Fashion

Touch of Culture in Indonesia Fashion Week (IFW) 2012

  by: Redaksi       1/3/2012
  • Indonesia Fashion Week (IFW) yang dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 Februari 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta berlangsung dengan meriah. Berbagai desainer memberikan sentuhan kebudayaan Indonesia untuk mempresentasikan koleksi busana yang inspiratif. Material bordir, batik, tenun dan sulam dari beragam daerah di Indonesia mewarnai panggung IFW.


    Carmanita

    Wanita lulusan Ekonomi dari Amerika ini mengolah kain tradisional seperti batik di atas kain sutera yang mewah dan nyaman. Carmanita percaya kalau sepotong kain batik bisa terus berkembang tanpa harus ada batasan. Kali ini ia mengusung tema cross culture yang menggabungkan kekayaan budaya Indonesia, India dan Jepang. Tak heran beberapa koleksi busana yang ditawarkan oleh desainer yang tergabung di IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) ini memiliki potongan yang bergaya global. Beberapa detail drapery dan asimetris yang menjadi ciri khas Carmanita membuat material batik terlihat fun.


    Lenny Agustin

    Lenny Agustin menampilkan kesegaran jiwa muda pada koleksi rancangannya. Ia senantiasa menyuntikan hasil rancangannya dengan nuansa etnik dengan material batik atau kain sarung hingga kini dikenal sebagai salah satu desainer batik modern. Koleksi lini pertamanya yang bertajuk Offerings dan lini kedua Lennor berjudul Travel by Map hadir dengan pilihan batik bercorak cerah yang bisa dikenakan untuk gaya kasual. Kelebihan Lenny yang mahir dalam mixing prints beragam material dan atasan berpotongan kebaya encim modern menjadikan desainer ini kesayangan generasi muda.






    Perancang senior Ghea S. Panggabean berhasil menarik perhatian dengan koleksi yang berjudul Orientalism. Desainer senior ini mengambil unsur budaya Cina yang masuk ke Indonesia semisal bordiran, sulaman Padang, dan kebaya encim dengan bordir naga atau kupu-kupu. Beberapa koleksi gaun mini berpotongan kerah mandari banyak hadir di atas runway “Indonesia adalah negeri multikultur, secara historis banyak etnis kebangsaan lain terutama Asia yang datang dan menetap di Indonesia sejak dulu. Terutama etnis Tionghoa, saya banyak terinspirasi dari gaya busana wanita Tionghoa yang menyatu dengan budaya Indonesia." Ungkap desainer yang baru saja merayakan 30 tahun berkarya di dunia fashion ini saat jumpa pers.


    Defrico Audy

    Defrico Audy mengolah kekayaan budaya dan adat istiadat bangsawan Sumatera Selatan. Koleksi yang bertajuk Wong Kito Cino memperkenalkan pengaruh etnis Cina pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Dengan material utama songket Palembang , ia menampilkan busana seperti bolero, jaket, vest, dan tube dress. Koleksi bernuansa glamour hadir pada koleksi pakaian cocktail dab evening attire. Fabulous! (Mahda/AS/Image: Doc Google)