Career

Masih Pandemi, Bisakah Kita Meminta Kenaikan Gaji?

  by: Redaksi       28/2/2022
  • Selain perubahan pola kerja seperti working from home, salah satu dampak dari pandemi Covid-19 terhadap dunia profesional adalah kondisi perusahaan yang menjadi tidak stabil. Hampir semua sektor terkena imbasnya.

    Pada tahun 2020 ketika pandemi mulai merebak, tak sedikit perusahaan yang harus menutup bisnisnya. Sementara yang lain berusaha bertahan dengan menerapkan kebijakan seperti pengurangan karyawan hingga penyesuaian gaji.

    Sudah dua tahun berlalu, dan kita masih berada dalam situasi pandemi. Kamu yang masih bertahan di perusahaan lama atau sudah pindah ke tempat baru, tentu terlintas pikiran untuk meminta kenaikan gaji. Namun dengan segala situasi yang ada, bisakah kita meminta kenaikan gaji sekarang ini?



    Berikut sejumlah hal dan cara yang bisa jadi pertimbangan.

    Timing is Everything



    Sebelum mendiskusikan kenaikan gaji dengan HRD dan Bos, ada baiknya kamu menganalisis kondisi perusahaan. Coba lakukan riset mengenai performance perusahaan. Jika sudah kembali ke situasi sebelum pandemi, ataupun menunjukan tren kenaikan yang positif sekalipun masih dalam pemulihan maka ini bisa jadi waktu yang tepat.

    Sementara jika perusahaan masih banyak melakukan pengurangan karyawan dan belum menunjukkan tanda membaik secara ekonomi, ini bisa jadi pertanda bahwa kamu lebih baik mencari pekerjaan baru.

    Riset Rata-Rata Nominal Profesimu


    Ketika ingin meminta kenaikan gaji kamu perlu tahu dulu berapa nominal rata-rata untuk profesi dan levelmu sekarang ini di tempat lain. Kamu bisa menentukan kira-kira berapa persen kenaikan yang akan kamu ajukan.

    “Karier kamu adalah tanggung jawabmu sepenuhnya. Kamu perlu tahu value dan seberapa besar nominal gaji profesimu di pasaran, gunakan informasi tersebut untuk membuat struktur gaji yang tepat untukmu,” ujar Bill Dixon, managing director Pearl Meyer, sebuah perusahaan konsultan kompensasi di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Washington Post.

    Know & Show Your Value


    Performance mungkin menjadi indikator utama akan kenaikan gaji, namun kamu juga perlu mengetahui keahlianmu. Dalam sebuah tim, tentunya setiap anggota memiliki keahlian berbeda-beda, baik dalam hard maupun soft skills.



    “Hal paling penting adalah dengan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang spesialis,” ujar J.T. O’Donnell, mantan eksekutif HR dan CEO Work It Daily, sebuah perusahaan jasa career coaching seperti dilansir dari Washington Post.

    Pada dasarnya perusahaan dapat melakukan pergantian karyawan kapanpun. Namun lain cerita jika mereka melihat kamu memiliki skills tertentu yang dapat membantu performance perusahaan.

    Don’t be Discouraged


    Jika semua faktor memungkinkan, maka mulai rencanakan waktu diskusi dengan HR dan Bos. Jangan merasa terintimidasi. Apalagi jika kamu memiliki rapor performance yang bagus dan berkontribusi lebih.

    Bahkan ketika perusahaan akhirnya mengatakan bahwa mereka belum bisa menaikan gajimu jangan patah semangat dulu. Mungkin mereka punya pertimbangan lain, semisal kondisi finansial perusahaan. In fact, you need to thank yourself for trying it. Keep up the good work, and remember life is full of surprises!

    (Malcom Rei/Freepik/Freepik - Racool_studio/Freepik - svetlanasokolova)