Lifestyle

Konferensi #WeSeeEqual dari P&G dan UN Women Bahas Kesetaraan Gender

  by: Givania Diwiya Citta       21/2/2021
  • Pada 17 Februari lalu, konferensi virtual #WeSeeEqual bertema “#Unsaid and #Undone” yang digelar tahunan oleh P&G dan UN Women berlangsung secara inspiratif. Bagaimana tidak, konferensi tahunan berskala regional yang telah berlangsung untuk ketiga kalinya – namun pertama kalinya digelar secara virtual – ini menghadirkan berbagai sosok untuk membahas sejumlah tantangan kesetaraan gender, terutama di masa pandemi. Mulai dari para pemimpin bisnis, pejabat pemerintah, sampai selebriti serta influencer pun terlibat untuk membahas tentang tujuan berkelanjutan ke-5 dari United Nations (UN). Ya, inilah diskusi masif untuk mencanangkan tindakan strategis di masa depan untuk mengatasi ketidaksetaraan gender.






    Para pembicara pun merentang dari nama besar Anita Bhatia selaku Wakil Direktur Eksekutif UN Women, lalu Indra Nooyi selaku mantan CEO dan Chairman dari PepsiCo, adapun Bonang Matheba selaku pengusaha, filantropis, dan media personality dari Afrika Selatan, hingga Priyanka Chopra Jonas selaku aktor, produser, dan UNICEF Goodwill Ambassador. “Pencapaian yang telah dibangun selama beberapa dekade dalam kesetaraan gender, berisiko terhambat dikarenakan dampak yang dihasilkan dari COVID-19. Namun, pandemi juga mendesak kita untuk berpikir kritis dan bertindak lebih baik lagi, tentunya dengan menghilangkan bayang-bayang diskriminasi gender di masa lampau,” buka Anita dalam konferensi tersebut.




    Oleh karenanya, membangun kebijakan berbasis kesetaraan, dan pentingnya pembahasan mengenai ragam ekspektasi stereotip terhadap perempuan DAN laki-laki, hingga peran iklan serta media untuk mengubah bias ketidaksetaraan tersebut, menjadi poin focal yang dibahas dalam konferensi ini. Seperti yang diungkapkan Bonang, bahwa ia pun menjadikan acara ini sebagai ajang untuk berbagi pengalaman dan wawasan dalam menyuarakan aspirasi di platform media miliknya demi bisa menjangkau jutaan orang. Begitu pula P&G yang mewujudkan visinya untuk menggaungkan pemberdayaan perempuan DAN laki-laki lewat iklan serta media untuk berbagai macam produknya, sekaligus dalam berbagai kebijakan internal dalam perusahaan tersebut.




    FYI, Cosmo tidak salah ketik kata ‘dan’ dalam huruf kapital dua kali. Karena konferensi ini juga setuju bahwa untuk mengentaskan ketidaksetaraan gender, caranya adalah dengan menantang peran masing-masing gender yang tidak fleksibel. Jika selama ini kita lebih sering mendengar pergerakan perempuan untuk memperjuangkan kesetaraan, maka agenda terkini adalah dengan memperkuat peran masing-masing gender demi sama-sama meraih kesetaraan. Seperti beberapa contoh iklan yang P&G garap untuk berbagai macam lini merek serta produknya, mulai dari makna bahwa #ItTakesTwo untuk merawat serta mendidik anak secara baik lewat aktifnya peran perempuan serta laki-laki ketika menjadi orangtua, hingga kampanye #ShareTheLoad dalam mendidik anak laki-laki sama halnya dengan mendidik anak perempuan selama ini dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. 






    Cosmo couldn’t agree more! Oleh karenanya, konferensi ini tak hanya membahas para perjuangan serta kekuatan sesungguhnya dari perempuan dalam menjalani aktivitas dan multi peran sebagai individu, seorang profesional dalam karier, sebagai pasangan, bahkan sebagai ibu. Psst, Cosmo sendiri merasa terdorong ketika mendengarkan kisah inspiratif dari Indra serta Priyanka yang berbagi cerita serta misi mereka untuk memajukan kesetaraan gender di lingkungan kerja mereka, sekaligus menjadi contoh bagi keluarga hingga masyarakat di ranah publik bahwa perempuan pun punya ruang untuk meraih angannya. 





    Namun, topik lanjutan yang tak kalah penting adalah bagaimana laki-laki bisa menjadi versi terbaik dirinya dalam memotivasi perubahan dan mendorong kesadaran akan bias gender. Yes, we do need involving men in this together! Markus Strobel selaku President P&G Global Skin & Personal Care, serta Standa Vecera selaku Senior Vice President P&G Jepang, membahas bagaimana laki-laki bisa mengevolusi diri dari toxic masculinity serta mampu terlibat dalam memajukan kesetaraan dan inklusi. We salute! 


    (Givania Diwiya / FT / Image: Dok. P&G Indonesia, Dok. Cosmopolitan Indonesia / Layout: S. Dewantara)