Love & Sex

Mudah Jatuh Cinta? Ini 10 Hal yang Mungkin Ada di Pikiranmu

  by: Redaksi       27/2/2021
  • Apakah kamu memiliki teman yang selalu mengatakan kalau dia sedang jatuh cinta dengan orang baru setiap enam bulan? Orang yang menyatakan perasaannya dalam beberapa minggu, atau bahkan beberapa hari, setelah bertemu dengan pujaan hatinya?

    I’m that friend. Hai.



    Di tahun 2012, selama sebulan saya berhasil menyembunyikan rasa cinta saya kepada seorang pria yang baru saya kencani dari teman-teman saya, menjadikannya rekor terlama saya untuk merahasiakan perasaan ini.


    Ya, saya tahu. Let’s take a moment of silence to appreciate that.

    Okay, silahkan putar mata sesukamu, but here’s the thing: Saya tahu persis bagaimana perasaan saya sebenarnya. Sure, saya tidak bisa memprediksi masa depan tentang hubungan saya, tetapi saya tahu bagaimana perasaan saya sekarang. Saya juga tahu, mungkin dengan terus menerus jatuh cinta pada orang baru, saya akan terlihat seperti orang bodoh, tapi sebenarnya, hal ini cukup menyenangkan. Serius, deh, kamu harus mencobanya atau, paling tidak, mempertimbangkan adanya kemungkinan kalau perasaan yang saya miliki ini tulus. So, hear me out, okay?

    1. Ya, saya tahu kalau rasa cinta yang baru ini bisa saja menyesatkan.

    Saya percaya adanya cinta pada pandangan pertama, atau setidaknya pada percakapan pertama, tapi saya tidak bodoh. Saya mengakui bahwa tidak mungkin suatu hubungan dapat terbangun tanpa mengenal pasanganmu dengan baik. Tapi tahukah kamu? Para orang tua baru juga mencintai anak mereka tanpa begitu mengenalnya dan kita tidak menyebut mereka sebagai orang yang terobsesi. Intinya, tidak peduli kemanapun hubungan itu akan berjalan atau seberapa kuat fondasi yang mendasarinya, perasaan itu tetap nyata. 


    2. Fakta bahwa hubungan ini akan cepat berakhir bukan berarti saya tidak harus mengerahkan seluruh rasa cinta saya.

    Think about it this way: Jika liburanmu akan segera berakhir dalam seminggu, apakah kamu tidak akan mencoba untuk menikmati liburanmu? Tidak, kan? 


    3. Bagi saya, ini hal yang bagus.

    Ketika saya jatuh cinta dengan seseorang, saya akan merasa bahagia dan akan melakukan hal-hal manis bersama dia sepanjang waktu. Apakah melakukan hal yang membuatmu bahagia benar-benar hal yang menakutkan?


    4. Ya, saya tahu, menurutmu ini merupakan hal yang mengkhawatirkan karena dapat berakhir dengan patah hati.

    Well, jika segala sesuatu yang dapat menyebabkan patah hati dilarang, tidak akan ada orang yang menjalin hubungan percintaan. Jangankan hubungan, tidak akan ada yang ingin memiliki hewan peliharaan karena pasti hewan tersebut akan meninggal terlebih dahulu - atau bahkan menonton film tentang binatang karena kita semua tahu binatang itu pada akhirnya akan mati dalam film. Menurut saya, putus cinta bukanlah sebuah kegagalan, it’s simply just not meant to be. Kamu telah memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, maka kamu juga harus tahu risiko patah hati yang akan datang.


    5. Lagipula, selain cinta, apakah ada hal lain yang sepadan untuk waktu dan energi saya?

    I mean, saya tidak mengklaim bahwa saya memahami seluruh arti kehidupan, tetapi bukankah kita selalu diajarkan kalau cinta adalah akar dari segalanya? Bukankah ada seorang tokoh filsafat yang mengatakan itu? The Beatles, mungkin? Jika tidak, saya mengatakannya sekarang.




    6. Saya tidak mengharapkan kamu untuk ikut menyukai pasangan baru saya.

    Saya tahu ini bisa melelahkan karena terlalu banyak pria yang masuk dan keluar dari hidup saya tetapi, hanya karena saya merasakan suatu koneksi yang kuat dengan seseorang, bukan berarti saya akan memaksamu untuk ikut menghabiskan waktumu bersamanya.


    7. Bagaimanapun, meski tidak berakhir dalam sebuah pernikahan, cinta tetaplah sesuatu yang berharga.

    Sebuah hubungan yang bertahan sebulan bisa sama berartinya dengan yang bertahan seumur hidup. Nilai dari sebuah hubungan tidak dapat diukur dalam satuan tertentu - tidak dalam bulan, hari, atau cara lainnya. Hidupmu juga tidak dapat diukur ke dalam seberapa banyak napas yang kamu hembuskan, kan?


    8. Terlebih lagi, rasa cinta memiliki wujud yang beragam.

    Cinta dapat berupa seorang kakek-kakek pengurus sebuah toko kecil di ujung jalan yang bercerita tentang kehidupannya dulu di Pakistan. Cinta dapat berupa seorang teman dari konferensi yang menemanimu berbicara semalaman mengenai obsesimu tentang robot. Cinta dapat berupa one-night-stand yang kamu lakukan di Vegas. Dan, ya, cinta juga bisa berupa seorang lelaki yang sangat kamu cinta walaupun baru berkencan sebanyak tiga kali. Bagaimanapun bentuknya, cinta merupakan sebuah perasaan yang sangat indah, jadi tidak perlu untuk dibatasi.


    9. Ketika saya mengatakan saya mencintai orang ini, berarti saya benar-benar mencintai mereka, dan perasaan ini akan terus bertahan.

    Ingat ketika kamu meledek saya saat bertukar kata “I love you” dengan pacar pertama saya di perkuliahan setelah tiga minggu? Percaya atau tidak, kami masih saling mencintai… walaupun sebagai teman. Dan hubungan yang kamu curigai akan segera berakhir karena saya merasa telah jatuh cinta hanya dalam sebulan? Hubungan itu bertahan hingga dua tahun.


    10. Okay, kamu terkadang benar.

    Konselor yang saya sukai saat berumur 16 tahun hanya karena dia mengatakan kalau sandwich yang saya makan terlihat enak… well, ya, itu hanyalah cinta monyet. Kamu bisa berkata “I told you so.” tapi tetap saja, saya harus mengetahui dan belajar dari peristiwa ini sendiri.

    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida / VA / Image: GIPHY.com)