Lifestyle

7 Ciri-Ciri Kamu Punya Teman Palsu, Alias Fake Friend!

  by: Kezia Calesta       19/2/2021
  • Satu hal yang lebih sakit dibandingkan putus cinta: dikecewakan oleh "sahabat" yang kamu percayai. Fake friends are everywhere, whether you like it or not. Tidak semua orang berada di hidupmu karena mereka benar-benar peduli dan sayang denganmu - ada saja yang mendekatkan diri karena ingin memanfaatkan kamu untuk kepentingannya sendiri. Berikut ciri-ciri teman palsu alias fake friend yang wajib kamu waspadai!





    1. Ia selalu berbohong

    Orang yang berbohong secara rutin tidak dapat dipercaya. Jika kamu menangkapnya berbohong lebih dari satu kali tanpa alasan jelas, itulah salah satu ciri-ciri awal bahwa ia tidak akan menjadi seorang teman yang baik. Without honesty, a friendship is meaningless!



    2. Membicarakan rahasia atau kejelekanmu ke orang lain

    Tentu wajar jika sesekali kamu kesal dengan tingkah temanmu, namun apakah kamu akan membocorkan rahasia atau masalah pribadinya ke orang lain yang tidak terlalu dekat dengannya? Tentu tidak. Karena itu, bila kamu mendengar dari orang lain bahwa "teman" tersebut sering menjelek-jelekkan kamu tanpa sepengetahuanmu, that's a big bad sign.



    3. Kamu tidak memercayainya 100%

    Apa kamu pernah memiliki bad feeling terhadap temanmu, atau kamu merasa bahwa kamu tidak bisa memegang omongannya secara 100%? That's your instinct talking: insting kamu menyampaikan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan tentang temanmu ini!


    4. Ia tidak bahagia secara tulus saat melihatmu sukses

    Teman sejati akan sangat bangga akan kesuksesanmu, tetapi fake friend akan membuatmu merasa bersalah atas pencapaian tersebut. They don't want to see you do better than them.



    5. Ia tidak suka kamu menghabiskan waktu dengan orang lain

    Possessive much? Teman palsu tidak akan senang jika mendengar kamu memuji teman lain atau membicarakan gebetan baru. Mereka akan mencari kejelekannya atau mencoba membuktikan bahwa kamu hanya membutuhkannya.




    6. Ia selalu terlibat drama

    Perhatikan hubungan pertemanan yang dapat bertahan selama puluhan tahun. Those friendships are stable with minimal conflict! Namun jika kamu punya hubungan pertemanan yang penuh drama dan naik-turun seperti roller-coaster, ini bukan pertemanan yang sehat.



    7. Kamu harus selalu mendengarkannya

    Ia tidak terlalu peduli akan perasaanmu, tapi ia akan mengamuk jika kamu menyinggung perasaannya. Contohnya, jika kamu lupa membalas chatnya atau tidak mengikuti nasihatnya, ia akan marah dan menyatakan bahwa kamu tidak menghargainya. Girl, you need to know that you don't have to always try to please a true friend.


    (Image: doc. @courtneynuss via Unsplash)