Love & Sex

Stop! Ini Tanda Kamu Merusak Hubungan Cintamu Sendiri

  by: Redaksi       26/2/2021
  • Hubungan yang sehat memerlukan banyak usaha, dan tentunya kamu wajib memperhatikan baik-baik perilaku kencanmu sendiri. Ada banyak cara untuk mengacaukan hubungan cinta secara tidak sengaja, termasuk salah satunya adalah self-sabotage, dan ini bukan salahmu! Selain mengetahui gaya berpacaran kamu dan pasangan, bahasa cinta, dan abandonment issues yang benar-benar membantu dalam mempelajari perilaku hubunganmu, penting juga untuk memikirkan tentang bagaimana kamu dapat secara aktif menyabotase hubungan cintamu sendiri. 


    Apakah kamu sedang merusak hubungan cintamu sendiri?

    Pakar seks dan hubungan dari ONE Condom dan konselor hubungan bersertifikat, Annabelle Knight, menjelaskan bahwa perilaku ini sangat umum terjadi dan titik salahnya, tanpa disadari, ada pada dirimu sendiri. Berikut cara mengetahui apakah kamu perlahan telah merusak hubunganmu sendiri.




    Tanda-tanda jika kamu merusak hubungan cintamu sendiri

    1. Kamu menghindari rasa sakit

    Hal ini terjadi ketika kamu membiarkan diri sendiri mencapai sebuah titik tertentu dalam hubungan sebelum akhirnya menarik diri dari hubungan tersebut. Mungkin, kamu telah melihat terlalu banyak film sedih atau benar-benar menerima pepatah bahwa “cinta itu menyakitkan”. Apapun alasannya, menghindari rasa sakit adalah hasil dari perbuatan tersebut. Hal ini dapat terwujud dalam berbagai cara, mulai dari menciptakan sebuah permasalahan secara tiba-tiba hingga meyakinkan diri sendiri bahwa si dia bukanlah orang yang tepat jadi kamu merasa harus segera move on.




    2. Kamu tinggal di dunia fantasi

    Terlalu banyak rasanya orang yang menghindar dari sebuah hubungan karena memiliki serangkaian kriteria pasangan yang ketat. Kriteria ini biasanya dibuat pertama kali saat kamu masih terlalu muda sehingga dapat menyabotase setiap peluang hubunganmu saat sudah dewasa, membuat pasanganmu sekarang terlihat tidak layak untuk merasakan kasih sayangmu. Perilaku seperti ini sering terjadi dalam enam bulan pertama sebuah hubungan, memberi peluang seolah-olah kamu dapat memiliki kendali akan hubunganmu. Untuk melepas ilusi kekuasaan ini, kamu harus membiarkan diri menjadi lebih terbuka terhadap pasanganmu.


    3. Kamu terlalu mendengarkan kritik batin

    Setiap orang memiliki sebuah suara kecil di belakang kepala mereka, memberitahu diri sendiri untuk mengharapkan yang terbaik tapi tetap bersiap untuk yang terburuk. Ya, itu dia. Yah, kritik batin inilah yang sering kali bertanggung jawab atas perilaku self-sabotage pada diri kita. Meyakinkanmu kalau kamu ‘tidak layak’ atau "toh, itu semua akan berakhir dengan air mata, jadi apa gunanya?". Percaya atau tidak, perilaku ini juga yang sering menjadi alasan utama banyak hubungan gagal bertahan lama. Akibatnya, kamu tidak bisa membiarkan dirimu mendapat kesempatan untuk bahagia karena, jauh di lubuk hatimu yang terdalam, kamu merasa tidak pantas mendapatkan kebahagiaan tersebut.




    4. Kamu tidak bisa mengalah

    Beberapa orang lebih suka melakukan hal yang tepat dibanding menjaga hubungan mereka agar terus berjalan. Sebagian besar pasangan beradu argumen, yang sebenarnya merupakan cara yang sehat untuk membicarakan isu hubungan yang mereka alami dan, jika dilakukan dengan benar, dapat menghasilkan sebuah ikatan yang lebih kuat dari sebelumnya. Namun, ketika kamu membiarkan ego berkuasa, di situlah kamu mulai merusak hubungan sendiri. Keinginan berlebih untuk melakukan hal yang tepat daripada berkompromi merupakan salah satu alasan terbesar mengapa sebuah hubungan cinta berakhir, dan dapat terjadi pada tahap kapan pun di dalam suatu hubungan.



    5.Kamu terlalu peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain

    Bagi sebagian orang, pendapat orang lain jauh lebih penting daripada pendapat pasangannya sendiri. Hal ini bisa sangat merusak hubungan. Jika kamu pernah mengabaikan pasanganmu untuk membalas pesan yang tidak begitu penting, membatalkan rencana dengan si dia untuk hangout dengan teman, atau bahkan merasa perlu untuk memenuhi kebutuhan orang lain di atas kebutuhan pasanganmu secara terus-menerus, maka mungkin saja kamu bersalah karena terlalu peduli dengan tanggapan orang lain.


    6. Kamu lupa bahwa kamu dan pasangan bukanlah orang yang sama

    Mengharapkan pasanganmu untuk berpikir, merasakan, dan bertindak dengan cara yang sama sepertimu bukanlah sesuatu yang realistis dan, lagi-lagi, menjadi tanda bahwa kamu sedang merusak hubunganmu. Memiliki pandangan yang sempit adalah cara hidup yang tidak sehat dan dapat menyebabkan stres hebat sehingga mengganggu hubunganmu. Menerima dan menghargai perbedaan pengalaman, prinsip, dan cara hidup antara kamu dan pasanganmu merupakan satu-satunya cara agar kamu dapat benar-benar hidup berdampingan dengan bahagia satu sama lain.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida / VA / Image: Dok. Unsplash, Pexels)