Better You

Oops! Ini 10 Penyebab Vagina Kamu Gatal Dan Berbau Tak Sedap

  by: Fariza Rahmadinna       24/2/2022
  • Area vagina yang terasa gatal tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, apalagi jika disertai dengan bau tidak sedap. Sebenarnya, ini adalah kondisi umum yang dapat terjadi (apalagi saat periode menstruasi) dan cenderung tak berbahaya. Meskipun begitu, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan pada vagina kamu, babes!

    Penyebab dari vagina terasa gatal dan berbau pun bisa beragam, seperti karena masalah iritasi, infeksi, tengah menstruasi, hingga faktor kebersihan yang buruk.

     Yuk kita simak 10 penyebab vagina terasa gatal dan berbau tak sedap berikut ini:




    1. Iritasi

    Sejumlah bahan kimia dalam beberapa produk perawatan, seperti sabun, pembersih area kewanitaan, deterjen, pelembut kain, atau tisu toilet yang memiliki parfum ternyata dapat menyebabkan gatal pada vagina. Terutama apabila kamu memiliki alergi produk tertentu dan area vagina yang sensitif. Iritasi inilah yang akhirnya menimbulkan ruam gatal di area vagina.



    2. Bacterial vaginosis

    Bacterial vaginosis (BV) merupakan kondisi umum yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebihan dan ketidakseimbangan pH pada vagina. Menurut Mary Jane Minkin, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Universitas Yale kepada Women's Health, selain muncul rasa gatal pada area vagina, bacterial vaginosis juga biasanya ditandai dengan gejala keputihan yang encer, iritasi, dan bau yang menyengat. Apabila kamu mengalami sejumlah tanda seperti ini, waktunya untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter, babes!


    3. Eksim atau psoriasis

    Natasha Chinn, MD, seorang ob-gyn, menjelaskan bahwa penyakit kulit, seperti eksim dan psoriasis juga dapat menjadi penyebab lain munculnya rasa gatal pada area Miss Cheerful. Eksim atau dikenal juga sebagai dermatitis atopik ditandai dengan munculnya ruam kemerahan dan gatal dengan tekstur bersisik. Penyakit kulit ini juga dapat muncul di daerah lipatan lengan, daerah selangkangan, dan labia.

    Sementara itu, psoriasis adalah kondisi kulit umum yang menimbulkan bercak merah bersisik dan gatal yang dapat muncul di daerah lutut, siku, punggung bagian bawah, dan kulit kepala, bahkan pada kulit di sekitar vagina.



    4. Infeksi jamur vagina

    Infeksi jamur vagina, terjadi ketika ada pertumbuhan berlebih dari jamur Candida. Pertumbuhan jamur yang berlebihan di vagina dapat menyebabkan munculnya gejala yang tidak nyaman, termasuk gatal, rasa terbakar, hingga keluarnya cairan kental -- keputihan yang terlihat seperti keju cottage di sekitar labia dan vulva. Infeksi jamur vagina jelas bisa diatasi dengan penanganan yang tepat dan obat-obatan tertentu. Ada baiknya kamu juga menghubungi dokter supaya mendapat penanganan yang tepat.


    5. Penyakit menular seksual

    Adanya penyakit menular seksual juga bisa menjadi penyebab munculnya rasa gatal dan berbau pada vagina. Mary Jane Minkin, MD, menjelaskan lebih lanjut bahwa timbulnya rasa gatal pada vagina bisa menjadi salah satu tanda awal dari sebagian besar penyakit menular seksual. Gejala yang muncu terjadi di antaranya rasa terbakar, nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan berbau, luka pada area vaginam dan nyeri saat berhubungan seksual.

    Beberapa penyakit menular seksual yang paling umum terjadi, antara lain: kutil kelamin, herpes genital, klamidia, gonore, dan trikomoniasis.


    6. Siklus menstruasi

    Pada dasarnya, vagina memiliki bau khasnya yang muncul secara alami. Namun, intensitas bau vagina bisa berubah sedikit lebih tajam selama masa menstruasi. Ini adalah kondisi umum yang tidak berbahaya dan dapat kembali normal setelah masa menstruasi selesai. Pastikan kamu menjaga faktor kebersihan selama periode menstruasi ya, dear! Sebab kurangnya menjaga kebersihan vagina selama menstruasi dapat menimbulkan masalah baru seperti rasa gatal, jerawat, dan iritasi.




    7. Menopause

    Perempuan yang sudah memasuki masa menopause, atau perempuan muda yang sudah tidak menstruasi memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gatal pada area vagina. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan kadar estrogen yang bisa menyebabkan atrofi vagina, yaitu vagina mengalami kekeringan berlebihan. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan munculnya rasa gatal dan iritasi pada vagina.


    8. Keringat berlebih dan kebersihan yang buruk

    Bau pada vagina juga bisa disebabkan karena produksi keringat berlebihan. Pasalnya, area selangkangan dekat vagina cenderung rentan berkeringat. Saat area vagina bercampur dengan bakteri, hal tersebutlah yang dapat menyebabkan bau vagina. Terlebih lagi, apabila kamu tidak menjaga kebersihan area vagina dengancermat. Ini jelas semakin berkontribusi menimbulkan bau dan gatal berlebih pada vagina.

    Saran Cosmo, bersihkan vagina dengan air bersih setelah buang air kecil dan besar. Setelahnya keringkan dengan tisu lembut. Kamu juga harus rajin mengganti celana dalam agar area vagina bebas dari rasa lembap dan menjadi sarang tumbuhnya bakteri yang mengganggu.


    9. Stres

    Meskipun tidak terlalu umum, stres juga dapat menjadi penyebab gatal pada vagina. Dikutip dari laman Healthline, kemungkinan hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh melemah akibat stres yang membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi vagina yang bisa menyebabkan munculnya rasa gatal.



    10. Kanker

    Meski tak selalu, gatal pada vagina juga bisa menjadi tanda awal dari jenis kanker langka, kanker vulva. Kanker ini disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker yang tidak normal di vulva. Gatal yang terkait dengan kondisi ini cenderung terlokalisasi di area di mana kanker berada.

    Menurut Carroll Medeiros, MD, seorang ob-gyn, rasa gatal yang disebabkan karena kanker vulva biasanya akan berubah menjadi rasa sakit yang parah. Selain gatal, kamu mungkin juga akan merasakan gejala lainnya seperti pendarahan abnormal dan nyeri di daerah vulva. Di sisi lain, dikutip dari Cleveland Clinic, munculnya bau menyengat pada vagina terkadang bisa menjadi tanda awal kanker serviks atau kanker vagina. Kedua jenis kanker ini ditandai dengan keputihan parah yang memiliki bau menyengat dan kuat.

    Jika kamu merasa khawatir gatal dan bau menyengat pada vagina disebabkan oleh kanker, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan menerima pengobatan yang terbaik.




    (Fariza Rahmadinna/KIX/ Image: Doc. Karolina Grabowska on Pexels, jasmin chew from Pexels)