Love & Sex

5 Tingkatan Hubungan Asmara

  by: Redaksi       6/3/2014
  • Semua dongeng boleh jadi selalu berakhir bahagia. Tapi hubungan asmara Anda dengan si dia rasanya seperti roller coaster. Pelajaran baru yang Cosmo dapat dari Susan Campbell, Ph.D dalam bukunya  The Couple's Journey: Intimacy as a Path to Wholeness, ada lima tahapan dalam setiap hubungan. Pelajari kelimanya, maka Anda tak akan terjebak dalam satu kondisi terlalu lama.

    The Romance Stage
    Anda mulai tak bisa tidur dan selalu memikirkannya. Mendengar sapaannya saja Anda merasa begitu bahagia. Jatuh cinta memang seperti “candu”, dear. Saat Anda jatuh cinta, otak meracik “cocktail” kimia berisi  oksitosin, phenylethylamine, dan dopamin, lalu mengalirkannya ke seluruh tubuh hingga membuat perasaan Anda bahagia – sebahagia saat si bos mempromosikan jabatan di kantor. Di awal hubungan ini, menurut Warren Farrell, penulis Why Men Are The Way They Are, “Pria memainkan sebuah peran, sebagaimana Anda mencoba menjadi sosok wanita sempurna bagi pria yang Anda incar.” Di titik ini, Anda hanya ingin melihat semua hal kesamaan berdua, dan rela melakukan apa pun demi berusaha menunjukkan cintanya.

    The Power Struggle Stage
    Sayangnya, fase “mabuk cinta” sebelumnya pun berubah menjadi fase “love hangover”, di mana efek dari cocktail sudah hilang dan Anda berdua tak lagi cukup hanya sekadar menerima kesamaan bersama. Keduanya mulai melihat hal yang berbeda dari pribadi masing-masing. Maka tak heran, bila seterusnya Anda akan lebih sering melemparkan komplain karena sifatnya yang dalam pandangan Anda tak sesuai, hingga bersikeras mengubahnya menjadi pribadi seperti yang Anda inginkan.  Padahal, kedua pihak tetap bertahan dengan kondisinya yang sama. “Banyak pasangan yang akhirnya memutuskan untuk berpisah pada tahap ini. Tapi ada juga yang bertahan dan memutuskan untuk berkompromi bersama,” ujar Susan.



    The Stability Stage
    Saat Anda dan pasangan bertahan melalui “rintangan” kedua, Anda akan sampai pada tahap ketiga ini. Good news! Rasa cinta pada the romance stage akan kembali Anda rasakan. Bahkan kali ini, akan terasa lebih matang karena secara sadar Anda dan pasangan tidak lagi meributkan segala perbedaan yang ada. Di lain pihak, keduanya mulai saling menghargai perbedaan yang ada. Jika tidak juga muncul rasa saling menghargai tersebut, dan semakin membuat pertahanan dari sikap masing-masing, well... your plane will go back to stage two.



    The Commitment Stage
    The war is over. Anda bisa menarik napas panjang sekarang. Di level ini masing-masing pasangan akan menerima apa adanya. Hal baik atau buruk, keduanya semakin mengenal satu sama lain lebih dalam. Selama prosesnya Anda bersama pasangan akan berbagi perasaan saling memiliki, kesenangan, dan kebebasan bersama. Apa semua selesai di sini? Tunggu dulu, jebakan dalam level ini menurut Susan adalah kebanyakan pasangan berpikir bahwa semua selesai dan mereka bisa menjalani tanpa perlu pertengkaran lagi. “Untuk level individual memang semua selesai, tapi di sini Anda memasuki dunia baru yaitu sebagai sebuah pasangan.”

    The Bliss or Co-Creation Stage
    Tahu kan bagaimana cara kerja sebuah tim? Mereka akan mengerahkan semua kemampuan untuk mendukung satu sama lain hingga mencapai target yang diinginkan. Yes dear, Anda dan pasangan akan berbagi setiap hal seperti dalam sebuah tim. Semua hal yang telah Anda lalui di level sebelumnya menjadi solusi dari setiap permasalahan yang terjadi berikutnya. Next chapter: Happily ever after. (Muhtar Rais/FT/Image: iStock/Thinkstock)