Better You

8 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Isoman di Rumah!

  by: Giovani Untari       10/2/2022
  • Dengan meningkatnya angka kasus harian COVID-19 akibat penyebaran varian Omicron akhir-akhir ini, maka artinya kewaspadaan kita pun harus semakin ditingkatkan. Terlebih kapasitas ketersediaan bed di rumah sakit juga semakin berkurang dan difokuskan bagi mereka yang terserang gejala serius.


    Lantas bagaimana dengan mereka yang positif COVID-19 (apalagi terkena varian Omicron) namun memiliki gejala ringan atau bahkan tak bergejala sama sekali? 



    Sesuai surat edaran dari Menkes Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 Tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529)., pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus COVID-19 varian Omicron tanpa gejala atau bergejala ringan kini bisa melakukan isolasi mandiri di rumah apabila memenuhi syarat klinis dan peralatan pendukung.

    Isolasi mandiri juga bertujuan untuk meringankan beban rumah sakit dan tenaga medis sehingga mereka bisa lebih berfokus merawat pasien COVID-19 yang bergejala kritis, berat, sedang, maupun yang memiliki komorbid.


    Jadi bagi kamu yang mungkin saat ini sedang akan menjalani isolasi mandiri atau isoman di rumah, ini dia 8 hal yang wajib kamu perhatikan, babes. Get well soon~


    1. Usia Pasien di bawah 45 tahun

    Ini adalah salah satu syarat utama dalam menjalani isoman. Apabila saat ini kamu berusia di atas 45 tahun atau memiliki anggota keluarga dengan rentang usia tersebut, maka ada baiknya untuk melakukan isolasi di RS penyelenggara pelayanan COVID-19, RS Lapangan / RS Darurat / RS penyelenggara penanganan COVID-19. Tujuannya agar mendapat penanganan medis yang lebih maksimal ketimbang isolasi mandiri di rumah.


    2. Tidak memiliki penyakit komorbid

    Tak kalah penting adalah mengetahui apakah kamu memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid seperti: tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, penyakit gangguan pernapasan, penyakit gangguan saraf, penyakit liver, kanker, penyakit autoimun dan gangguan endokrin, dll.

    Sebab jika kamu memiliki penyakit komorbid, maka kamu sebaiknya tidak melakukan isolasi mandiri di rumah karena dikhawatirkan akan mengalami gejala yang lebih serius dan membutuhkan perawatan intens.




    3. Bisa mengakses telemedicine atau layanan kesehatan daring lainnya

    Tujuannya untuk memantau gejala COVID-19 secara teratur dan mendapat obat-obatan pendukung. Hubungi juga para petugas kesehatan secepatnya jika kamu merasakan gejala yang membahayakan seperti:

    • Sakit dada
    • Kesulitan bernapas
    • Penurunan kesadaran
    • Tidak dapat bergerak / berbicara


    4. Memiliki kamar / ruangan yang terpisah dengan anggota keluarga lain

    Tentu saja agar anggota keluarga lainnya tidak ikut tertular virus COVID-19. Saat isoman usahakan untuk sering membuka jendela agar mendapat sirkulasi udara segar dan ventilasi baik. Jangan lupa untuk selalu berkomitmen tetap melakukan isoman sebelum diizinkan keluar rumah.





    5. Memiliki kamar mandi dalam yang terpisah

    Sama seperti poin nomor 4 tujuannya juga agar mencegah penyebaran virus COVID-19 dengan anggota keluarga. Pastikan juga agar anggota keluarga yang merawat pasien COVID-19 selalu menggunakan masker apabila berada di satu ruangan yang sama dengan pasien, lalu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin pada permukaan yang sering disentuh oleh orang yang terinfeksi COVID-19.


    6. Beristirahatlah!

    Cosmo paham betul bahwa saat hasil PCR dinyatakan positif dan kamu harus melakukan isoman, pasti rasanya akan cukup membingungkan. Terlebih apabila saat ini kamu sedang memiliki banyak pekerjaan / tugas yang harus diselesaikan dengan cepat.

    But dear, ingat kesehatan kamu tetaplah prioritas saat ini!

    Beristirahatlah agar kondisi tubuh dan sistem imun kamu membaik. Jangan lupa untuk minum banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Pastikan juga supaya jam tidurmu tetap cukup minimal 6 jam setiap harinya.




    7. Dapat mengakses pulse oksimeter

    FYI, pulse oksimeter berfungsi untuk memonitor kadar oksigen di dalam tubuh. Periksa kadar oksigen di pagi dan sore hari untuk mengetahui hasilnya.

    Hubungi petugas kesehatan apabila kadar oksigen berada di antara 90 – 94%. Dan panggil petugas kesehatan untuk pertolongan darurat apabila kadar oksigen <90%.


    8. Jaga asupan nutrisi

    Agar tubuh cepat pulih tentu harus didukung dengan makanan dan minuman yang bergizi. Perbanyak asupan serat dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur, dan biji-bijian,

    Hindari mengonsumsi makanan yang berminyak, tinggi lemak serta mengandung banyak gula, tinggi garam, dan alkohol selama proses isoman. Gunakan juga alat makan dan minum yang terpisah dari anggota keluarga lainnya.






    Segeralah menghubungi petugas kesehatan / pergi ke RS penanganan COVID-19 apabila gejala semakin memburuk dan disertai dengan batuk yang berat, demam tinggi, sesak napas, kesulitan makan dan minum, tubuh semakin lemas selama melakukan isolasi mandiri.




    (Giovani Untari / Images: Dok. Vlada Karpovich from Pexels, Dmitry Zvolskiy from Pexels, Alena Shekhovtcova from Pexels, Trang Doan from Pexels).