puspasari)