Lifestyle

Menyeramkan! Kisah Nyata Dibalik 'Texas Chainsaw Massacre'

  by: Haninadhira Husaini       26/2/2022
  • Film ‘Texas Chainsaw Massacre’ baru yang dibintangi Elsie Fisher rilis di Netflix, penggemar leatherface melihat kembali film yang sebelumnya dimulai pada tahun 1974. Kabar baiknya adalah ‘Texas Chainsaw Massacre’ secara teknis merupakan cerita fiksi. But the bad news is.. film ini didasarkan pada kisah pembunuhan di kehidupan nyata. Jadi jika kamu ingin memberi tantangan emosional untuk dirimu, ini saatnya untuk kamu menonton film ini, LOL!

    Well, film ini bercerita tentang sekelompok teman yang dimangsa oleh keluarga kanibal di Texas. Salah satu anggota terkenal dari keluarga kanibalistik adalah leatherface, yang metode pembunuhan yang disukai adalah dengan gergaji mesin. So creepy!

    Salah satu hal yang menarik dari film aslinya adalah film ini dibuka dengan cuplikan yang menyerupai dokumenter atau berita, yang membingkainya seolah-olah itu adalah kisah nyata. Sutradara Tobe Hooper terinspirasi oleh cara grafis dalam meliput penangkapan pembunuh berantai Elmer Wayne Henley pada tahun 1973—serta liputan televisi tentang Perang Vietnam. Cosmo tahu, kamu masih bertanya-tanya, kan, apa kisah nyatanya?

    Apakah ada leatherface di kehidupan nyata?

    Film tersebut dipasarkan sebagai film berdasarkan "kisah nyata", tetapi akan lebih akurat untuk mengatakan bahwa film ini terinspirasi oleh kejahatan kehidupan nyata dari pembunuh yang berbasis di Wisconsin dan "body snatcher" Ed Gein—atau dikenal sebagai "the Butcher of Plainfield." Gein dikenal karena menggali mayat dari kuburan dan membuat tulang dan kulit mereka sebagai kenang-kenangan, yang jelas menjadi inspirasi untuk adegan di ‘Texas Chainsaw Massacre’ ketika salah satu karakter tersandung ke sebuah ruangan yang penuh dengan perabotan yang terbuat dari orang mati dan kemudian ditusuk di sebuah tusuk daging. Once again… creepy!

    Gein, yang dinyatakan bersalah karena membunuh seorang pemilik toko perangkat keras bernama Bernice Worden pada tahun 1968, akhirnya dilembagakan karena ia terbukti sebagai orang yang tidak sehat secara mental. Polisi menemukan tubuh Worden yang dipenggal di sebuah gudang, dan saat menggeledah rumah Gein, mereka juga menemukan segala macam benda mengerikan yang terbuat dari kulit—termasuk topeng, sama halnya dengan leatherface yang memakai topeng yang terbuat dari kulit manusia di ‘Texas Chainsaw Massacre’.

    Seolah semua itu belum cukup menyeramkan, Gein juga terobsesi dengan mendiang ibunya; setelah dia meninggal, dia menjaga kamarnya dalam kondisi bersih bahkan saat sisa rumah rusak. Dia tampaknya berharap untuk dapat masuk ke dalam (kulit) ibunya. Hmm..

    Jika kamu merasa deja vu dengan cerita ini, kamu mungkin tidak terkejut mengetahui bahwa pembunuh ‘Texas Chainsaw Massacre’ bukan satu-satunya karakter fiksi yang terinspirasi dari Gein. Beberapa aspek kasusnya juga dijadikan latar belakang film yang berjudul ‘Psycho’ oleh Norman Bates, ‘The Silence of the Lambs’ oleh Buffalo Bill, dan bahkan sebuah karakter di ‘American Horror Story.’

    Kim Henkel yang merupakan Co-writer dari ‘Texas Chainsaw Massacre’ mengatakan bahwa tak hanya terinspirasi oleh Ed Gein, tetapi ia juga terinspirasi dari cerita pembunuhan lain, “Saya benar-benar mempelajari cerita Gein...tetapi saya juga melihat kasus pembunuhan di Houston yaitu seorang pembunuh berantai yang mungkin kamu ingat bernama Elmer Wayne Henley. Dia adalah seorang pria muda yang merekrut korban untuk pria homoseksual yang lebih tua. Saya melihat beberapa laporan berita di mana Elmer Wayne berkata, 'Saya melakukan kejahatan ini, dan saya akan berdiri dan menerimanya seperti laki-laki.' Nah, itu menarik bagi saya, bahwa dia memiliki moralitas konvensional pada saat itu. Dia ingin diketahui bahwa sekarang dia tertangkap, dia akan melakukan hal yang benar. Jadi skizofrenia moral semacam ini adalah sesuatu yang saya coba tanamkan ke dalam karakter,” ungkap Kim Henkel.

    Jadi pada dasarnya, para kanibal di ‘Texas Chainsaw Massacre’ sebenarnya adalah gabungan dari banyak pria di kehidupan nyata yang menyeramkan, yang pasti membuat keseluruhan film jauh lebih menakutkan.

    Bagaimana dengan gergaji mesin?


    Yup, bagian itu sebenarnya terinspirasi oleh horor kehidupan nyata yang sangat nyata, sangat berhubungan yaitu belanja liburan. Direktur Tobe Hooper menjelaskan kepada Texas Monthly: “Ada kerumunan Natal yang besar ini, saya frustrasi, dan saya menemukan diri saya di dekat rak pajangan gergaji rantai. Saya fokus melihat ke arah rak gergaji, dan saya berpikir, 'Saya tahu cara saya bisa melewati kerumunan ini dengan sangat cepat.' Saya pulang, duduk, semua saluran saya nyalakan, dan keseluruhan cerita datang ke dalam pikiran saya selama tiga puluh detik. Penumpang, kakak laki-laki di pompa bensin, gadis yang melarikan diri dua kali, urutan makan malam, orang-orang di pedesaan kehabisan bensin.” Dan, ya, yang digunakan dalam film ini adalah gergaji mesin yang sebenarnya. Jadi, mengambil inspirasi dari kegiatan normal seperti belanja Natal itu masuk akal, sebenarnya.





    Bagaimana dengan rumah tersebut, apakah nyata?

    Yup! Rumah itu nyata, tetapi sudah direlokasi dan diperbaharui. Rumah itu sebenarnya adalah restoran yang menyajikan makanan penutup yang terdiri dari tiga bola panekuk goreng yang dicampur dengan camilan.

    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh Penulis / Alih Bahasa: Haninadhira Husaini/ Image: Dok. Instagram)