Lifestyle

Demonstran, Pentas Teater Koma Tentang Para Aktivis

  by: Redaksi       7/3/2014
  • “Sulit sekali menjadi baik.” Kalimat itu terpampang jelas di tengah instalasi yang terpasang di depan Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Instalasi itu pula yang menjadi penanda dihelatnya Demonstran, pementasan dari Teater Koma yang bulan ini merayakan hari jadinya yang ke-37.

    Naskah pementasan yang ditulis oleh Nano Riantiarno pada tahun 1989 ini mengisahkan kehidupan seorang Topan, mantan aktivis yang telah menjadi pengusaha sukses. Selain berpusat pada kisah Topan, di pementasan kali ini, Nano Riantiarno juga mengangkat cerita tiga orang aktivis yang sibuk meminta Topan kembali turun ke jalan untuk melawan pemerintahan yang tiran. Herannya, Topan malah memilih untuk menutup mata dan telinga, karena menurutnya hal itu tak perlu lagi dilakukan. Toh hidupnya sekarang sudah nyaman. Mirisnya, bukan Topan saja yang ternyata seorang mantan aktivis. Para pejabat yang duduk di pemerintahan dan bertindak sewenang-wenang pun dulunya adalah seorang pejuang keadilan. Lantas akankah Topan mengikuti kata hatinya untuk kembali memperjuangkan keadilan atau ia tetap menutup mata?

    Pentas yang berbau kritik sosial ini bisa dibilang mampu mengaduk emosi penonton. Meski lakon yang dibawakan terkesan serius, tapi bisa dipastikan jika Anda tak akan merasa bosan karena ada banyak adegan lucu yang sangat menghibur. Anda bisa menyaksikan lakon teater dengan suguhan visual yang menarik ini hingga tanggal 15 Maret 2014. Pentas berlangsung pada hari Selasa sampai Sabtu pada pukul 19.30 wib dan Minggu pukul 13.30 wib dengan harga tiket mulai dari Rp75.000,- hingga Rp300.000,-. (Joan Aurelia / VP / Image: dok. Teater Koma)