Love & Sex

10 Alasan Perempuan Boleh Nyatakan Perasaan Duluan

  by: Redaksi       23/2/2021
  • Meskipun perempuan biasanya lebih ~selaras~ dengan perasaan mereka, namun masih terdapat gagasan bahwa pria harus menjadi orang yang membuat keputusan dalam sebuah hubungan, seperti: Di mana kamu akan menginap malam ini, restoran mana yang akan kamu kunjungi, dan siapa yang seharusnya mengatakan “aku mencintaimu” untuk pertama kalinya. Tetapi, tidak masuk akal jika tanggung jawab ini diserahkan sepenuhnya kepada pria dan, sejujurnya, tidak ada alasan mengapa kamu tidak boleh melakukan inisiatif tersebut dalam hubunganmu. Bagaimana pun, seperti kebanyakan hal dalam hidup, timing is really all that matters, anyway.


    via GIPHY




    1. Mungkin saja si dia sedang menunggu kamu untuk mengatakannya terlebih dahulu.

    Jika kamu merasa kalian berdua sama-sama ingin menyatakan cinta namun, untuk alasan apapun, terlalu takut untuk mengatakannya, kemungkinan besar dia menunggu kamu mengatakannya duluan karena dia pun merasa takut dengan adanya potensi penolakan darimu.


    2. Dalam 10 tahun yang akan datang, kamu tidak akan peduli siapa duluan yang menyatakan rasa cintanya.

    Hal terpenting adalah, kalian masih bersama dan semakin merasa jatuh cinta kepada satu sama lain, bukan siapa yang dengan canggung berkata, “Aku, uh, mencintaimu…” pertama kali.


    3. Seseorang yang ketakutan dan panik atas kalimat “Aku mencintaimu” tidak layak untuk dipertahankan. 

    Jika ini bukan kencan kedua kamu atau semacamnya, pasanganmu tidak seharusnya melarikan diri hanya karena kamu mengakui perasaanmu tentangnya dengan lantang, di depan wajahnya. Jika si dia melakukannya, itu pertanda bahwa kamu dan si dia memandang hubungan ini dengan cara yang berbeda, dan mungkin sudah waktunya untuk melakukan evaluasi terhadap hubungan kalian. 



    4. Pria, sebenarnya, suka saat kamu mengatakannya duluan.

    Tekanan untuk menanggapi, “Aku mencintaimu” jauh lebih kecil daripada tekanan untuk mengatakannya terlebih dahulu. Anggap saja, dengan mengatakannya lebih dulu, kamu sedang melakukan kebaikan, yang mana merupakan sesuatu yang kamu lakukan untuk orang yang kamu cintai.


    5. Walaupun dia mengatakan, “Aku mencintaimu” sebagai sebuah respon, bukan berarti perasaannya tidak nyata.

    Mengatakan, “Aku mencintaimu” tidak seperti berjabat tangan - kamu tidak mengucapkannya kembali karena ada orang yang melakukannya terlebih dahulu. Jika dia menjawab pernyataan cintamu dengan kalimat, "Aku juga mencintaimu", percaya, deh, dia bersungguh-sungguh dan jangan mengabaikan perasaannya hanya karena dia butuh waktu lebih lama untuk mengakui perasaannya.


    6. Kamu akan merasa jauh lebih baik ketika sudah mengatakannya.

    Apa kamu masih ingat perasaanmu ketika menunggu surat penerimaan masuk ke perguruan tinggi? Kamu bisa membiarkannya tergeletak di atas meja dan terus hidup sebagai pribadi yang cuek tapi dengan penuh kecemasan, atau kamu bisa langsung membukanya dan mengetahui hasil yang kamu dapatkan. Memang, ini merupakan tahapan yang menakutkan, tetapi dengan mengakui perasaanmu secara lisan dapat mengangkat sedikit beban pikiranmu.





    7. Tahapan aneh dalam sebuah hubungan dimana kalian berdua saling cinta namun tidak mengatakannya secara terang-terangan hanya terasa menyenangkan sampai jangka waktu tertentu.

    Hal yang kamu lakukan ini membuatmu merasa seperti sedang berada di tebing ~cinta sejati~ dan, mungkin, bagimu itu menyenangkan serta memicu adrenalin. Taruhan yang dirasakan memang lebih rendah, dan kamu selalu bertanya-tanya apakah hari ini akhirnya akan menjadi hari dimana kamu mengatakan perasaanmu. Permasalahannya adalah, perasaan tersebut akan cepat pudar jika tidak diungkapkan, dan perasaanmu cenderung akan semakin terluka jika menunggu terlalu lama.


    8. Dengan mengatakannya terlebih dahulu, kamu akan mendapat lebih banyak kendali dalam hubunganmu.

    Mitos bahwa siapa pun yang memiliki lebih banyak perasaan akan menjadi yang lebih inferior dalam suatu hubungan tidaklah benar. Pernyataan itu hanya sebuah omong kosong misoginis tentang bagaimana rasa cinta yang besar = kelemahan. Bersikap terbuka mengenai perasaanmu akan meminimalisir ruang untuk terjadinya miskonsepsi dalam hubungan, dan kejelasan seperti itulah yang sangat kuat.


    9. Menyatakan perasaanmu akan meluruskan segala ketidakpastian yang sebelumnya kamu miliki tentang hubunganmu.

    Jika dia menolak pernyataanmu dan mengatakan bahwa dia tersanjung tetapi tidak mencari suatu hubungan yang serius, kamu sekarang bisa langsung memfokuskan diri untuk move on. Dan, ya, itu akan sulit. Tapi setidaknya tidak akan sesulit jika kamu bertahan terlalu lama pada hubungan itu.


    10. Setelah mengeluarkan perasaanmu, kamu bisa mulai mengatakannya pada satu sama lain setiap hari.

    Melakukan hal tersebut untuk pertama kalinya pasti terasa...sangat menakutkan, namun tidakkah kamu ingin kalian saling mengirimkan teks singkat yang mengatakan, “Aku mencintaimu”? Kalimat pendek tersebut adalah hal terbaik yang bisa keluar dari mulutmu dan mewakili perasaanmu seutuhnya. Tidakkah kamu ingin memasuki bagian manis dari hubungan kalian?


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida/ DA / VA / Image: Dok. on Unsplash, GHIPY)