Love & Sex

Ini Yang Perlu Diketahui Tentang 5 Tipe Apology Language

  by: Shamira Priyanka Natanagara       4/2/2021
  • Mirip dengan konsep love language atau bahasa cinta, bahasa permintaan maaf alias apology language adalah bagaimana kamu memberikan dan menerima kata-kata "saya minta maaf". Dan meski kemungkinan kamu tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, cara kamu meminta maaf kepada pasangan sebenarnya sungguh penting untuk dipertimbangkan—terutama karena semua orang membutuhkan sesuatu yang berbeda agar bisa move on dari argumen.

    Alasannya adalah karena manusia terhubung secara berbeda. Bagimu, mungkin cukup untuk mendengar kalimat "saya minta maaf, kamu benar" setelah bertengkar. Namun untuk orang lain, "I'm sorry" bisa terasa 'kosong' dan cara yang dangkal untuk menyelesaikan konflik.

    So mari kita simak semua hal yang perlu kamu ketahui tentang apology languages karena, walaupun kamu sudah mengenal love language, apology languages pun juga sama pentingnya. 




    Apa saja apology languages?

    Apology languages dikenal setelah Gary Chapman, PhD, menulisnya dalam buku The Five Languages of Apology bersama Jennifer Thomas. (Dan kalau kamu belum tahu, ia juga menulis The Five Love Languages). Pada dasarnya Gary mengatakan bahwa love languages = cara kamu memberi tahu atau menunjukkan seseorang bahwa kamu mencintainya, dan apology languages = cara kamu menyampaikan atau menunjukkan maaf.

    Secara keseluruhan, ada lima apology languages:

    1. Expressing regret ("Saya merasa malu karena menyakitimu.")
    2. Accepting responsibility ("Saya salah karena telah melakukannya padamu.")
    3. Genuinely repent ("Saya hanya bisa membayangkan rasa sakit yang saya sebabkan, saya minta maaf. Saya tidak akan melakukannya lagi. Lain kali, saya akan melakukannya dengan cara berbeda.")
    4. Making restitution ("Ini adalah bagaimana saya akan memperbaikinya untukmu.")
    5. Requesting forgiveness ("Akankah kamu memaafkan saya karena telah mengecewakanmu?")


    Mengapa penting untuk tahu apology language seseorang?

    Dengan asumsi kamu ingin hubunganmu untuk benar-benar berjalan lancar, apology languages super penting.

    "[Apology languages] memungkinkan individu untuk memperkuat hubungan mereka dengan meningkatkan kemampuan untuk memfasilitasi pengampunan," kata psikiater Leela R. Magavi, MD. Dan memahami apology language pasangan secara tepat akan membantu "individu meminta maaf dengan cara di mana semua pihak merasa didengarkan dan dihargai," tambahnya.

    Jika tujuan akhir adalah untuk move on dari argumen dengan pasangan—dan Cosmo harap inilah tujuannya—tak masuk akal untuk mengungkapkan penyesalan dan menerima tanggung jawab jika pasanganmu butuh dirimu untuk melakukan restitusi untuk merasa lebih baik tentang situasi tersebut.

    "Orang-orang memakai apology language yang berbeda dan penting untuk memahaminya bukan hanya untuk mengerti pasanganmu lebih mendalam tapi juga untuk dirimu sendiri," kata relationship and dating experi Amy Olson. "Kesalahpahaman dapat muncul jika kamu dan pasanganmu memiliki apology language yang berebeda. Satu-satunya cara untuk menghindarinya adalah untuk mengetahui tipe satu sama lain dan bersikap berdasarkannya kapanpun dibutuhkan."




    Apa yang bisa kita lakukan jika memiliki apology language yang berbeda dari pasangan?

    Kompromi, kompromi, kompromi. Mari gunakan love language sebagai contoh: Jika kamu tahu love language pasanganmu adalah physical touch (meski dirimu adalah words of affirmation), kamu masih akan memberinya pelukan agar merasa dihargai setelah melalui hari buruk, bukan? Dan kamu melakukannya meski words of affirmation adalah love language-mu.

    Hal yang sama berlaku untuk apology language: "Berusaha untuk memahami dan membuat niat untuk mempraktikkan apology language satu sama lain sebagai cara untuk menjadi lebih dekat dan pulih bersama," kata sex therapist bersertifikat dan clinical psychologist Janet Brito. Ini sangat penting jika kamu ingin "menebus kesalahan, memperbaiki cedera, dan tumbuh bersama" secara efektif, kata Janet.

    Bahkan jika rasanya kurang familier untuk meminta maaf atau menerima tanggung jawab untuk sesuatu, kebutuhan pasanganmu perlu dipertimbangkan (sama seperti kebutuhanmu sendiri) setelah berdebat. Dan ini bisa diketahui lewat komunikasi.


    Oke, jadi bagaimana cara tahu tipe apology language seseorang?

    Gary telah merancang kuis mudah yang bisa kamu kerjakan di situsnya. Akan memakan waktu kurang dari 10 menit dan bisa menjadi ide kencan yang cute!

    Namun selain kuis tersebut, Dr. Leela menyarankan journaling dan/atau berbicara dengan seorang terapis untuk membantumu memahami apology language dirimu sendiri dan apa yang dibutuhkan dari sang pasangan.

    Plus, seperti yang telah dibahas sebelumnya, komunikasi adalah kunci, jadi minta pasangan dan orang-orang yang kamu sayangi untuk mempelajari apology language mereka masing-masing—atau kerjakan kuis tersebut bersama. "Pengetahuan ini akan membantu menghindari perselisihan dalam hubungan dan memperbaiki hubungan yang retak," ia mengonfirmasi.



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Vie Studios from Pexels)