Better You

The Love for Three of Us

  by: RedaksiCosmopolitan       27/3/2013
  • Setelah menjadi ibu, hubungan Anda dan pasangan pasti berubah. Jika semula perhatian Anda hanya untuk pasangan, kini Anda berdua memiliki Si Kecil yang menjadi pusat perhatian. Bagaimana menyikapi cinta yang telah terbagi ini? Cosmo Pregnancy dan Psikolog Roslina Verauli, Mpsi dari RS Pondok Indah dan Pasific Health akan membantu Anda.

    Deteksi Dini
    Ada yang bilang, kehadiran anak bisa jadi sumber krisis hubungan, tetapi mungkin juga masalah sudah ada sebelum kehadiran Si Kecil. Menurut Vera, sebetulnya masalah“cinta segitiga” ini sudah bisa terdeteksi sejak masa kehamilan. Bila saat hamil, pasangan Anda tidak mau bersusah payah memenuhi keinginan Anda yang 'aneh-aneh', bisa saja itu sebuah pertanda. “Dari situ sudah bisa terlihat apakah kehadiran anak menjadi sumber masalah atau tidak,” kata Vera. Jika terdeteksi sejak dini, Anda bisa mencari solusi dari awal, Dear!

    Prioritas Terbalik
    Vera melanjutkan, banyak orang berpikir anak adalah prioritas utama, sehingga segala sesuatunya fokus pada kebahagiaan anak. Padahal punya anak maupun tidak, prioritas utama Anda seharusnya pasangan Anda. “Itulah mengapa orang berpasangan dulu baru kemudian punya anak. Sempatkan waktu untuk berdua saja dengan pasangan. Saat berdua, singkirkan gadget Anda karena kebersamaan bukan hanya fisik saja tetapi kedekatan emosional juga penting,” sambungnya.





    Happy Couple = Happy Kids
    Anda salah jika berpikir mengesampingkan kencan dengan suami dan menjadikan anak sebagai pusat perhatian adalah yang terbaik untuk anak. Vera mengatakan, “Ketika hubungan dengan pasangan harmonis, hangat, penuh cinta, dan sehat maka umumnya anak-anak secara psikologis juga sehat.” Saat hubungan Anda dengan pasangan manis, tentu akan lebih mudah untuk memberikan cinta kepada Si Kecil.  (Karmenita Ridwan/ Image:Dok.Cosmo Pregnancy)