Better You

7 Menu Sarapan Favorit yang Ternyata Buruk Bagi Kesehatan!

  by: Giovani Untari       19/2/2021
  • Menu sarapan yang baik tentu juga akan membawa manfaat bagi tubuh kita. Seperti dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, menjaga berat badan tetap stabil, serta melawan penyakit.

    Tetapi tentu saja tidak semua menu sarapan yang kita biasa konsumsi ternyata baik bagi tubuh. Sebagian bahkan ada yang berpotensi membawa efek buruk bagi kesehatan contohnya meningkatkan kadar gula darah. Selain itu makanan sarapan yang kurang tepat juga akan membuat kamu merasa lelah dan tidak bertenaga menjelang siang hari meski sudah sarapan.

    Jadi ini dia 7 makanan sarapan yang sebaiknya kamu hindari: 




    1. Pastries


    Aneka kue, muffin, dan donat memang terlihat menarik serta membuat kita berpikir bisa mendapat tambahan tenaga setelah mengonsumsinya. Tetapi energi yang kamu dapatkan dari mengonsumsi pastries di pagi hari sejatinya tidak akan bertahan lama. Belum kalori di dalam menu sarapan ini juga cukup tinggi yaitu 250 hingga 550 kalori. Permasalahan sesungguhnya juga datang dari kadar gula yang terkandung di dalamnya. Pastries umumnya mengandung 20 – 50 gram gula! Ini merupakan kadar gula yang tinggi untuk sesuatu yang kamu konsumsi dalam waktu cepat. 


    Hasilnya, tubuh kita akan memproduksi banyak insulin. Hal ini juga membuat kadar gula darah dalam tubuhmu tinggi, sehingga kamu akan merasa lelah, lesu, dan cepat merasa lapar lagi. 

    Bagi kamu pecinta muffins, pilih muffins yang lebih sehat dengan bahan yang dibuat dari bahan tepung gandum dan madu ketimbang gula.


    2. Sereal

    Sereal tanpa tambahan gula rasanya memang (ehmm) tidak selezat biasanya. Itu mengapa kita jauh lebih memilih sereal dengan tambahan gula / rasa, bukan?

    Tetapi sereal manis tersebut sebenarnya tinggi karbohidrat dan membuat gula darahmu naik turun. Insulin menjadikan gula terserap ke otot dan jaringan tubuh sehingga ini membuat lemakmu jadi ikut tersimpan di tubuh. Jadi mulai sekarang sebaiknya kamu lebih bijak dalam memilih sereal yang dikonsumsi ya, babes!


    3. Granola


    Banyak granola yang dijual di pasaran tinggi akan kandungan gula dan lemak. Mereka mengandung pemanis sehingga tidak heran jika rasanya enak. Lalu tingginya gula dalam makanan tentu tidak bagi bagi kesehatan. So, jika kamu menyukai granola, pilih yang memiliki kandungan gula rendah atau coba untuk membuatnya sendiri di rumah.


    4. Yogurt

    Tak jauh berbeda dengan granola, yogurt yang kamu temukan di supermarket juga mengandung gula dan zat artifisial. Untuk opsi yang lebih sehat, beli yogurt tanpa rasa / plain lalu tambahkan potongan buah segar ke dalamnya. Yummy!




    5. Pancake dengan sirup


    Gula yang ada dalam sirup akan membuat kamu merasa lesu setelah sarapan, jadi pertimbangkan jumlahnya saat akan menuangnya ke makanan. Alternatif lain, pilih sirup maple yang memiliki kandungan pemanis alami serta dapat meningkatkan sistem imun dan kaya antioksidan.

    Pancake sebenarnya bukan menu yang terlalu buruk untuk sarapan, asalkan tidak dikonsumsi terlalu sering. Makanan ini kaya kalsium namun tinggi lemak dan sodium.


    6. Roti putih

    Roti putih telah melalui sejumlah proses pengolahan sebelum matang, itu artinya nutrisi yang ada di dalamnya juga banyak yang telah hilang saat proses pengolahannya. Roti putih juga merupakan golongan karbohidrat sederhana, di mana 'ia' mudah dicerna namun cepat membuat kamu kembali lapar.

    Salah satu roti yang baik bagi kesehatan adalah roti gandum utuh. Roti jenis ini memiliki vitamin, mineral, dan juga serat. Roti gandum juga masuk kategori karbohidrat kompleks yang bisa membuat kita kenyang lebih lama dan mempertahankan energi tubuh.


    7. Daging olahan seperti sosis dan bacon


    Mengonsumsi terlalu banyak daging olahan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung serta kanker. Terlebih jika kamu juga menjalankan pola hidup tidak sehat seperti: merokok, sering mengonsumsi junk food, dan tidak rajin berolahraga. Yang membuat daging olahan buruk sebenarnya bukanlah lemak, garam, atau gula di dalamnya. Tetapi daging olahan memiliki berbagai zat aditif yang bertujuan untuk mengawetkan daging.

    Pastikan kamu tidak mengonsumsinya setiap hari dan usahakan agar tidak memakannya terlalu banyak (tidak lebih dari 20 gram).



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Philippines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Freepik.com, Racool Studio from Freepik.com, nikldn on Unsplash, John Hernandez on Unsplash)