Beauty

Biar Tak Salah, Ini 5 Facial Oil yang Cocok Untuk Setiap Jenis Kulit

  by: Fariza Rahmadinna       21/2/2021
  • Salah satu cara menjaga kelembapan kulit adalah dengan menggunakan facial oil. Selain itu, bahan ini sangat bagus untuk memberikan nutrisi dan mengatasi berbagai masalah kulit. Akan tetapi, kamu perlu lebih teliti dalam memilih facial oil, karena ada beberapa jenis facial oil yang tidak cocok untuk kulit berminyak, acne-prone, bahkan kulit yang sensitif. Bingung menentukan pilihan? Berikut Cosmo berikan rekomendasi jenis facial oil sesuai jenis kulit.


    Jojoba Oil untuk Melembapkan Semua Jenis Kulit




    Jojoba oil adalah salah satu jenis facial oil yang mampu meningkatkan hidrasi kulit dengan sangat baik, namun tetap ringan sehingga cocok digunakan oleh semua jenis kulit—termasuk kulit berminyak dan kombinasi. Dikutip dari Healthline, jenis minyak ini dapat memberi nutrisi dan melembapkan kulit sekaligus mengurangi produksi sebum. Tak hanya itu saja, jojoba oil juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri, sehingga dapat membantu mencegah, menenangkan, dan menyembuhkan jerawat.



    Lawan Tanda Penuaan dengan Argan Oil


    Minyak argan (argan oil) diperkaya dengan vitamin E dan polifenol yang sangat bagus untuk mengatasi hiperpigmentasi, memudarkan bintik-bintik hitam, serta meminimalkan tampilan garis-garis halus dan kerutan.


    Secara teori, kandungan vitamin E dan polifenol dalam argan oil dapat membantu mengatasi masalah jerawat. Namun sayangnya, argan oil juga mengandung polyunsaturated (PUFA) atau lemak tak jenuh ganda, yang dapat memicu munculnya jerawat. Oleh karena itu, jenis oil yang satu ini sebaiknya tidak digunakan oleh pemilik jenis kulit acne-prone, karena dapat memicu pertumbuhan jerawat semakin banyak.


    Squalane Yang Ramah untuk Kulit Berminyak


    Say hello to squalane! Jenis minyak yang satu juga tidak kalah populer dengan dua jenis oil sebelumnya. Pada dasarnya, squalene merupakan lipid (lemak) yang diproduksi secara alami oleh kelenjar sebaceous. Squalane dalam produk perawatan kulit sebagian besar berasal dari bahan nabati seperti zaitun atau bekatul. Jenis oil ini bekerja untuk menghidrasi kulit secara mendalam sekaligus mempertahankan kelembapan kulit. Squalene bersifat non-comedogenic, tidak menyebabkan iritasi kulit, dan non greasy. Karena alasan itulah, squalene sangat cocok digunakan oleh semua jenis kulit.


    Ingin Kulit Lebih Cerah? Pakai Marula Oil


    Berbeda dengan tiga jenis oil sebelumnya, marula oil mungkin tidak terlalu banyak diperbincangkan. Namun, ternyata minyak yang satu ini juga memiliki banyak manfaat untuk kulit. Marula oil terbuat dari buah pohon marula yang kaya akan asam lemak esensial, vitamin C, vitamin E, dan flavonoid. Semua kandungan tersebut bekerja secara efektif untuk melembabkan kulit, memperbaiki sel-sel kulit, dan membuat kulit tampak lebih cerah. Jenis minyak yang satu ini bersifat non-comedogenic, sehingga tidak menyumbat pori-pori. Marula oil bagus digunakan untuk sebagian besar jenis kulit, termasuk untuk kulit sensitif.


    Sea Buckthorn Oil Ramah Di Kulit Sensitif Berjerawat


    Jenis oil yang satu ini mungkin masih sangat terdengar asing di telinga. Biasanya dalam daftar ingredients produk perawatan kulit, sea buckthorn oil ditulis dengan nama hippophae rhamnoides oil. Jenis minyak yang satu ini diperkaya dengan asam lemak dan antioksidan yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, mencegah munculnya tanda-tanda penuaan, serta menenangkan kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim, plus dapat membantu menyeimbangkan kadar minyak dan mengatasi breakout. Sifatnya yang ringan di kulit membuat hippophae rhamnoides oil bagus digunakan untuk sebagian besar jenis kulit, termasuk untuk kulit berminyak/berjerawat. (Fariza Rahmadinna/VA/Foto: Dok. Pavel Danilyuk/Pexels)