Love & Sex

Ini Alasan Mengapa Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Menyakitkan

  by: Redaksi       28/2/2021
  • Jika umurmu sekarang sudah di atas 20 tahun, kemungkinan besar kamu telah merasakan perasaan cinta yang bertepuk sebelah tangan setidaknya sekali dalam hidupmu. Karena, yah, memang rasa cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan pada diri seseorang begitu saja. Tetapi, apapun alasannya, perasaan cinta yang hanya sepihak sangatlah menyakitkan.


    Sebenarnya, apa, sih, yang dimaksud dengan cinta bertepuk sebelah tangan?

    Well, secara sederhana, cinta bertepuk sebelah tangan dapat terjadi jika perasaan yang kamu miliki tidak sesuai dengan perasaan pasanganmu. Perasaan ini cukup rumit karena tidak semua cinta yang tidak terbalaskan berarti hanya ada salah satu pihak yang merasakan rasa cinta. Menurut Kim Egel, seorang psikolog keluarga asal Amerika Serikat, terdapat lima tipe cinta yang tak terbalas:



    • Mencintai orang yang emotionally unavailable
    • Merindukan seseorang yang tidak mencintai kita
    • Memiliki perasaan romantis dengan orang yang sudah memiliki hubungan, meskipun jika orang itu memiliki perasaan yang sama
    • Masih mencintai mantan kekasih setelah berpisah
    • Merasa ingin lebih serius dalam sebuah hubungan kasual tetapi pasanganmu tidak memiliki perasaan yang sama

    Tidak mendapatkan kembali cinta yang kamu inginkan bisa sangat menyakitkan. Jika rasa cinta biasa saja sering dikatakan menyakitkan, maka cinta yang bertepuk sebelah tangan bisa dua kali lebih menyakitkan. Bayangkan, kamu memikirkan pasanganmu dan membayangkan masa depan dengannya, tetapi ternyata hanya kamu yang melakukan hal tersebut.


    Mungkin sekarang kamu berpikir…

    “Bagaimana caranya untuk mengetahui kalau saya sedang berada dalam hubungan yang seperti itu?”

    Ada banyak cara untuk mengetahui apakah cintamu terbalaskan atau tidak, permasalahannya adalah, apakah kamu akan menyadari dan melakukan sesuatu tentang tanda-tanda itu?

    Terdapat banyak perilaku dalam suatu hubungan yang bisa kamu konsiderasi sebagai red flags. Mulai dari minimnya ketertarikan pasanganmu untuk terlibat secara emosional, kamu merasa menjadi satu-satunya yang berkorban, tidak adanya usaha lebih untuk memajukan tahapan hubungan, dan selalu adanya rasa ragu tentang perasaan dia yang sebenarnya tentangmu. Banyak, kok, orang yang menyadari adanya tanda-tanda seperti itu tetapi tidak berani untuk melakukan apapun. Bisa karena mereka terbutakan oleh cinta atau mereka merasa dapat mengubah perasaan pasangannya. Pertanyaannya sekarang adalah: Sampai kapan kamu mau bertahan seperti itu?  

    Ketika kamu mencintai seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama denganmu, hal ini bisa sangat membingungkan. Kamu akan terjebak dalam sejuta pemikiran negatif untuk memahami apa alasan si dia tidak berada di frekuensi yang sama denganmu. Cinta bertepuk sebelah tangan bisa menimbulkan rasa penolakan yang pada akhirnya dapat berujung pada rasa insecure dan anxiety.

    “Oh, no! Lalu, bagaimana caranya untuk mengatasi perasaan ini?”

    Nah, untungnya, semua permasalahan pasti ada solusinya, termasuk dengan situasi cinta yang tidak terbalaskan


    1. Be honest and objective!

    Yes, I know, mengakui kalau cintamu bertepuk sebelah tangan bukan hal yang mudah, bahkan menyakitkan. Tapi, semakin cepat kamu menyadari permasalahan ini, menyadari pengaruhnya pada dirimu dan tingkat emosional mu, semakin cepat pula untukmu bertindak mengatasi perasaan ini. Karena, semakin lama perasaan ini dibiarkan, tentu saja akan semakin menyakitkan. Tanyakan pada dirimu bagaimana kondisi hubunganmu sekarang? Bagaimana perasaanmu dan bagaimana cara pasanganmu membalasnya?



    Kamu juga harus bisa menempatkan dirimu di posisi doi. Ingat! Jika ia tidak mencintaimu kembali, belum tentu hal itu terjadi atas kesalahanmu. Dengan menyadari adanya berbagai faktor eksternal yang bisa mempengaruhi hubungan, membuatmu menjadi lebih baik dengan dirimu sendiri dan lebih mudah memahami pasanganmu. Setelah menerapkan kedua hal ini, kamu bisa bersikap lebih realistis dan melepas semua ekspektasimu akan dia. 

    2. Jaga jarak! Tetapkan batasan wajar dalam hubunganmu dengannya.

    Ini sangat penting! Setelah kamu sudah lebih realistis tentang hubunganmu, saatnya untuk set boundaries. Batasan yang dimaksud adalah standar komitmen atau intensitas cinta yang kamu beri dan harapkan dari dia. Jika mereka tidak memenuhi standar komitmen yang kamu tetapkan, cobalah untuk mulai menjauh. Semakin kamu mengetahui apa yang kamu mau dari suatu hubungan, semakin kecil kemungkinannya untuk kamu berada dalam hubungan yang bertepuk sebelah tangan.

    3. Sibukkan dirimu dengan kegiatan yang lebih penting.

    Melupakan seseorang, meskipun dari hubungan yang bertepuk sebelah tangan, memang sulit untuk dilakukan. Apalagi kalau kamu masih memiliki perasaan yang mendalam terhadap orang tersebut. Nah, kamu bisa mencoba mengalihkan pikiran dengan menyibukkan diri sendiri melakukan hal-hal yang jauh lebih penting. Bisa dengan mengembangkan skill baru, mencoba hobi yang selalu ingin kamu coba, atau fokus pada pekerjaanmu.



    4. Bangun sebuah support system yang selalu ada buat kamu.

    Ingat: You are not alone! Banyak orang yang mengalami hal yang sama dan dapat memberi emotional support yang kamu butuhkan. Kelilingi dirimu dengan teman dan keluarga yang mencintaimu. Luangkan waktu untuk hangout dan berbicara dengan mereka. Trust me, you’ll feel better.

    5. Jangan lupa untuk belajar dari pengalaman ini.

    Last but not least, belajar dari kesalahanmu. Bagaimanapun, pengalaman inilah yang membentuk karaktermu kedepannya. Kamu menjadi lebih mengenal dirimu lebih baik, mengetahui apa yang kamu mau dalam hidup, dan memiliki gambaran tentang cinta dan perhatian seperti apa yang seharusnya kamu dapat dari pasanganmu di masa depan.


    (Nabila Nida Rafida / Image: Pexels, GIPHY.com)